pancaroba (aku dan pancaroba)





Sisa temaram


Memburam di balik kacamata


Seakan terlepas dari tetes-tetes warna


yang bercumbu di atas kanvas


hening……..





malam telah meraja


hanya bulan dan garis sinar bintang


menancap di hatiku,




bening……..




malam ini


wajah langit tak lagi ku kenal


bahkan diriku


seperti aku tenggelam dalam nadiku sendiri




pancaroba (aku dan pancaroba)





Di tengah rimbun awan kelam dataran ini


Tanah tandus terpaku membingkai malam


Redup cahaya sampai ke bumi


Gelap matahari sampai ke dasar lautan


Tapi kini malam telah kembali


Bukan soal matahari


Bukan soal bulan lagi


Tapi tentang diriku


Tandus seperti dataran ini


Redup seperti aku akan kehilangan cahayaNya








Palsu kelakuan dunia (aku dan pancaroba)




Perih berdarah


Tajam gelisah





Bagai meneguk arak


Memaksa jantung berhenti berdetak





Jiwaku melayang


Hatiku mengeras seperti karang





Nadi-nadiku terputus


Meminta tumbal hati-hati yg haus





Nuraniku berkarat


Hari demi hari kebenaran terasa berat





Akalku berpesan


Pada raga yang kini dihuni setan





Mataku menangis


Rasakan kelakuan dunia sakit seperti teriris





Aku lebih baik mati


Daripada melihat dunia ini  mati










pelarian (puisi puisi malam di antara azab)




aku sudah tak mampu


tegakkan tubuh


pelihara sendi sendi yg mulai merapuh





ringan beban di mata


namun tak sama di atas pundak


lenyap dalam rongga yg sebentar lagi meledak





jauh jarak semakin menjauh


kendati sirna sinar dunia


lengkapi sudah apa yg memberatkanku





aku tak menegerti…


jiwa ini berontak menentangku


dari pulau permata menuju tanah berbatu





sedang kesesatan asyik menari nari


datang tak berhenti


paksa aku untuk mati di tepi





sudah lupakan saja semua


bertapa sampai tua


takan pernah hilangkan noda








pelarian (puisi puisi malam di antara azab)




Ribuan unggas menghiasi dinding langit


Pergi dari satu tempat ke tempat yang lain


Buat apa kalau bukan untuk bertahan hidup





Haruskah aku beranjak untuk bertahan hidup


Bedanya,


Mereka selalu bersama sedang aku sendirian





galunggung muntahkan lahar ketika marah


membabi buta warnai alam dg merah


buat apa kalau bukan untuk memperingatkan manusia





haruskah kuluapkan maki dan amarah pada manusia


bedanya,


galunggung tak punya salah sedang aku yg bersalah




doGol d' gReat






      ________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke