Iya P'BTS n P'Danang....sependapat, aku pun tak setuju, tp bila dibangun
juga.... aku tak mampu menolak ajakan anak2ku utk mampir. Nah...itulah
sebagian dari kita masih begitu....

Sama juga dengan ketidak setujuan kita utk memadati area Puncak, tapi di
sisi lain kesempatan utk menikmati Puncak selalu saja ada...meski sdh
berjanji dalam diri utk tdk mengunjungi Puncak (sbg aksi protes), terutama
sejak Cipularang beroperasi....juga jalan fly over Pasupati di Bandung yg
saat itu menuai aksi n protes sblm ditebangnya puluhan pohon Palm di dpn RS
Hasan Sadikin...tp toh kini kita sama2 menikmati jln tsb dan menjadi elemen
pengurai kepadatan lalin di area gerbang masuk kota Bandung.

Ini gejala apa ya?...inconsistence?.....ada pencerahan?

Salam,

Oka

 

From: Danang Pri [mailto:[email protected]] 
Sent: Dienstag, 27. Juli 2010 01:23
To: [email protected]
Subject: [referensi] Semoga benar pembisnisan Taman Ria Senayan distop

 

  


Pak BTS, Pak Risfan, dan semuanya yang telah memberi perhatian... 

 

Semoga benar info bahwa rencana 'mal' di Taman Ria Senayan benar-benar
batal.

Tapi kita harus selalu waspada, biasanya mereka sekedar "tiarap", nanti
kalau badai sudah reda, diam-diam pembangunan dilanjutkan kembali...

 

salam,

danang

--- On Mon, 7/26/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote:


From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!!
To: [email protected]
Date: Monday, July 26, 2010, 10:08 AM

  


Untunglah Taman Ria Senayan tidak jadi dibangun mal. Soalnya kalau dibangun
mal, saya jadi kikuk. Secara pribadi tidak setuju dibangun mal, tetapi kalau
mal jadi dibangun, rasanya tak kuat untuk tidak mengunjungi mal itu.

 

Thanks. CU. BTS.

--- Pada Sen, 26/7/10, Risfan M <risf...@yahoo. com> menulis:


Dari: Risfan M <risf...@yahoo. com>
Judul: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!!
Kepada: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com>
Tanggal: Senin, 26 Juli, 2010, 2:01 PM

  

Pak Danang dan Rekans ysh,

Syukurlah kalau akhirnya Setneg akhirnya, sebagai pemilik tanah, tak
mengijinkannya. Tapi menurut developer, dan mestinya benar karena dia keluar
uang, kok surat keputusannya belum dilayangkan.

Kabar Majalah Tempo, yang saya pahami kok DKI (tadinya) mengarah untuk
menyetujuinya. Proyek sudah punya surat izin penunjukan dan penggunaan
tanahnya. Artinya secara kebijakan memungkinkan.
"Bangunlah Taman Kota, Bukan Mal" demikian pesan artikel Tempo.

Tapi dari segi perencanaan ini menarik/aneh. Secara psikologis para
perencana, biasanya pelanggar rencana adalah swasta greedy atau masyarakat
kepepet. Tapi trend di beberapa kota dan daerah saat ini, yang main-main
dengan Rencana justru Pemda nya sendiri. Kadang instansi pemerintah yang
lain. 

Lha, terus nanti yang bisa dipercaya untuk mengawal suatu Rencana itu siapa?
Tuan atau bouwheer nya siapa?

Apa ini ciri zaman Posmo juga? Semua serba random, tergantung pertarungan di
antara stakeholders yang sering penguasaan informasinya tak seimbang.

Salam,
Risfan Munir





Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: Danang Pri <danang...@yahoo. com> 

Sender: refere...@yahoogrou ps.com 

Date: Mon, 26 Jul 2010 18:18:51 +0800 (SGT)

To: <refere...@yahoogrou ps.com>

ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com 

Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!!

 

  


Setahu saya, cafe-cafe itu hasil "perkeliruan" jaman Orde Baru, di mana
Sekretariat Negara "menyewakan" lahan yang berada di bawah penguasaanya
kepada pihak swasta.

Lha Sekretariat Negara kan tidak ditugasi oleh negara untuk mencari
penghasilan tambahan dari lahan yang dititipkan pemeliharaannya kepada
lembaga ini.

 

Aneh juga kalau Golkar ngotot mendukung komersialisasi "halaman Gedung
DPR-MPR-DPD" . Secara logika mestinya ingin agar halaman rumah wakil rakyat
ini indah dan berwibawa... .

 

salam,

danang

--- On Sun, 7/25/10, risf...@yahoo. com <risf...@yahoo. com> wrote:


From: risf...@yahoo. com <risf...@yahoo. com>
Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!!
To: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com>
Date: Sunday, July 25, 2010, 7:42 PM

  

Rekans ysh,

Kalau dilihat dari sisi Administrasi Pembangunan bagaimana ini? Kalau memang
melanggar RTRW mestinya, IMB gak keluar, urusan beres.
Tapi kok ada pejabat Pemda bilang tinggal Amdalnya saja. Lalu polemik antar
petinggi.
Ini yang di sebelah TVRI ya. Kenyataannya, kalau gak salah sebelum terbakar
dulu kan juga kompleks bangunan cafe-cafe gitu kan, dan bukan terbuka hijau?

Salam,
Risfan Munir



Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> 

Sender: refere...@yahoogrou ps.com 

Date: Sun, 25 Jul 2010 16:28:29 -0700

To: <refere...@yahoogrou ps.com>

ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com 

Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!!

 

  

 

Kalau kata Idrus; jangan dikit-2 protes.. 

-K-

 

 

 

http://us.detiknews .com/read/ 2010/07/23/
<http://us.detiknews.com/read/2010/07/23/095349/1405108/10/golkar-dukung-pem
bangunan-mal-taman-ria-senayan>  095349/1405108/ 10/golkar- dukung-pembangun
an-mal-taman- ria-senayan

 

Jumat, 23/07/2010 09:53 WIB
Golkar Dukung Pembangunan Mal Taman Ria Senayan
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Partai Golkar tidak mempersoalkan pembangunan mal di Taman Ria
Senayan. Justru partai berlambang beringin ini heran, mengapa banyak pihak
baru mempersoalkan mal itu sekarang.

"Kalau kita Golkar ikut aturan saja, pemerintah sudah sepakat. Jangan
sedikit-sedikit diprotes," kata Sekjen Golkar Idrus Marham saat dihubungi
detikcom, Jumat (23/7/2010).

Idrus menjelaskan, persoalannya bukan setuju atau tidak setuju, tetapi
pemerintah sudah bekerja sama dengan pihak lain terkait proyek Mal Taman Ria
itu.

"Jadi kita jangan sewenang-wenang, dulu waktu ada izin pembangunan dan kerja
sama, kenapa tidak dipertanyakan. Sekarang sudah ada kerja sama kenapa baru
dibuka. Ini yang perlu kita pertanyakan, " terangnya.

Dia justru mempertanyakan protes dan penolakan sejumlah pihak atas rencana
pembangunan mal di Taman Ria tersebut.

"Perlu dikaji dan dicari tahu kepentingannya apa? Jangan sedikit-sedikit
kita ingin membongkar. Kalau mau dibongkar apa alasannya. Jangan sampai ada
kepentingan lain," ujar anggota DPR ini.

Lahan bekas Taman Ria Senayan milik Setneg yang dikelola oleh PT Ariobimo
Laguna Perkasa. Sesuai dengan perjanjian build, operate, transfer (BOT)
bersama Sekretariat Negara pada 11 Juli 2008, PT Ariobimo sudah
menginvestasikan sebesar Rp 300 miliar untuk perbaikan dan pembangunan
fasilitas di Taman Ria Senayan.

"Keberadaan kami adalah untuk membantu memaksimalisasi nilai aset negara.
Selain berpartisipasi dalam membuka lapangan kerja baru, kami juga mendukung
pembangunan taman kota," ujar Managing Director PT Ariobimo, Kurnia Ahmadi.

PT Ariobimo berkomitmen untuk mengelola 90 persen kawasan Taman Ria Senayan
sebagai taman kota yang dapat dinikmati publik secara gratis. "Hanya 10
persen dari area tersebut yang digunakan untuk bangunan," janji Kurnia.
Dengan kondisi ini, maka Taman Ria Senayan nantinya diklaim menjadi tempat
rekreasi keluarga paling hijau se-Indonesia.

(ndr/nrl) 





2010/7/21 abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com
<http://us.mc762.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> >

  

...semoga "tidak ada" insinyur, planner maupun arsitek yang terlibat untuk
mendukung pebisnis semacam ini ya mas Danang...??? ? 

 

ATA

2010/7/21 Danang Pri <danang...@yahoo. com
<http://us.mc762.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > 

 

  


 

SERUAN KEPRIHATINAN 

  

Stop Pembisnisan Taman Ria Senayan: 

Kembalikan Taman Ria Senayan sebagai Urban Park 

  

  

Berbagai media online hari Senin, 19 Juli 2010 memberitakan rencana
pembangunan mal perbelanjaan di lahan Taman Ria Senayan, Jakarta.
Pihak-pihak terkait telah menyatakan posisi dan sikap masing-masing.
Rangkuman pernyataan-pernyata an tersebut adalah sebagai berikut: 

-         Menurut Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta, Hari
Sasongko, pembangunan kawasan terintegrasi ini tinggal menunggu Amdal saja
dari pihaknya. "Belum jelas pihak pengembang akan membangun apa. Namun yang
pasti tinggal menunggu Amdal saja," kata Hari saat dihubungi pagi ini. Hari
menolak saat ditanya siapa pihak pengembang yang akan memugar taman yang
dulunya bernama Taman Ria Remaja itu. 

Menurut dia, sebenarnya semua perlengkapan administrasi seperti surat
kepemilikan tanah sudah dipenuhi pihak pengembang. Namun Dinas P2B belum
memberikan izin karena masih menunggu analisis mengenai dampak
lingkungannya. "Amdal digunakan untuk pengambilan keputusan. Soal kebijakan
bukan urusan kami," ujarnya. Aspek yang dilihat, dijelaskannya, adalah studi
kelayakan ekologi, sosial budaya, ekonomi dan kesehatan masyarakat. 

(dikutip dari: TEMPO Interaktif - Senin, 19 Juli 2010 10:44 WIB) 

-         Komisi II DPR RI berpikir untuk mengambil alih pengelolaan Taman
Ria Senayan. Alasannya agar merek



Kirim email ke