Seorang korban datang dari Klaten. Membawa kabar duka ke
sekian. Warganya 18 orang menuju sakratul maut. Rumah 
sakit sudah menyerah. Mereka harus siap-siap dengan 
prosesi pemakaman ke sekian.
==============================
SPONSOR LINK: Kirim SMS Gratis
http://smscity.com/?rid=434619
==============================
Kain kafan tak tersedia di manapun mata memandang. Meski
demikian, uang 400 ribu diberikan ke seorang relawan. 
Misinya: cari kain kafan.

Entah siapa sang relawan, kami pun tak kenal. Yang jelas 
dia datang, menyatakan siap bergabung. Dari pagi hingga sore, tak ada kabar. 
Bendahara mulai gelisah.

Menjelang Maghrib datanglah sang relawan. Membawa 
segulung kain kafan. Dengan muka sumringah.

"saya berputar. Tak ada kafan dimana-mana".

Akhirnya di daerah Jalan Prambanan km 19 ada Dewa 
Tekstil, yang sudah bersiap tutup.

"Mbak saya mau beli kain kafan. Untuk 18 orang korban 
gempa".

"Ambil saja Mas. Gratis". Ada mata sayu, dan senyum 
sendu seiring suara tulus itu.

"Alhamdulillah".

Lalu sang relawan, masih dengan senyum, merogoh saku 
celananya. Dikeluarkannya uang 400 ribu. Diserahkannya 
kembali ke bendahara.

"Gratis mbak, ini uangnya tidak jadi terpakai".

Sang bendahara, tersenyum. Masih merasa berdosa, karena 
sempat berprasangka buruk.

"Terimakasih mas".

"Eh, siapa namamu".

"Aris".

Aku tersenyum. Masih ada harapan. Meski langka, masih 
ada kejujuran di negeri kampung maling.

Terimakasih Aris.

Kirim email ke