*"farouk_1919" <[email protected]>* Sent by: [email protected]
11/24/2009 03:30 PM To [email protected] cc Subject [indo-com] Aku meremas jemari Client Matter Aku meremas jemari Aku hanya dapat meremas-remas jemari Meremas karena aku tak pernah merasa gemas seperti ini hari Duduk sendiri di kursi kayu jati Orang banyak menatapku sebagai pencuri Jangan Tanya kenapa aku ambil tiga biji kakao Karena hanya itu yang aku bisa Jangan bilang aku pencuri Karena aku harus beri makan anak cucu kami Tapi bagimu, tiga biji kakao sangat berarti Mungkin dengan cara itu rumahmu berdiri Tiga biji kakao bagimu segalanya Dengan cara itu anakmu sekolah di amerika Aku masih meremas jemari Takut jika suara palu berbunyi Hanya tiga ketukan dan aku masuk bui Untuk tiga biji kakao yang sudah kuberikan kembali Tuhan….. aku tidak sanggup melawan Yang aku hadapi orang-orang berpendidikan Tuhan.. ranting yang busuk terlalu kuat bagiku Jangan kau minta aku tumbangkan pepohonan Aku masih meremas jemari Kuharap pada cucuku ini tidak terjadi Tapi Tuhan, selain aku adakah orang lain yang juga seperti ini Tak berdaya di hadapan tirani Aku ingin Jemari-Mu tuhan. Jemari yang mampu meremas rakus pemakan segala Para serakah yang tak bisa melihat beda Mana musuh dan siapa yang harus dibela Aku ingin jemari-Mu tuhan. Jemari yang meremas hamba yang jadikan nafsu sebagai majikannya Memilih harta ketimbang menjadi mulia Bela kamu aku dapat apa? Katanya Aku mohon Jemari –Mu Tuhan…. Jemari-Mu Karena aku masih meremas Jemari….. Segenap Cinta untuk Mbok Minah Petani Dusun Sidoarjo Innallaha maa anti. ** <?subject=Aku+meremas+jemari> -- Bun-bunnya Salik (5th) dan Mikail (2th)

