MENGGALI POTENSI KEBAIKAN DARI HATI NURANI
Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi kebaikan yang ada dalam hati
nuraninya. Semua itu tercermin ketika dirinya merasa senang / bahagia bila
menerima kebaikan dari orang lain.
Seseorang yang memiliki perangai judes sekalipun akan senang bila diberi senyum
oleh orang lain.. Seorang yang pelit dan kikirpun dia akan merasa senang bila
dibantu orang lain. Seorang pemarahpun akan senang hatinya ketika orang
bertutur kata dengan ramah dan santun.
Sebaliknya seorang raja koruptor, dia pasti akan mencari karyawan yang jujur
apabila dia membuat perusahaan, walaupun modal untuk membuat perusahaan
tersebut hasil dari korupsi. Seorang penipu ulung akan marah apabila dirinya
dibohongi. Seorang pezina yang senang menziai istri orang atau anak orang pasti
dia akan marah besar ketika dia tahu istri atau anaknya dizinai orang.
Itulah fitrah nurani manusia yang pada dasarnya bisa membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk/jahat. Kecenderungan manusia untuk berbuat mungkar
disebabkan oleh kekuatan nafsu syaithaniyah lebih dominan menguasai hati,
fikiran dan jasad manusia sehingga mengalahkan kekuatan Ilahiyah yang
bersemayam dalam nurani manusia.
Manusia diberi hati, nafsu dan akal oleh sang Khalik lengkap dengan
tuntunannya. Ada dua pilihan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Memilih jalan
kebaikan dengan segala konsekwensi yang telah dijelaskan dalam tuntunan-Nya,
atau memilih jalan sesat dengan segala konsekwensi atas apa yang menjadi
pilihannya.
Ketika manusia menyadari bahwa dirinya adalah makhluk Tuhan, maka untuk
memahami siapa dirinya, butuh petunjuk dari sang pencipta. Karena hanya
Tuhanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menjelaskan tentang siapa manusia
sebenarnya, karena yang paling tahu tentang sesuatu yang diciptakan, dari apa
dia diciptakan dan tujuan diciptakan adalah sang pencipta itu sendiri.
Menggali potensi kebaikan dari hati nurani manusia harus merujuk kepada
petunjuk dan tuntunan Tuhan sebagai pencipta sekaligus yang menguasai segala
sesuatu yang diciptakannya. Kebaikan adalah sesuatu yang apabila orang lain
berbuat sesuatu kepada kita kemudian hati nurani kita merasa senang dan
bahagia.Bila hati nurani kita senang dan bahagia menerima kebaikan dari orang
lain, begitupun sebaliknya, orang lain akan merasa senang dan bahagia hati
nuraninya ketika menerima kebaikan dari kita. Berarti, memberi kebaikan kepada
orang lain sejatinya kita sedang memberi kebaikan kepada diri kita sendiri.
Sebaliknya perbuatan buruk/jahat, adalah apabila orang lain melakukan suatu
perbuatan, hati nurani kita akan menentang, dengan kata lain, perbuatan yang
bertentangan dengan hati nurani akan mengakibatkan orang lain merasa kesal dan
marah. Ketika hati nurani kita menentang perlakuan buruk dari orang lain, maka
yakinlah bahwa orang lainpun sama tak ingin diperlakukan buruk. Berarti sebelum
kita berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan orang lain, tanyankan dulu kepada
hati nurani kita, bagaimana perasaan kita apabila menerima perlakuan buruk dari
orang lain. Ketika kita sedang berbuat jahat kepada orang lain, sejatinya kita
sedang berbuat jahat kepada diri kita sendiri.
Mari kita jadikan hati nurani kita sebagai dasar penggerak untuk memberikan
kebaikan kepada orang lain, sekaligus sebagai benteng yang bisa menahan
keinginan untuk berbuat jahat kepada orang lain. Dan semua itu bisa kita
peroleh dengan cara kembali kepada petunjuk dan tuntunan Sang Khalik.
Semoga bermanfaat.
Salam IHSAN
Ridwan Fadil
REKSA LEADERSHIP CENTRE
081317212141
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/