Jumat, 21/08/2009 13:25 WIB
Digital Crime (2)
Peran Komputer dalam Aksi Kejahatan
Penulis: IGN Mantra - detikinet

http://www.detikinet.com/read/2009/08/21/132515/1187137/323/peran-komputer-dalam-aksi-kejahatan

Jakarta - Tumbuhnya aksi-aksi kejahatan komputer baik domestik maupun
internasional sedikit banyak karena penggunaan internet. Seperti
dikatakan pembahasan sebelumnya, komputer atau peralatan elektronik
lainnya dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan kejahatan atau
sebagai sasaran kejahatan oleh para kriminal.

Sebuah PC yang dihubungkan ke internet tanpa proteksi yang baik dalam
beberapa menit mungkin akan dapat terinfeksi malware (malicious ware)
atau program jahat, bila hal ini terjadi maka terjangkitlah PC
tersebut dan dapat menginfeksi PC lainnya dalam sebuah Local Area
Network (LAN).

Petumbuhan dari jangkauan programmable peralatan elektronik sudah
sangat luas, mulai dari set up TV di rumah sampai dengan ponsel. Ini
berarti kejahatan komputer dapat terjadi lebih dari hanya melalui
peralatan komputer saja. Berbagai macam peralatan elektronik tersebut
ada sebagian celah yang dapat digunakan untuk melakukan serangan, hal
ini disebabkan oleh fleksibilitas suatu peralatan sehingga dapat
di-reprogram dan kemampuannya untuk berhubungan (networked) dengan
peralatan lain.

Namun ada 2 bagian dimana komputer terlibat dalam aksi kejahatan:

1. Bentuk Kejahatan ini merupakan kejahatan lama yang menggunakan
komputer sebagai alat, sebagai contoh adalah sebagai tempat
penyimpanan berbagai ilegal image dalam sebuah hardisk yang nantinya
akan dicetak, penyalahgunaan terhadap ponsel semakin meningkat
ditambah dengan download ilegal dari berbagai musik dan bentuk-bentuk
pembajakan yang lain yang juga semakin menjamur.

Pedofilia, sebenarnya kejahatan lama yang dieksploitasi sedemikian
rupa menggunakan komputer dan internet sehingga dapat cepat dijual ke
penjuru dunia dan menghasilkan miliaran dolar bagi pebisnis ini.
Contoh lain adalah phising, trik yang meyakinkan dari spoofing email
dan website untuk melakukan penipuan yang kesemuanya digunakan untuk
memperoleh informasi-informasi rahasia dan sensitif.

2. Bentuk Kejahatan baru dibuat dengan bantuan teknologi yang lebih
spesifik. Sebagai contoh adalah denial of service attacks (DoS), yakni
membanjiri web server dengan ledakan data dari kapasitas server yang
dapat melakukan maximum proses, sehingga web server akhirnya down dan
offline. Bentuk kejahatan lain adalah menyerang komputer (seringkali
proses ini disebut hacking atau melakukan akses yang tidak sah ke
dalam sistem computer), aksi yang lain seperti menulis virus dan
malware untuk mengcopy dan men-delete data-data yang sudah tersimpan
dalam server.

Selain itu serangan kepada komputer sendiri juga terbagi dalam beberapa bagian:

a. Mencoba untuk mengakses informasi yang tersimpan di dalam komputer.
Informasi bisa saja sangat bernilai bila dijual kembali (corporate
espionage), bisa juga sangat bernilai tinggi kepada pemilik data
tersebut (minta uang tebusan) atau bisa juga berguna untuk berbagai
macam aktifitas illegal seperti fraud (penipuan).

b.Mencoba untuk menghalangi fungsi komputer itu sendiri. Bisa juga
komputer dapat dikontrol yang dapat di digunakan untuk mengirim spam,
sebagai host untuk illegal content dan bisa juga untuk memimpin
berbagai serangan jarak jauh kepada computer lain.

Berbagai macam serangan tidak memiliki sasaran yang spesifik. Serangan
kepada komputer terjadi begitu saja, bisa terjadi kepada komputer
rumah, organisasi dengan jaringan computer yang besar atau seluruh
infrastruktur juga dapat dipakai sebagai sasaran serangan.

Para penyerang menggunakan komputer untuk mencoba melakukan perusakan
fungsi Critical National Infrastructure (CNI) seperti layanan
emergency, telekomunikasi, distribusi energy dan finance, dan semua
hal yang menggunakan IT dapat diserang oleh para hacker.

Banyak system CNI yang dulunya terisolasi sekarang dapat terhubung ke
internet, hal ini juga dapat menambah celah keamanan obyek vital
tersebut. Ada berbagai spekulasi mengatakan, prospek teroris semakin
tumbuh dengan menggunakan model serangan elektronik yang menggunakan
sistem komputer dan jaringan komputer sebagai sasaran.

User Awareness

Bentuk kepedulian user terhadap kejahatan elektronik dan kejahatan
computer akan dapat menurunkan jumlah kejahatan ini. Memang tidak
terlalu signifikan jumlah penurunannya, tetapi untuk dapat menghambat
harus dimulai dari kepedulian ini. Seperti kejahatan konvensional,
kejahatan komputer dapat dikurangi dengan berbagai hal kepedulian,
seperti:

1. Sering mengganti password, minimal sebulan sekali bagi orang yang
suka bertransaksi dengan internet.
2. Tidak menggunakan password yang mudah ditebak, seperti terlalu
pendek, menggunakan nama keluarga, nama binatang kesayangan dan
lainnya.
3. Tidak menggunakan account yang sama antara administrator dengan
user biasa, karena hal ini dapat mengacaukan otoritas penggunaan, saat
account administrator dipakai sebagai user maka user tersebut sudah
mimiliki otoritas yang sangat tinggi untuk memanage proses-proses yang
sensitif. Bayangkan account administrator ini jatuh kepada orang lain
yang tidak berhak, maka seluruh informasi rahasia dapat dikeluarkan
dengan mudah.
4. Tidak membiarkan komputer terbuka dan ditinggal tanpa password. Hal
ini sangat berbahaya, bisa saja dalam waktu 3-5 menit cukup bagi
penyusup memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi kepada komputer
yang kita pakai.
5. Tidak memberikan user account dan komputer kepada orang lain,
siapapun yang sudah kita kenal tidak dapat satupun dipercaya untuk
memegang account kita.
6. Tidak menggunakan situs jejaring umum untuk menyimpan
informasi-informasi yang bersifat rahasia, karena hal ini sangat
riskan dan rentan untuk dicuri oleh hacker.
7. Memproteksi jaringan dengan memasang berbagai perimeter seperti
Firewall, Intruder Detection System (IDS) dan Intruder Protection
System (IPS).
8. Melakukan Penetration Testing kepada semua network yang terhubung
ke external dan internal untuk mencari vulnerability yang ada.
9. Sering melakukan update patch untuk software-software yang telah
kita install ke dalam system jaringan.
10. Selalu membackup data-data yang ada di komputer kerja kita dan di
server, suatu saat crash maka masih ada data yang berada di storage
cadangan yang telah kita simpan dengan aman.


*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan
Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, sekaligus Dosen Keamanan Jaringan
dan cybercrime, dapat dihubungi di email: [email protected].

Kirim email ke