Pak ATA ysh. Kebetulan lagi dapat akses internet. Mengenai paradigma saya kira tidak ada beda penafsiran, yaitu : batas-batas pemikiran. Apakah ada tafsir yang lain? Contoh paradigma saya tentang menu ta'jil : kolak pisang, bubur kendil, gorengan, martabak, limun, teh manis, air buah,dan jus timun. Sesuatu yang saya pahami dari pengalaman buka puasa selama ini. Tidak pakai dll, dlsb, dst, istilah-istilah yang digunakan untuk 'menutupi batas', dan menghindari paradigma. Sementara demikian pak. Salam.
-ekadj

