Ada anggota DPR di sini? Silakan disampaikan surat ini. Dear anggota DPR Pusat,
Bukan level Anda mengurusi kemacetan di DKI. Segala permasalahan di DKI menjadi urusan DPRD I DKI -- bukan masalah Anda. Di daerah lain masih ada masalah kelaparan, kemiskinan, buta huruf, ketidaktersediaan listrik, pembangunan infrastruktur yang acakadut, yang, sungguh, lebih urgent daripada macet. Apakah Anda hanya peduli dengan 12 juta orang-orang Jakarta yang terkena macet dibanding 218 juta rakyat di "pinggiran Indonesia"? Atau semata-mata karena Anda sedang berdomisili di Jakarta -- dan sering terkena imbas "macet" -- sehingga Anda merasa perlu untuk terus-menerus memperhatikan pembangunan di Jakarta dan hanya Jakarta? Tidak heran bila daerah-daerah penghasil sumber daya alam -- yang taraf hidup masyarakatnya justru jauh di bawah para elite di Jakarta -- seperti Aceh dan Papua sering bergolak untuk minta keadilan. Kapankah kalian SADAR, duhai wakil rakyat Republik Indonesia? Salam, CA Source: http://www.detiknews.com/read/2010/07/19/121252/1401943/10/atasi-macet-dpr-dorong-foke-realisasikan-monorel --begins-- Atasi Macet, DPR Dorong Foke Realisasikan Monorel Elvan Dany Sutrisno - detikNews Jakarta - DPR mendesak Pemprov DKI Jakarta segera menyelesaikan masalah kemacetan dengan mencari solusi yang tepat dan cepat. DPR pun mendorong Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo segera merealisasikan rancangan angkutan massal monorel. "Kuncinya ada pada Gubernur Fauzi Bowo. Kita mendorong percepatan realisasi monorel, underground dan perbanyak armada TransJ atau angkutan massal lainnya," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/7/2010). Priyo mengaku kecewa dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta. Sebab, sebagai ibukota negara, Jakarta tergolong sudag tertinggal dibandingkan negara lain. "Bagi kota metropolitan Jakarta, amat tertinggal dibanding kota-kota metropolis sejenis dalam hal penyediaan infrastruktur angkutan massal yang nyaman untuk warga kota," terang Priyo. Sebelumnya diberitakan DPR mengkritik kebijakan Foke telah gagal mengatasi kemacetan. Namun demikian DPRD DKI justru membela Foke dan balik mengatai DPR hanya bisa mengkritik tanpa solusi. --ends--

