Negeri Ketujuh
novi_khansa
Bila telah sampai pada negeri ketujuh, jangan lupa tetap menatap langit. Buat
lukisan indah dari mimpi dan angan.
Singgahilah negeri-negeri lain untuk dapatkan sekantung hikmah, setetes ilmu
dan secercah harapan.
Jangan pernah terlelap terlalu lama dalam keindahan negeri ketujuh, hingga
tak kau sadari kenikmatan bisa berhenti seketika...*
************
Ada
sebuah tempat bernama negeri ketujuh. Negeri puncak segala negeri.
Negeri indah, menyenangkan, damai penuh dengan kebahagiaan...
Sudah lebih dari beberapa bulan ini Diar ada di negeri ketujuh. Negeri yang
menyenangkan, penuh kehangatan dan nyaman. Diar begitu menikmatinya
hingga kadang tak peduli lagi dengan apa yang terjadi di luar negeri
itu. Diar terlalu sibuk untuk berkutat terus mengumpulkan pundi-pundi
hingga lelah dan terlelap dalam selimut indah, kasur empuk berisi bulu
angsa. Diar tak ingin pergi dari negeri ketujuh walau ada banyak orang
yang ingin menemui Diar. Diar teramat sangat sibuk memperindah tempat
barunya. Diar juga tak ingin meninggalkan negeri itu. Diar merasa
pejuangannya kemarin-kemarinlah yang membawanya ada di negeri itu.
negeri bebas ancaman, negeri tanpa bahaya.
Diar lupa pada tulisan peringatan di depan gerbang negeri ketujuh. Diar
terlena dalam kenikmatan negeri ketujuh.
Diar
kini tak lagi punya mimpi-mimpi. Cukup tinggal di negeri ketujuh saja
sudah bisa memenuhi keiginannya. Tapi, entah apa yang terjadi malam
itu. Ketika terlelap dalam hangat, Diar bermimpi ada di negeri angan,
kemudian terlempar ke negeri impian hingga akhirnya, Diar terbangun di
luar negeri ketujuh. Diar terpaku diam, ketika tak mampu lagi membuka
gerbang menuju negeri ketujuh.
Diar
tak mampu berkata-kata lagi, hingga hanya sesal yang menghantui diri.
Sesal karena tak pernah lagi melukis mimpi dan angan di langit. Tak
lagi mewarnai harapan dan asa di tengah laut. Diar terlelap di negeri
ketujuh.
Diar terdiam. Diar sadar telah lupa melukis
mimpi, lalai menggantung cita di langit. Tidak sembarang orang bisa
berada di sana. Tak semua orang bisa bertahan lama di sana. Hanya
mereka yang terus berlari dengan sangat cepat, bisa ada di sana. Diar
ingin sekali masuk ke negeri ketujuh, tapi tak mampu.
Diar
menaiki kereta kuda dengan sedikit bekal. Kereta kuda terus berjalan.
Kini Diar terdampar di pulau tak bertuan. Tak ada negeri yang ingin
menerima Diar. Sekarang, Diar tak bisa meninggalkan pulau itu. Diar
harus melukis mimpi di langit bila ingin ke luar dari pulau tak
bertuan. Diar menatap kosong langit. Semenjak di negeri ketujuh, Diar
sudah lupa pada mimpi-mimpinya.
Diar
benar-benar tak sanggup lagi berdiri tegak, bahkan tangannya kian
melemah melukis mimpi. Ditatapnya langit. Dipandangnya lautan luas
terbentang. Diar ingin merasakan dinginnya air laut hingga Diar
menemukan sebuah buku usang . Buku itu dilempar seseorang dari negeri
mimpi. Diar membuka buku itu dengan perlahan. Kenangan masa-masa Diar
melukis mimpi-mimpi di langit. Kenangan Diar pada kehangatan cinta di
negeri kasih. Kenangan Diar pada negeri angan, dan negeri-negeri yang
pernah Diar singgahi sampai pada negeri ketujuh.
Diar tertegun membaca mimpi-mimpinya. Banyak sekali yang tak Diar dapatkan.
Diar terjebak dengan rutinitas semu hingga Diar menemukan kenyamanan di negeri
ketujuh.
Diar
termenung. Langit begitu luas. Bintang-bintang bertaburan. Mimpi-mimpi
berterbangan mendekati bintang. Tampak di kejauhan anak-anak kecil
melukis mimpi, manusia-manusia dewasa mengukir asa. Beberapa orang
terlihat menggantung cita-citanya mendekati bintang.
Diar
mengambil pena dalam buku. Dalam hati, Diar pancangkan asa dan
cita-citanya. Diar tegak berdiri mencoba melukis mimpi di langit.
Mengingat satu demi satu impiannya. Hingga akhirnya terbentang jembatan
pelangi menuju negeri harapan. Diar langkah kaki-kakinya menjejak
harapan baru.
Di
sini Diar tinggal. Di negeri harapan. Diar bisa singgah ke negeri mimpi
untuk melukis. Diar bisa berlari menuju negeri cita untuk mengasah
ketrampilannya dan bisa sejenak duduk di taman cinta, mentafakuri
keindahan ciptaan-Nya.
Sejauh mata memandang, negeri ketujuh kembali jadi impian... melemparkan
senyuman paling indah untuk harapan dan kasih sayang...
*Tertulis di depan gerbang negeri ketujuh
Segala hal bisa diraih dengan kerja keras, Ayo terus bermimpi...
SEMANGAT :)
Untuk mbak
Lia, thanks for sharing :) Aku benar-benar mendapat pencerahan darimu. Luv u
coz Allah :)
novi_khansa'kreatif
~Graphic Design 4 Publishing~
YM : novi_ningsih
http://akunovi.multiply.com
http://novikhansa.rezaervani.com/
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping