Press Release
Peluncuran Buku & Diskusi
Neraka Rezim Soeharto
(Misteri tempat-tempat penyiksaan Orde Baru)
Sepekan sudah mantan Presiden Indonesia, Soeharto dirawat karena kegagalan
beberapa fungsi organ tubuh. Sepekan itu pula sorotan publik, terutama melalui
media, terpusat pada mantan orang terkuat dimasa Orde Baru tersebut. Polemik
yang muncul sejak ia mengundurkan diri, akibat desakan gerakan massa
demokratik, semakin meruncing. Hal tersebut dipicu oleh kondisi kesehatannya
yang kritis, sehingga mengemuka berbagai silang pendapat mengenai status
hukumnya sebagai tersangka untuk kasus korupsi yayasan Supersemar. Publik
terpecah dalam dua pendapat. Pendapat pertama adalah membatalkan segala
tuntutan hukum dan mengampuni Soeharto atas dasar jasa-jasanya, sementara
pendapat lain justru meneruskan proses hukum dan tetap mengadilinya meski
secara in-absentia berdasar rekam jejak kekuasaannya yang bergelimang darah dan
sarat kejahatannya di bidang ekonomi, politik serta HAM.
Soeharto memulai kekuasaannya di Indonesia sesaat setelah pergolakan akibat
pemberontakan yang disinyalir dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sejak itu pula, terjadi kejahatan kemanusiaan yang terus berlangsung selama
dan bahkan setelah ia berkuasa, demi menstabilkan kewenangan yang ia miliki
dalam menjalankan pemerintahan di Indonesia.
Tak terhitung berapa korban nyawa yang telah jatuh karena kejahatan
kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Soeharto. Sebut saja tapol-tapol kasus
G30S, Peristiwa Malari, Peristiwa Tanjung Priok, Peristiwa Talangsari,
penghilangan paksa 1998 dan lain-lain. Belum lagi mereka yang diseret ke
penjara dan bahkan dibunuh tanpa proses pengadilan yang terbuka. Banyak dari
mereka yang diculik dan disekap selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun
hanya karena memiliki sudut pandang dan keberanian dalam mengungkapkan segala
hal yang dianggap mengancam kekuasaan Soeharto.
Di tengah santernya usaha dalam memperbaiki citra Soeharto yang dilakukan
melalui kampanye halus di media-media mainstream, penerbit Spasi dan VHR Book
menerbitkan sebuah buku berjudul Neraka Rezim Soeharto. Buku ini mengulas
neraka-neraka yang diciptakan Soeharto, dalam bentuk tempat-tempat penyiksaan
bagi mereka yang diculik dan ditangkap secara semena-mena selama Soeharto
berkuasa, juga merekam kesaksian blak-blakan dari mereka yang pernah mengalami
siksaan rezim Orde Baru.
Dalam upaya untuk mencegah berbagai upaya politik Impunitas terhadap Soeharto
dan para penguasa orde baru, maka Voice of Human Rights (VHR) News Centre dan
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menggelar acara Launching buku & Diskusi yang
akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 18 Januari 2008
Waktu : Pkl. 14:00 s.d. 16:00
Tempat : Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,
Jln. Latuharhary No. 4 B Jakarta 10310
Narasumber : 1. Joseph Adi Prasetyo (Anggota Komnas HAM)
2. Mugiyanto (Ketua Ikatan Keluarga
Orang Hilang --IKOHI)
3. Saksi Korban Kasus Tanjung Priok
4. Margiyono (Penulis buku & Jurnalis
VHR News Centre)
Moderator : Raharja Waluya Jati
Contact persons: lita (0888-9180070), Ida (0815-1658687)
You have to take the risks. We will only understand the miracle of life fully
when we allow the unexpected to happen.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.