Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita kadang menyebutnya sebagai `hoki'.  Itulah keberuntungan. Ada
orang yang begitu yakin bahwa segala sesuatu itu bergantung pada
keberuntungan. Ada pula yang sama sekali tidak mempercayainya. Tidak
jarang keberuntungan dianggap sebagai sesuatu yang tidak lebih dari
sekedar cerminan sikap inferioritas orang-orang yang bisa saja
berhasil, sekaligus calon kambing hitam bagi orang-orang yang gagal.
Orang berhasil yang rendah diri menganggap bahwa keberhasilannya
itu `hanyalah sebuah keberuntungan' belaka. Sementara orang-orang
gagal dapat dengan mudahnya mengatakan; `saya kurang beruntung,
makanya saya gagal'. Sesederhana itu. Ada dua pandangan ekstrim
disini. Pertama, kemasabodohan dan kedua, ketergantungan terhadap
sebuah keberuntungan. Sebagian orang menganggap bahwa kemasabodohan
membawa penganutnya kepada sikap pencaya diri yang berlebihan. "Ini
hasil kerja keras gue. Nothing to do with keberuntungan!". Orang ini
semata-mata mengandalkan unsur kasat mata. Cenderung agak `kering'
dari unsur ruh atau spiritualitas. Sedangkan sebagian orang lainnya
berpikir bahwa ketergantungan kepada keberuntungan menyebabkan
penganutnya cenderung kurang indipenden. Bahkan sekalipun mereka
sebenarnya memiliki kemampuan teknis yang memadai, namun, dia sering
dikendalikan oleh keraguan atau kekhawatiran; "Jangan-jangan
keberuntuangan tidak sedang berpihak pada saya".  Tetapi, benarkah
keberhasilan kita sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan
keberuntungan? Ataukah, justru keberuntunganlah yang menyebabkan
kita berhasil?

Kirim email ke