PUISIKU  TLAH HILANG TADI PAGI
                                                     Fiyan Arjun
                                             
   
   
  "Puisiku tlah hilang Mak tadi pagi," kataku pagi itu kepada ibuku
   
  "Puisi yang mana!" kata ibuku lagi.
   
  Ia tak tahu
   
  "Itu Mak puisiku yang aku tulis tadi pagi," jawabku lagi mengulangnya.
   
  "Hilangnya dimana...," ucap ibuku lagi. Kini giliran aku yang tak tahu.
   
  Puisiku tlah hilang tadi pagi.
   
  Ya, aku hanya bisa termangu.
   
  Meratap. 
   
  Merenung. 
   
  Tuk puisiku yang hilang tadi pagi.
   
  "Sudah ketemu?" kata ibuku saat ia melihatku duduk tepekur tak berdaya.
   
  "Belum, Mak!" lirihku.
   
  "Apa ini puisi yang kamu tulis?" tiba-tiba ibuku menunjukan secarik surat 
biru yang sudah tercabik-cabik. 
   
  Rusak.
   
  Rapuh.
   
  Tak seperti semula saat aku menulisnya.
   
  "Benar, Mak itu puisiku!" kataku saat melihat puisiku sudah ada di tangan 
keriput emakku.
   
  "Ya, sudah jangan bersedih lagi. Terpenting puisinya sudah ketemu." Kata 
ibuku lagi menghiburku.
   
  "Makasih, Mak," jawabku sambil mencium ibuku yang tercinta.
   
  Puisiku tlah hilang tadi pagi.
   
  Kini aku sudah mendapatkannya.
   
  Yang kudapatkan dari ibuku yang kusayang.
   
  Puisiku yang hilang tadi pagi kini sudah kutemukan.
   
  Puisi orang yang kusayangi untuk :  dirinya dan untuk diriNya.
   
  Ulujami, 09 Januari 2007
   
   


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke