Pentingnya Komunikasi dalam Permintaan Dana

Sumbangan tulisan bagi budaya pengajuan permohonan
Gunda Sauerbrey 
Referentin Information und Dokumentation 
Bundesverband Deutscher Stiftungen - Bonn

Naiknya pamor yayasan penyandang dana di Jerman terjadi sejalan 

dengan pesatnya pendirian yayasan-yayasan baru. Dibandingkan 

tahun 1989, saat ini jumlah pendirian yayasan baru naik hampir 

dua kali lipat (sekitar 300 yayasan baru per tahun). Hal ini 

memacu pula tumbuhnya kerjasama diantara yayasan-yayasan 

tersebut dengan para pemohon: suatu budaya pengajuan permohonan 

yang mengutamakan tanggung jawab bersama dan prinsip keadilan 

untuk memenuhi kebutuhan kedua belah pihak.  
  
Tangung jawab bersama 
Pada dasarnya peran dan bantuan masyarakat cukup penting dalam 

menunjang kegiatan yang dilakukan oleh yayasan pemrakarsa. 

Kerjasama yang baik diantara kedua belah pihak tentu saja amat 

diharapkan demi tercapainya penyelesaian optimal masalah yang 

dihadapi. Untuk itu diperlukan pemahaman terhadap cakupan 

kegiatan, usaha-usaha dan kemungkinan yang dimiliki 

masing-masing pihak. Proses pemahaman ini tidak saja merupakan 

dasar tercapainya kerjasama yang sukses dan intensif, melainkan 

juga sebagai prasyarat untuk bersama-sama memikul tanggung 

jawab sosial. 
  
Tahap 1: Konsep 
Mengingat banyaknya jumlah yayasan penyandang dana dan naiknya 

jumlah permohonan pendanaan dengan berbagai kemungkinan cara 

pembiayaannya, maka proses pencarian mitra kerjasama untuk 

mendukung suatu proyek yang direncanakan menjadi tidak mudah 

dilakukan. Persyaratan utama yang harus dipersiapkan untuk 

menjamin suksesnya kerjasama adalah pendefinisian tujuan proyek 

dan penjabaran perencanaannya secara jelas. Berdasarkan konsep 

proyek yang sudah pasti tadi, proses pencarian mitra kerjasama 

(dhi. yayasan penyandang dana) dapat dimulai. 
  
Tahap 2: Proses pencarian mitra kerjasama (yayasan penyandang 

dana) 
Setelah menyelesaikan pembuatan konsep suatu proyek, maka yang 

pertama kali perlu dilakukan adalah mencari yayasan-yayasan 

calon penyandang dana, kemudian menilai/meneliti 

yayasan-yayasan tersebut dan akhirnya mengajukan permohonan 

bantuan dana ke yayasan yang dituju. Sebelum permohonan 

diajukan, penting untuk terlebih dahulu mengetahui/mengenali 

kegiatan dan ruang lingkup yayasan yang dimaksud. Sebagai 

pegangan, disarankan untuk melihat buku Verzeichnis der 

Deutschen Stiftungen 2000 (Daftar Yayasan peyandang dana di 

Jerman tahun 2000) yang diterbitkan oleh Bundesverband 

Deutscher Stiftungen. Beberapa hal yang patut diperhatikan 

dalam menilai yayasan-yayasan tersebut adalah: 
• Jika disebutkan bahwa lingkup yayasan terbatas untuk regional 

saja, maka yayasan tersebut hanya akan memberikan bantuan 

pendanaan untuk proyek-proyek regional disekitar tempat 

kedudukannya. Misalnya, permohonan bantuan pembiayaan yang 

diajukan kepada suatu yayasan yang berkedudukan di Hamburg 

untuk proyek yang terdapat di daerah Niedersachsen akan sia-sia 

karena tidak akan diperhatikan oleh yayasan tersebut. 
• Dibawah rubrik Verwirklichung (Pelaksanaan) biasanya 

tercantum istilah "sponsor" (fördernd) dan atau "operatif" 

(operativ). Suatu yayasan sponsor (fördernde Stiftung) dapat 

memberikan bantuan finansial kepada pihak ketiga (pemohon), 

sedangkan yayasan operatif (operative Stiftung) hanya 

menyediakan dananya untuk pembiayaan proyeknya sendiri. 

Yayasan-yayasan yang mencantumkan baik "sponsor" maupun 

"operatif" sebagai cirinya, bersifat fleksibel, artinya selain 

mendanai proyeknya sendiri yayasan tersebut juga bisa 

memberikan bantuan dana kepada pihak lain. Jika suatu yayasan 

mencantumkan petunjuk tambahan "tidak melayani pengajuan 

permohonan" (keine Antragsmöglichkeit), disarankan untuk segera 

mencoret nama yayasan tsb. dari daftar. 
• Hal lain yang juga penting diperhatikan adalah informasi 

mengenai kondisi keuangan yayasan untuk memberi gambaran 

kemampuan yayasan tersebut mendanai suatu proyek kegiatan. 
• Berdasarkan besarnya proyek, perlu ditentukan jumlah yayasan 

yang berpotensi untuk diajak bekerjasama. Perlu diteliti dengan 

cermat yayasan mana sajakah - berdasarkan tujuan dan 

penghasilan tahunan - yang sesuai dengan tujuan proyek. Setelah 

diperoleh daftar yayasan terpilih, disarankan untuk menghubungi 

secara langsung - baik melalui surat ataupun lisan/telepon - 

masing-masing yayasan guna memperoleh informasi mengenai 

kegiatan utama yang sedang dikerjakan. Tidak jarang suatu 

yayasan hanya melakukan satu macam kegiatan utama saja dalam 

kurun waktu tertentu. 
  
Tahap 3: Pengajuan lamaran 
Seringkali yayasan-yayasan yang besar mensyaratkan formalitas 

tertentu untuk pengajuan permohonan pendanaan. Hal tersebut 

hendaknya diperhatikan dan informasi yang diperlukan sedapat 

mungkin dipersiapkan dengan baik. Informasi yang sebaiknya 

tercakup dalam proposal permohonan bantuan adalah sbb.:  
• Tema proyek ditulis dengan jelas dan menjadi judul dokumen. 

Tema proyek sebaiknya berkaitan dengan hal yang kongkrit dan 

profesional serta dapat dijelaskan dengan baik dalam maksimal 

dua subjudul. 
• Uraian singkat dan padat mengenai proyek yang akan 

dikerjakan. Merupakan ringkasan umum dari beberapa hal penting 

seperti garis besar lingkup permasalahan, kebutuhan yang ada 

dan saran-saran penanggulangannya. Bagian ini terutama harus 

bisa menimbulkan rasa keingin tahuan dan minat para pembaca. 
• Uraian proyek secara rinci. Uraian proyek ini terutama berisi 

aspek-aspek penting yang dituliskan secara ringkas dan padat. 

Pembahasan yang panjang lebar sedapat mungkin dihindari 

mengingat ketiadaan waktu untuk membacanya. Bagi yayasan yang 

tidak memiliki tenaga administrasi dan perlengkapan memadai, 

faktor waktu ini perlu mendapat perhatian khusus.  
• Penentuan tujuan atau kelompok tujuan. Bagian amat penting 

suatu proposal adalah penjelasan mengenai tujuan dari proyek 

yang akan dikerjakan. Dalam hal ini perlu ditonjolkan kegunaan 

proyek tersebut untuk umum. Berkaitan dengan itu maka 

keberhasilan suatu proyek menjadi penting, yang dapat 

dijelaskan melalui penjabaran rinci hasil-hasil proyek yang 

diharapkan dan akibat yang ditimbulkannya. 
• Metodik dan Cara. Dibagian ini dituliskan bagaimana cara 

untuk mencapai tujuan diatas dan apa alasan yang mendasari 

digunakannya metodologi tertentu serta hasil akhir yang 

diinginkan. 
• Rancangan biaya dan sumber pembiayaan. Perencanaan yang rinci 

mengenai biaya dan sumber pembiayaannya mutlak diperlukan. 

Biaya hendaknya dijabarkan dalam biaya total proyek dan biaya 

per pos kegiatan. Demikian pula halnya dengan sumber 

pembiayaan, hendaknya dicantumkan berasal dari mana: modal 

sendiri, bantuan pihak ketiga, bantuan pemerintah dsb. Tidak 

lupa dituliskan juga jumlah biaya yang diminta dari yayasan 

dimaksud. Untuk proyek-proyek yang berkelanjutan (berjangka 

waktu lama) disebutkan pula sumber-sumber pembiayaan lanjutan 

yang sudah direncanakan. 
• Penjadwalan. Berkaitan dengan rencana biaya dan keuangan 

perlu dijelaskan pula lamanya proyek dan tahapan 

penyelesaiannya. Adakah jadwal kemajuan pekerjaan untuk jangka 

pendek, menengah dan jangka panjang?. Kapan harus dilakukan 

transfer dana?. Pertanyaan semacam itu hanya bisa dijawab 

dengan perhitungan waktu yang teliti. 
• Keterangan mengenai penanggung jawab proyek. Meliputi Nama, 

Pekerjaan/Tugas, Alamat, Nomor telepon dan fax untuk memudahkan 

hubungan. Selain itu juga dianjurkan untuk mencantumkan 

informasi mengenai intitusi atau organisasi terkait : Nama, 

Tempat kedudukan, Ruang lingkup, Tahun didirikannya, Tugas dan 

Tujuan serta informasi lain yang penting. Penting diingat bahwa 

yayasan penyandang dana perlu mempunyai gambaran yang 

menyeluruh dari si pemohon, demikian pula kewenangan dan 

kualifikasinya untuk merealisir proyek yang diajukannya. 
• Informasi tambahan dan tawaran untuk berdiskusi. Salah satu 

kunci keberhasilan kerjasama adalah adanya keterlibatan secara 

pribadi. Untuk itu kesediaan melakukan pembicaraan atau diskusi 

bagi kedua belah pihak akan sangat membantu. Hal ini 

mengisyaratkan adanya minat dan kejujuran untuk bekerjasama 

dengan yayasan dimaksud. Pembicaraan antara kedua belah pihak 

tersebut memungkinkan pula penyampaian dokumen penting lain 

yang diperlukan. 
  
Beberapa saran diatas dapat kiranya menjadi pedoman untuk 

menyusun pengajuan permohonan dan mengawali kerjasama diantara 

anda dan yayasan penyandang dana. 








REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/indowanted
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/relasimania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke