Wa'alaikumus salam warohmatullohi wabarokatuh

Saya tersenyum membaca balasan bapak. Jazakumulloh khoiron, bapak 
telah menolong saya, sehingga saya mengetahui kesalahan yang telah 
dilakukan untuk diperbaiki (walaupun kesalahan itu tidak sengaja). 

Umar bin Khoththob ra. pernah berkata, "Orang yang paling aku sukai 
adalah orang yang menunjukkan kesalahan-kesalahanku".

Mohon maaf, ada salah ketik di tulisan yang kemarin karena saat itu 
sudah terdengar adzan ashar, tidak mau ketinggalan jamaah seperti 
yang pernah dialami Umar ra. Sepantasnya kita mengambil pelajaran 
dari kisah sahabat tersebut.

Mengapa Umar ra merasa ketinggalan sholat jama'ah adalah sebuah 
musibah? Karena sholat adalah amalan yang utama bagi tiap orang yang 
mengaku muslim. Ini adalah amalan yang pertama kali dihisab pada hari 
kiamat. Salah satu pahala yang diterima oleh orang-orang yang menjaga 
sholatnya adalah memperoleh keutamaan "masuk surga tanpa hisab". 
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa jumlah orang yang dapat masuk 
surga tanpa hisab hanyalah 700.000 orang saja. Selain itu, orang yang 
sholat dengan khusyu' dijanjikan surga Firdaus nan abadi di yaumul 
akhir. Sungguh beruntung orang yang mendapatkannya. Dengan 
memperhatikan kenikmatan yang diperoleh di kehidupan akhirat tanpa 
ujung ini, bisa menjadikan kita lebih termotivasi untuk "menjaga" 
sholat-sholat kita. Aamiin.

Adapun Langkah Menuju Taqwa nomor 4 adalah MU'AQOBAH (memberi sanksi 
jika melakukan kesalahan atau kelalaian). Kalau kita mendengar 
seseorang berkata "saya di-'iqob, maksudnya "saya dihukum". 

Wasta'iinuu bish-shobri wash-sholaah wa innahaa lakabiirotun 
illaa 'alal khoosyi'iin. 

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya yang 
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' 
(tunduk patuh jiwanya).(QS Al-Baqarah [2]: 45)

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh


--- In [email protected], Koestomo Partoandojo 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>    
>   Terimakasih sekali jawabannya ttg TAQWA. Ada sedikit yang ingin 
saya tanyakan, yaitu 5 langkah menuju taqwa kok ada yang sama (no. 2 
dan no. 4) yakni MUROQOBAH. Apa salah ketik ? Sekali lagi terimakasih.
>    
>   Wassalamu'alaiku Wr. Wb.
>    
>   Koestomo.
> 
> annisa_fpb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
> 
> Mengenai derajat taqwa, maka Allah-lah yang paling mengetahuinya. 
Yang
> lebih penting adalah bagaimana kita dapat meraih derajat muttaqin di
> hadapan Allah SWT.
> 
> Ada 5 langkah menuju taqwa :
> 1. Mu'ahadah (mengingat perjanjian).
> Dasarnya adalh QS An-Nahl (16) : 91.
> 2. Muroqobah (merasakan kesertaan Allah).
> Di dalam sholat, tentu (semoga) kita measakan kesertaan Allah. Bukan
> hanya di dalam sholat, di luar sholat pun hendaknya demikian. Kita
> merasa diawasi oleh Allah. Selain itu, ada malaikat pencatat yang
> selalu menyertai dan mencatat amal2 kita dengan sangat jeli. Jika 
hal
> ini benar-benar diyakini, maka kuta tidak akan sempat untuk berbuat
> maksiat kepada-Nya.
> 3. Muhasabah (menginstropeksi diri).
> Atsar Umar ra : Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab pada hari 
kiamat.
> Bisakah kita bertanggung jawab dengan apa saja yang telah kita
> kerjakan? Bagaimana kita akan menjawab pertanyaan di akhirat kelak??
> 4. Muroqobah (memberi sanksi jika melakukan kesalahan atau 
kelalaian).
> Sebagai contoh dari sahabat, Umar ra kehilangan sholat ashar
> berajamaah karena sebuah kebun. Beliau ,menganggap al ini merupakan
> musibah. Oleh keranna itu, beliau menginfakkan kebunnya tersebut
> sebagai hukuman baginya.
> 5. Mujahadah (sungguh-sungguh / optimalisasi diri)
> Dalilnya Surat ke 17 ayat 19. Tanpa kesungguhan, kita tidak dapat
> mencapai apa yang kita cita-citakan. Cita-cita orang yang beriman
> adalah akhirat. Bagaimana agar ia bisa hidup bahagia di dunia dan di
> akhirat. Dunia ini fana, hanya senda gurau dan mpermainan, sedangkan
> akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya.
> 
> Dengan menghayati dan menempuh langkah2 di atas, semoga cita-cita
> menjadi orang yang bertaqwa (orang yang mulia) di sisi Allah dapat
> terwujud. Amiin.
> 
> Inna akromakum 'indallaahi atqookum.
> Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
> 
> --- In [email protected], Koestomo Partoandojo
> <p.koestomo@> wrote:
> >
> > Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> > 
> > Dalam surah Al Hujuraat ayat 13 dinyatakan bahwa orang yang paling
> mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Kata-kata
> "paling" berarti ada yang bertakwanya kurang atau pasti ada
> tingkatannya. Barangkali yang paling bertakwa adalah muttaqien. 
Mohon
> penjelasan ttg tingkatan dari takwa tsb. Terimakasih atas 
penjelasannya.
> > 
> > Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
> > 
> > Koestomo.
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your
> homepage.
> >
> 
> 
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! 
Search.
>


Kirim email ke