MIFEE merouke industrial food energy estate.. Sy sngt setuju papua jgn hanya di eksplore utk tambang sj... Is it to be KEK? P Rience stl pens dr kMnko perk skrng dimana?
Rdd Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Nuzul Achjar <[email protected]> Date: Fri, 25 Jun 2010 14:06:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK Salam hormat untuk Pak Rince dan Sahabat Referensier semuanya, Pak Rince tetaplah senior dan guru tempat saya bertanya tentang banyak hal, khususnya Irian Jaya. Ada kenangan tak terlupakan ketika saya dan Pak Dorodjatun sebagai akademisi (jauh sebelum jadi Menko Perekonomian) beberapa kali diterima pak Rince di Jayapura yang waktu itu menjadi Ketua Bappeda Irian Jaya. Diskusi hangat sambil menyantap "shark fin soup" (dulu belum dilarang) di tepian pantai Jayapura. Pasca Ketua Bappeda Irian Jaya, beberapa kali saya menyambangi pak Rince di Lapangan Banteng jaman pak Dorodjatun dulu. Pertanyaan pak Rince, kira-kira bagaimana gambarannya dengan konsep KEK yang diajukan Papua? Saya tak tak ingin lancang dan mendahului memberi analisis. Yang ingin saya sampaikan adalah concern pak Freddy Numbery (Menhub dan putra Papua) pada rapat koordinasi bahwa jangan sampai timbul semacam kecemburuan Biak jika kelak Merauke dijadikan KEK (Merauke Industrial Food Estate - MIFE?). Lha Biak kan sudah lama diusulkan jadi KEK, lha, kok tiba-tiba muncul ide Merauke jadi KEK. Sebenarnya Merauke tidak termasuk dalam usulan 48 KEK ke Kantor Menko, tetapi wacana kencang justru muncul dalam rapat koordinasi. Nah.. muncul pandangan agar ada solusi, bagaimana Biak dan Merauke dijadikan satu koridor saja.. he he he... Mengenai Green Energy untuk Pembangunan Daerah, sejauh yang mungkin boleh saya sampaikan di forum ini adalah alternatif skema alokasi penghematan subsidi listrik dan BBM. Kalau daerah bisa hemat subsidi BBM dan listrik, bagaimana mekanismenya agar penghematan tersebut bisa dikembalikan (earmark) untuk infrastruktur daerah.... bagaimana agar Kepri bisa mendapat pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik energy gelombang laut, dll. Wah.. ini makanannya pak BTS, pak Risfan, Pak Aby, dan sahabat lainnya. Salam hormat, Nuzul Achjar 2010/6/25 [email protected] <[email protected]> > > > Thanks a lot pak Nuzul atas infonya. > > Referensier ysh > > Hemat saya kita bisa menyimak Buku 3 RPJMN thn 2010-2015 ttg Pengembangan > Wilayah di Indonesia yg berbasis Pulau Besar.Saya sering komunikasi dgn > teman2 yg ngurusi KEK ini, baik di Bappenas maupun Kantor Menko Perekonomian > ( bekas kantor saya sebelum pensiun dari PNS ) dan saya sarankan kpd mereka > untuk berani mengambil inisiatif ttg KEK ini guna mendorong akselerasi antar > wilayah di Indonesia. Barrier yg selama ini perlu diatasi. Acuannya adalah > RTRWN dan RPJMN. Kriterianya jangan kaku dan hal spt inilah yg sering jadi > soal. Apa yg diusulkan oleh pak Nuzul merupakan masukan guna memperkaya > proses rekayasa pembangunan KEK ini. > > Pak Nuzul ysh, > > Adakah ide Bpk utk Papua dan kalau bisa jangan komoditas pertambangan saja. > > Saya dapat khabar bhw Bpk sekarang sdh berkantor di Kementerian ESDM ? > Kalau benar, selamat pak. Saya pernah mencari Pak Nuzul di Salemba bbrp wkt > yl. > > Salam > > Reintje. > > > -----Original Message----- > From: Nuzul Achjar > Sent: 25-06-2010, 08.15 > To: [email protected] <referensi%40yahoogroups.com> > Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK > > Pak Aby, Ibu Cut Savana dan Sahabat Referensiers, > > Menyambung apa yang disampaikan pak Aby, kebetulan saya berada dalam rapat > koordinasi hari Senin pagi di Kantor Menko Perekonomian. Sebatas yang > mungkin boleh disampaikan (apalagi referensier adalah komunitas yang patut > dihormati), Menko perekonomian antara lain mengusulkan agar muncul semacam > pusat pertumbuhan baru, dan itu searah dengan apa yang diinginkan > oleh Bappenas. > > Muncul pemikiran mungkinkah kita kembangkan pusat pertumbuhan baru di > Sulawesi Tengah (dengan basis gas alam Donggi-Senoro), ditambah lagi > dengan sumber gas baru oleh Chevron di Selat Makasar.. nah kenapa nggak > kita > munculkan sebuah ide agar muncul ada LNG, ada pabrik pupuk dan petrokimia > lainnya di sekitar ladang gas tersebut. Seperti kayak Bontang lah begitu, > ada kilang LNG, ada Pupuk Kaltim, dst. Bedanya, kalau dulu LNG Bontang > untuk > ekspor, sekarang paradigmanya sudah berubah, gas terlebih dahulu diberikan > prioritas untuk domestik. > > Pemikiran ini sama sekali tidak ada dalam 48 KEK yang diusulkan daerah... > ini pandangan ke depan. Dalam waktu dekat akan > muncul perspektif pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (Green Energy) > dalam konteks Pengembangan Daerah. Pengen saya pribadi sih komunitas > Referensiers adalah pendukung green energy dalam pembangunan daerah he > he... > > Salam hangat selalu > > Nuzul Achjar > > >

