*Library & Information educat...@the Crossroad*

*: seminar and  interactive discussion*

Bandung, 16th -18th November , 2009



*Latar Belakang *

Beberapa tahun terakhir ini Pendidikan Perpustakaan di Indonesia menunjukkan
perkembangan yang menggembirakan, ditandai dengan semakin banyaknya
Perguruan Tinggi menyelenggarakan program studi Ilmu Perpustakaan dan
Informasi.Catatan terakhir terdapat  6 perguruan tinggi yang
menyelenggarakan  program strata 2, 11 perguruan tinggi untuk  program
strata 1 dan 11 perguruan tinggi untuk  program diploma.

Bagi akademisi maupun praktisi perkembangan ini tentu membuat kita semua
optimis akan masa depan profesi pustakawan. Di sisi lain  banyak isu
disekitar kita yang seharusnya diperhatikan dan disikapi dengan bijak
bersama. Definisi pustakawan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang
Perpustakaan No. 43 Tahun 2007 masih menyisakan ketidakpastian tentang peran
pustakawan dan non-pustakawan.

Penggabungan Badan/Kantor Perpustakaan dan Arsip disusul dengan
diberlakukannya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik pada tahun 2010
hendaknya menjadi perhatian kita semua karena juga merupakan ranah
Perpustakaan. Reformasi telah memberikan keleluasaan bagi penyelenggara
prodi ilmu perpustakaan untuk menyusun  kurikulum masing-masing dan
akibatnya kita tidak memiliki standard minimum sehingga  kualitas lulusan
prodi amat beragam. Situasi ini menjadi lebih tidak menggembirakan  dengan
kurangnya komunikasi dan kerjasama antar penyelenggara prodi padahal
*cooperation
and competetion* merupakan hal yang strategis untuk peningkatan kualitas dan
upaya berjejaring untuk meresponi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Sedemikian besarnya perubahan yang terjadi di sekitar kita dan menyikapi
perubahan dengan bijak merupakan tantangan tersendiri. Kepustakawanan tidak
lagi bermain di sekitar tataran wacana dan ruang kerjanya semata, ia harus
mampu memposisikan perannya menjawab tantangan *Library Leadership
*dan*Change Management
* atau ia akan tergerus roda perubahan.* *

Usia pendidikan perpustakaan di Indonesia yang cukup lama idealnya ibarat
manusia telah menginjak fase matang, mapan dan lebih bijak dan menghasilkan
lulusan-lulusan yang tidak saja memiliki kompetensi professional tetapi
diimbangi dengan kompetensi perilaku. Ia pun harus mampu menjadi pilar-pilar
yang menunjang kehidupan masyarakat madani. Bahkan – bersama-sama dengan
praktisi media – pustakawan diharapkan mampu menjadi pilar keempat dari
demokrasi. Inilah yang mendorong ISIPII untuk mengajak para penyelenggara
pendidikan prodi perpustakaan dan informasi, asosiasi profesi dan praktisi
duduk bersama untuk memikirkan bagaimana kita dapat memberdayakan profesi
kita.

*Tujuan*

1.      Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pendidikan perpustakaan

2.      Memetakan Pendidikan Perpustakaan dari perspektif kualitas serta
kebutuhan di masa depan

3.      Menyikapi tuntutan akan sertifikasi

4.       Merancang upaya-upaya advokasi dan promosi profesi kepustakawanan
di masayarakat Indonesia

5.      Merumuskan peran dan kontribusi profesi kepustakawanan dalam proses
demokratisasi masyarakat Indonesia

*Peserta*

·         Penyelenggara Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi se Indonesia

·         Ketua/Perwakilan Asosiasi Profesi Perpustakaan & Informasi

·         Praktisi

*Waktu & Tempat :*

Diskusi interaktif ini didahului dengan seminar setengah hari kerjasama
antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi dan ISIPII, pada tanggal 16
November petang hari di lokasi yang sama, Hotel Topas Galeria , Jl. dr.
Djundjunan No. 153 Bandung - 40173 ,

Ph: +62-22 6020 550 Fax: +62-22 6020 440   (http://www.topas-hotel.com/)

Diskusi interaktif berlangsung pada tanggal 16 -!8 November 2009 (berakhir
dengan makan siang) .

*Jadwal Acara :*

1.      Seminar dengan tema *Kepustakawanan di Era Dijital*

*Senin, 16 November 2009*

12.00 – 14.00              : Check in / Registrasi

 16.00 – 17.30             : Pembukaan

 19.00 – 21.00             : Keynote speaker (Goethe) Prof. Dr. Ursula
Georgy  :  President of KIBA - Konferenz der informations- und
bibliothekswissenschaftlichen Ausbildungs- und Studiengänge (Association of
Library and Information Science Education and Academic Studies)
http://www.bibliotheksverband.de/sektion-7/start.html



Dilanjutkan dengan Munas ISIPII,  parallel dengan Munas FPPTI



*Selasa, 17 November 2009*



Diskusi interaktif ISIPII, menghadirkan kontribusi pikiran dan pengamatan
beberapa penyelenggara prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan praktisi
akan keterkinian sekitar kepustakawanan Indonesia.



(1)   Mari Bicara Kwalitas vs Kwantitas Terkait Kebutuhan Tenaga
Perpustakaan Indonesia (UI)

(2)   *Best Practice on Managing Library Schools* : Prof Ursula Georgy

(3)   Fenomena Integrasi Informasi dan Demokratisasi : sebuah Tantangan bagi
Pendidikan Ilmu                    Perpustakaan dan Informasi, kolaborasi
Putu Pendit, Labibah Zein dan Imas.



       12.30 – 14.00 ISHOMA



        (4) Paradigma Perubahan Nama Jurusan/Departemen (UNPAD)

        (5) Towards International Librarianship (UGM)

        (6) UU Perpustakaan dan Perjalanan Penyusunan Turunannya Terkait
Pendidikan dan Kompetensi             Pustakawan (Titiek Kismiyati, PNRI)



         17.15 – 19.30   ISHOMA



        Diskusi dengan tujuan Penyusunan Cetak Biru Kepustakawanan Indonesia


*Rabu, 18 November 2009*



08.30 – 12.00              : Lanjutan Diskusi interaktif

12.00                            : Penutupan dan check out



*Biaya Investasi dan Pendaftaran*

Biaya investasi  : Rp. 1.000.000,- (akomodasi 2 malam, makan dan materi
kegiatan), ditransfer terlebih dahulu.



            Transfer  ke BCA Kcu. Wisma GKBI

            No.rek. *0060331553* atas nama Hani Qonitah yang harus



*Pendaftaran : *

Ade Farida
                  Mahmudin

HP : 0813 1099 1010
       HP : 0815 1304 5504

imel : [email protected]
imel : [email protected]

Daisy Sekar Astina

HP : 0856 8056 192

Imel : [email protected]













*Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia*

*[email protected]*

Kirim email ke