Setiap apa y dipikirkan... setiap apa y ditulis... setiap apa y diucapkan... setiap apa y kita lakukan... kelak, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Bila tulisan itu membawa kebaikan tentu saja ia tersenyum dan bersyukur, namun apa jadina bila sebaliknya???
Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya). (An Nuur : 24 - 25) Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Al Zalzalah 7-8) Kadang, penulis ingin berbagi hal y ia temukan dalam proses hidupnya, namun tak jarang menimbulkan pro dan kontra. Tentu saja hal ini menarik, karena tulisan itu bisa menimbulkan respon. Bila tulisan itu bagus, ada y menyanjung namun bila dia melakukan kesalahan, mungkin lebih banyak kritikan daripada sanjungan y pernah diterimanya. Reaksi seperti itu, mau nggak mau yah diterima saja dan mungkin lebih baik bila diambil positifnya. Bisa saja kritikan itu membuat kita mempunyai pandangan dan inspirasi baru. Sebenarnya seorang penulis tidak gila akan pujian. Karyana dibaca itu udah cukup. Namun, jauh dalam hatina ia juga mengharapkan pengertian sebagai sesama manusia dimana ia juga makhluk y tak luput khilaf. Jadi... jangan tuntut ia untuk selalu sempurna meski dalam tulisana ia pernah membawa sebuah pesan. ******************************************** Milis ini disponsori juga oleh Penerbit Boki Cipta Media Penerbit buku best seller dan kontroversial berjudul: JANJI & KOMITMEN SBY-JK TERNYATA HANYA ANGIN? Lihat videonya dan dapatkan bukunya di: http://janjisbyjk.blogspot.com/ Buruan sebelum kehabisan!! Simak testimoni dari : Musdah Mulia, Sys NS, Usman Hamid, Ratna Sarumpaet, Farhat Abbas, Ratih Sanggarwati Wimar Witoelar, dan tokoh terkenal Indonesia lainnya. ******************************************** Menjauhlah dari orang-orang yang mencoba mengecilkan ambisimu. Orang-orang kerdil selalu melakukan hal itu, hanya orang-orang besar sejati y membuatmu merasa mampu menjadi orang besar. (Mark Twain, Sastrawan Amerika, 1835 1910) Penulis awam hanyalah manusia y menguraikan pikiran dan perasaan kemudian membagikannya pada dunia meski kadang hal itu tidak bersifat komersil. Kadang pernah c A menasehati c B alangkah lebih baikna bila seperti ini seperti itu. Namun diwaktu y lain ia melakukan kesalahan seperti c B. Nah, apakah penulis tersebut bisa dikatakan munafik???. Tentu saja tidak selalu seperti itu. Misalnya saja dalam hal keimanan dimana seorang penulis pernah menasehati c A untuk sholat tepat waktu, namun diwaktu y lain ia pernah menunda sholatna. Nah, bagaimana kita menyikapina??? apa kita pantas mencacina habis-habisan??? Atau membicarakannya dengan orang lain??? tentu saja tidak. Keimanan seseorang itu seperti tubuh... seperti hati... y bisa berfluktuasi. Menurunnya kondisi tubuh bisa terlihat mata ketika tubuh menunjukkan bukti-bukti fisik seperti demam, batuk, flu dsb sedangkan bukti non fisikna seperti penyakit maagh, kanker ganas ditubuh atau rematik y tak terlihat mata secara langsung. Pada hati, kondisi itu menurun terlihat dari bukti fisik seperti kelopak mata y cekung karena kebanyakan menangis, seperti tubuh y kurus karena tidak nafsu makan dsb sedangkan non fisikna... tetntu saja pada hatinya dan cuma dia sendiri y benar-benar bisa merasakannya. Sedangkan pada keimanan, kondisi menurun terlihat dari bukti fisik seperti sholat y tidak setepat dulu, puasa y tidak serajin dulu dsb. Dan bukti non fisik laina seperti rasa malas untuk beribadah. Dalam contoh d atas, mungkin ketika ia menasehati c B, keimanannya sedang naik, namun diwaktu ia menunda sholat keimanannya sedang menurun. So, kalo B mengetahui hal itu alangkah lebih baikna bila mengingatkan c A dengan cara y baik. Bukankah kita semua adalah saudara y harus saling mengingatkan???. Jangan memandang sebuah tulisan dari orang y menulisnya... jangan memandang siapa y menyampaikannya... Dan jangan membandingkan tulisanya dengan sikapnya kemarin atau saat ini... akan tetapi lihatlah apa y d sampaikannya... adakah maksud y dapat diambil??? Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al ´Ashr : 1-3) Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujuraat : 12) Permisalan y lain, seorang penulis pernah berkata pada temannya "Sabar yah... Ujian itu ada karena Allah sayang ama kita" Namun diwaktu y lain ia mendapat pendingin hati y tak jauh berbeda dari sahabatnya dengan kalimat indah "Allah kasih ujian karena Ia sayang pada makhlukNya, apa tidak mau disayang olehNya?". Bila penulis menitikkan air mata dan mendapat kembali kata-kata y kurang lebih pernah ia berikan pada orang lain, maka... jangan salahkan dia... penulis juga manusia... penulis juga pernah terluka... penulis juga pernah khilaf... dan jangan menuntut penulis untuk selalu tetap tetap tersenyum... atau selalu berpijak dipuncak ketegaran demi kekagumanmu!!!. Kadang... dari ketulusan air mata itu ia menyentuh hati orang lain dengan ijinNya dan dari air mata itu pula, kebahagiaanya bisa terasa lebih berharga. Hanya manusia y merasakan keputusasaan puncak y mampu merasakan kebahagiaan y sempurna. (WilliamTrevor) Kadang, saya sendiri malu bila hati dan pikiran bertemu dengan tulisan y pernah saya tulis atau y akan saya tulis. Saya bercermin dengan diri saya sendiri dan hati saya pun berkata "Ya Allah... betapa hambaMu ini masih terlalu banyak y harus diperbaiki" :((. Tak hanya malu dengan Allah, namun juga malu dengan diri saya sendiri. Kadang pula, meski dalam hati tak terbesit riya, sok dewasa, sok alim... (Semoga Allah menjaga hati kita dari segala penyakit hati), namun ada juga y punya pikiran seperti itu. Saya menghargai banyak reaksi, apapun itu... Namun, sejauh ini saya tak ingin berhenti menulis lantaran reaksi negatif tersebut. Saya percaya pada Allah dan hanya Ia y lebih mengetahui isi hati hambaNya. Saya tidak akan berusaha mencari pembenaran diri bila itu masih saya rasa kurang perlu. Saya hanya berusaha mencari jalan agar Allah ridho meski hanya lewat tulisan.... meski dengan cara y cukup awam... meski dalam bentuk y cukup kecil... Bila ada kebaikan dalam tulisan itu, maka kebaikan itu berasal dari Allah dan hambaNya hanya perantara ... Bila ada kekhilafan, maka khilafnya itu berasal dari manusia. Nasehat itu ada karena Allah... karena Allah... dan karena Allah... Saya rasa, hampir penulis awam merasakan dilema antara menulis sesuatu atau tidak. Jangankan penulis awam, hampir kebanyakan penulis senior aja hampir merasakannya. Misalna para wartawan y ingin mengungkap suatu kebenaran, namun karena hal-hal tertentu ada tulisan y harus tak ter-publish. Mari kita belajar dari pengalaman hamba Allah y bernama Luqman Hakim... Pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, sedangkan anaknya berjalan dibelakangnya. Melihat tingkah laku Luqman itu, ada orang y berkata, 'Lihat... itu orang tua yang tidak punya hati, anaknya dibiarkan berjalan kaki." Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu membiarkan anaknya di atas himar itu. Melihat hal itu, orang di pasar pun berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya dengan nyaman menaiki himar, sungguh kurang sopan anak itu." Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun ikut naik ke atas dan duduk dibelakang anaknya. Kemudian ada yang berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, bukankah itu menyiksa himar." Karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikendarai." Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan memberi komentar pada mereka,. Ia berkata "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu." Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya." Hikmah : Pandangan orang itu berbeda-beda. Ada y pro dan kontra. Jadinya wajar bila sikap kita sering tidak ada benarnya dimata setiap orang. Cukuplah hanya Allah tempat kita meminta pertimbangan. Wallahualam... Apapun tulisan itu... dan apapun y telah, sedang dan akan terjadi... bagaimanapun juga... penulis juga manusia!!! ;p Ketegaran hati seorang penulis terlihat ketika ia berani memilih untuk berbagi dengan dunia... tentang sesuatu... Y SANGAT DI HINDARINYA... SESUATU Y BISA MEMBUATNYA LEBIH TERLUKA... (c-ya) Aku menulis bukan karena aku memahami dunia, melainkan karena aku tak memahaminya. (Gerald Murnae) Dengan segala kerendahan hati, saya minta maaf bila ada hal y kurang berkenan dihati saudara, karena sesungguhnya saya masih sangat awam dan masih jauh dari sempurna... Jazaakallah Khairan... Wassalam Dilema Penulis Awam "Penulis Juga Manusia" Bumi Kera Ngalam, 11 Februari 2008 Best Regards, c-yakuw [EMAIL PROTECTED] http://cheya.blogspot.com --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. [Non-text portions of this message have been removed]
