Siang ini terasa terik, terlihat seorang nenek berjalan masuk ke terminal 
Bungurasih. Dengan membawa tas berat dan sebuah karung berisi kebutuhan pokok 
sehari-hari (baca: sembako). Hari itu sang nenek baru saja pergi berkunjung ke 
rumah saudara di Surabaya seorang diri, hanya karena merindukan sanak 
saudaranya. Bawaan berat yang merupakan buah tangan dari saudara, membuatnya 
berjalan tertatih-tatih.   
  Di jalan masuk terminal, 
  ”Mbah, sini saya bantu membawa karung itu,” ucap seorang pemuda yang 
tiba-tiba sudah ada disampingnya.
  Sang nenek terkejut, ”Oh, berat Nak!”
  ”Sini mbah,” segera diambil alih karung dan tas yang menjadi bawaan sang 
nenek.
  ”mbah mau kemana?”
  ”Saya mau pulang ke Malang, Nak”
  ”Ke sini mbah,” kata sang pemuda sambil membimbing sang nenek menuju sebuah 
bus. Diantarnya sang nenek sampai mendapat tempat duduk di dalam bus.
  ”Terima kasih Nak, semoga Allah membalas dengan yang lebih baik”
  ”Amin”
  ”Laaillahaillallah...” ucap sang nenek.
   
  Sampai di Terminal Arjosari, sang nenek turun. Waktu telah mendekati waktu 
berbuka. segera sang nenek mampir ke salah satu toko.
  “Nak, saya mau beli nagasarinya satu,” kata seorang Nenek.
  ”Nenek ndak puasa?” tanya seorang gadis, penjaga toko.
  ”Puasa Nak, saya beli sekarang. Buat nanti saya makan pas buka, sekalian 
mencari tempat sholat”
  ”Sholat di sini saja Nek,” kata seorang gadis sambil memberikan nagasati dan 
segelas air minum, ”ndak usah Nek” tolak sang gadis saat sang nenek hendak 
membayar uang kue.
  ”Lho, speyan punya rezeki banyak to, koq sampai ndak mau nerima uang saya?”
  Si gadis tersenyum, ”alhamdulillah ada Nek”
  “Alhamdulillah...”
  ”Tapi saya ndak punya mukena?”
  ”Di sini ada mukena, nenek tinggal sholat aja”
  ”Laaillahaillallah...”
   
  Setelah selesai menunaikan kewajiban sholat maghrib, sang nenek bersiap-siap 
untuk mencari angkutan.
  “Nek, nenek makan dulu”
  “Oh, ndak usah Nak, nanti keburu malam”
  “Kalo gitu dibungkus aja ya Nek”
  sang nenek terharu “Laaillahaillallah...”
  kemudian sang nenek diantarkan gadis itu menuju ke sebuah angkutan.
  ”Nek, sudah saya bayar uang angkutannya. Hati-hati,” kata si gadis tersenyum.
  ”Terima kasih Nak”
   
  Di dalam angkutan, hanya terdapat satu penumpang. maklum hari sudah mulai 
beranjak malam. Sang nenek tersenyum kepada penumpang satunya, dan  dibalas 
tdengan senyuman.
  ”Nenek, darimana?” tanya penumpang lain.
  ”Saya dari Surabaya,” pembicaraanpun berlanjut dan sang nenek mulai berkisah 
tentang perjalanannya dan segala bantuan yang didapat selama perjalanan. Sang 
nenek bercerita dengan rasa haru dan mata berkaca-kaca, yang tak pernah 
dilupakan sang nenek adalah pelafalan “Laaillahaillallah...” di setiap sela 
ceritanya.
  Di akhir cerita sang nenek hanya bertutur,
  “Tangan Allah banyak Nak, Percayalah Allah selalu meringankan beban hambaNya. 
Laaillahaillallah...”
   
    *Terima kasih Bu Supiah, untuk perkenalan singkat yang memberi banyak 
pelajaran berharga*

"Keindahan selalu muncul saat manusia berpikir positif"

sinthionk et yahoo dot com; sinthionk et gmail dot com
http://sinthionk.multiply.com; http://sinthionk.rezaervani.com
YM: sinthionk


       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

Kirim email ke