Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
  Inspirasi: Illustrated Zen Story
   Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu 
pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi 
pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia 
lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang 
itu bertapa.
   Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh 
wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru."
   Sang Guru mengangguk-angguk.
   Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang 
diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?"
   Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
   Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya. 
  Hamba tak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat 
lagi, berapa lama saya bisa berhasil?"
   Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
   Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai 
bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, 
lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, 
menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang 
sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?"
   Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga 
puluh tahun."
   Pojok Renungan : Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah 
dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu 
mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya. 
  

Kirim email ke