Pak BSP ysh, Begitulah, Pak BSP, sungguh sebuah tragedi yang ironis. Saya takut mata hati sebagian -- untuk tidak menggunakan quantifier "many" karena tentulah akan menjadi "masalah" -- anak bangsa yang tidak mau mengubah "gajah aglomerasi di pelupuk mata" akan semakin tertutup, sehingga sewaktu-waktu dapat berkarat dan mati.
Summun bukmun 'umyun fa hum laa yar'ji'un. (Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali [kepada kebenaran]). ** Sebuah ironi lainnya adalah fakta bahwa di saat Ibukota Negara mengalami pemadaman bergilir selama beberapa hari sampai mencuat ke permukaan seolah-olah sebagai "musibah nasional", ternyata ada daerah lain yang *tidak pernah* mengalami pemadaman bergilir. Lho, kok bisa? Jawabannya reflektif saja: bagaimana mau dipadamkan wong listrik saja tidak ada? Mari kita lihat berita tentang tangisan Direktur PLN berikut. Source: http://m.okezone.com/read/2010/05/18/209/333824/sedang-rdp-dahlan-iskan-nangis --begins-- Sedang RDP, Dahlan Iskan Nangis! Selasa, 18 Mei 2010 - 14:31 wib Wilda Asmarini - Okezone  Dirut PLN Dahlan Iskan. Foto: Astra Bonardo/Koran SI enlarge this image JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) menangis terharu saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR ketika berbicara mengenai krisis listrik di Palu. "Di 2010 ini, karena saya sedih di Palu pada 2010 ini belum ada listrik. Ini tidak logis, kini yang sangat mudah dianggap sulit," di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/5/2010). Bahkan, saat ditantang anggota DPR berani atau tidak dia masuk penjara sebagai bentuk pertanggungjawaban, Dahlan berani menjawab tantangan itu. "Biar saya yang masuk penjara, asal listrik di Palu bisa teratasi. Biar tidak ada krisis listrik lagi di Palu," tegasnya. --ends-- Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® -----Original Message----- From: "[email protected]" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 16 Jun 2010 15:58:33 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [referensi] Quote of the Day Cak Andri ysh, ternyata ironi dan sarkasme itu bisa berjalan beriringan ya ....... dan negara pulau pisang seperti negeri yang sdg dialami ini adalah bagian dimana ironi dan tragedi menjadi satu ..... Sak beja bejaning wong kang edan isih begja wong kang kabegjan ... he he he salam bambang sp

