Dear all.
Jakarta mengalami pertumbuhan urbanisasi (dalam arti perpindahan penduduk ke
Jakarta) yang sangat pesat pada dekade 1961-1990. Pertumbuhan paling pesat
dialami pada periode 1961-1970 dengan laju pertumbuhan 4,46%, kemudian mulai
melambat pada periode 1970-1080 dengan laju pertumbuhan 3,93%, dan terus
melambat sampai pada periode 1980-1990 dengan laju pertumbuhan 2,41%.
Perlambatan pertumbuhan itu karena implikasi dari perubahan fungsi pemukiman
menjadi non-permukiman yang dialami mulai dari Jakarta Pusat dan kemudian
diikuti pada periode berikutnya pada Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta
Barat, dan Jakarta Timur.
Mulai tahun 1990, perubahan fungsi dari permukiman menjadi nonpermukiman
berlangsung sangat dramatis hingga banyak penduduk yang berpindah ke luar
Jakarta dan mukim di periferi Bodetabek hingga laju pertumbuhan pada periode
1990-2000 menjadi sangat rendah yaitu menjadi 0,16%.Perubahan fungsi yang
sangat mencolok terutama terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta
Timur.
Berdasarkan Sensus 2000, pada laju pertumbuhan 0,16% tersebut, jumlah penduduk
Jakarta pada posisi sekitar 8,4 juta. Kemudian pada hasil sementara Sensus 2010
tercatat penduduk Jakarta sebesar 9,5 juta. Ini artinya laju pertumbuhan
penduduk naik kembali dari 0,16% pada tahun 2000 menjadi 1,3% pada tahun 2010.
Padahal perubahan fungsi perumahan menjadi non perumahan terus berlangsung dan
bahkan semakin banyak terjadi di seluruh Jakarta. Lantas mengapa jumlah
penduduk yang semestinya semakin berkurang, tetapi justru belakangan ini
menjadi naik?
Menurut saya ini fenomena yang cukup menarik karena selama 4 periode
(1961-2000) kecenderungan ada de-urbanisasi (laju pertumbuhan yang menurun)
sebagai akibat perubahan fungsi perumahan menjadi non perumahan, tapi 2000-2010
ada gejala
re-urbanisasi dengan suksesi fungsi non perumahan terus berlangsung. Ada apa
gerangan?
Ini dugaan bahwa re-urbanisasi ini mungkin akibat tumbuhnya apartemen dan rusun
(baik milik maupun sewa) yang terus semakin berkembang di Jakarta sehingga
jumlah penduduk yang tinggal di Jakarta meningkat kembali. Bagi planner tentu
akan menjadi perhatian apa implikasi kebijakan tata ruang dengan adanya
re-ubanisasi di Jakarta ini.
Demikian, sekedar analisis ringan dengan hanya melihat beberapa data dan angka.
Thanks. CU. BTS.