Pentingnya Relasi Dari berbagai penelitian, ternyata disimpulkan ada tiga faktor
yang membuat orang bisa berumur panjang; pola makan, olahraga, dan relasi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Pola makan You are what you eat. Oleh Century Club - perkumpulan orang-orang yang berumur di atas 100 tahun - pepatah itu masih disambung, and you can eat your way into the Century Club or an early grave. Tak bisa disangkal memang, apa yang kita makan akan mempengaruhi kehidupan kita selanjutnya. John McDougall, MD, dari Universitas Hawaii memperhatikan bahwa imigran asal Jepang yang masih menganut pola makan tradisional mereka yang berupa beras, ikan, sayuran, dan buah-buahan terhindar dari penyakit degeneratif. Sementara anak mereka yang tumbuh dengan pola makan Amerika terkena penyakit obesitas, tekanan darah tinggi, serta berbagai penyakit serius lainnya di usia yang masih muda. Maka, panjang umur bukanlah semata masalah genetis, tapi pola makan. Sementara itu, Dean Ornish, MD, dari Universitas Kalifornia di San Francisco, membuktikan, pola makan berbasiskan tanaman - disertai dengan olahraga jalan kaki, yoga, dan meditasi - membuat kita terhindar dari penyakit hati dan tidak menimbun lemak atau kolesterol. Penelitian lainnya menunjukkan, pola itu ternyata efektif mengurangi tekanan darah tinggi. Dua dari tiga warga Amerika pada umur 50-an mengalami hipertensi, sementara di negara berkembang pada umur itu tekanan darah tak beranjak. Universitas Tulane mempelajari pola makan penduduk di pedesaan Cina yang lebih banyak makan secara tradisional, yakni beras, sedikit daging, serta banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar, tekanan darahnya relatif stabil. Tetapi ketika mereka pindah ke kota dan pola makannya berganti, tekanan darah mereka naik. "Gen mereka tidak berubah ketika pindah. Pola makannya yang berubah," kata Paul Whelton dari Sekolah Kesehatan Umum Universitas Tulane. Potasium bisa menjadi kuncinya. Sumber makanan nabati mengandung potasium 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan sodium. Para pakar yakin, mengkonsumsi lebih banyak sodium daripada potasium akan melawan disain dasar tubuh kita. "Manusia modern merupakan mamalia yang melakukan hal itu, dan hanya kita `kan yang terkena hipertensi," kata Boyd Eaton, radiolog dari Atlanta. Olahraga Olahraga merupakan obat mujarab lain untuk mengerem laju proses penuaan. Hasil studi memperlihatkan, olahraga dapat melindungi jantung dan tulang; memperbaiki perasaan, istirahat, dan ingatan; mengurangi risiko kanker payudara dan usus besar; mengurangi risiko kematian prematur; dan benar-benar memperpanjang hidup kita. Tak peduli memulainya terlambat. Masih ada keuntungan yang bisa diperoleh. Tahun 1986, Ralph Paffenbarger, MD, dari Universitas Stanford, menunjukkan hubungan langsung dan proporsional antara jumlah kalori yang dibakar per minggu dengan laju kematian. Kesimpulannya, semakin banyak kalori yang dibakar, semakin rendah laju kematiannya. Sebagai contoh, mereka yang membakar 2.000 kalori per minggu (setara dengan berjalan kaki sejauh sekitar 32 km) bisa menghemat setengah tahun laju kematiannya dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk-duduk saja. Paffenberg menekankan, untuk dua jam olahraga, Anda telah menambah umur satu tahun dalam hidup. Beberapa studi menunjukkan, latihan aerobik memperkuat hati, paru-paru, dan otak. Peneliti dari Universitas Tuft membuktikan, angkat besi menghasilkan keuntungan yang boleh juga. Miriam Nelson, PhD., menemukan bahwa latihan olahraga dua kali seminggu dapat menolong para wanita yang sudah dalam menopause memperoleh kekuatan, menghilangkan lemak, melangsingkan tubuh, dan memperkuat tulang, selain memperbaiki keseimbangan dan koordinasi. Relasi Umur panjang juga memerlukan pikiran yang sehat. Resepnya adalah tetap berhubungan dengan keluarga, teman, komunitas, dan organisasi. "Orang yang menjaga relasi dengan jaringan sosial akan memperoleh yang terbaik," kata Robert Kahn, psikolog dari Universitas Michigan. Daya juang dalam jangka panjang bergantung pada kegembiraan dan kemampuan untuk membuat segar dan menurunkan ketegangan. "Yang bisa berumur sampai 100 adalah mereka yang tidak menyerah untuk selalu berusaha," kata Lynn Adler, pendiri National Centenarian Awareness Project. "Mereka membagi kemampuan mereka yang luar biasa dalam menegosiasi ulang hidupnya pada setiap kesempatan, untuk menerima kehilangan yang tak terelakkan dan maju." "Individu-individu beruntung memiliki 'kegembiraan yang melekat' yang membuat mereka 'berkepribadian menyembuhkan-diri'," kata Howard S. Friedman, Ph.D., dari Universitas Kalifornia. Jika kegembiraan jauh dari Anda, ada beberapa petunjuk praktis: bersukarela menyediakan waktu untuk membantu sesama, ambil peran lebih dalam kehidupan keluarga, bergabung dengan organisasi kemasyarakatan, dan baktikan diri untuk iman Anda. REKOMENDASI MILIS: http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah http://groups.yahoo.com/group/relasimania http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak http://groups.yahoo.com/group/agromania http://groups.yahoo.com/group/katasibijak http://groups.yahoo.com/group/agromania http://groups.yahoo.com/group/indogitar http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu http://groups.yahoo.com/group/indowanted Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/relasimania/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
