Catatan Harian Pembelajaran Teknologi (Seri 001) TREND TEKNOLOGI : ORIENTASI KOMUNITAS SOSIAL
Akhir-akhir ini, semenjak menerima hadiah sebuah laptop dari salah seorang anggota milist [email protected] <http://groups.yahoo.com/group/rezaervani> dan hotspot gratis, penulis mulai bisa menikmati penjelajahan web dengan lebih leluasa. Yang terasa mengasyikkan adalah memanfaatkan download via torrent. Secara sederhana, teknologi torrent ini tidak hanya membuat kita memanfaatkan jalur download (mengambil file), tapi juga sekaligus mengoptimalkan jalur upload (mengirim file) ke komputer lain yang sedang mengambil file yang sama. Yang menarik adalah, setelah selesai mengambil file 100 % - komputer kita jika tetap tersambung ke internet, dapat terus membuka file tersebut untuk membantu komputer lain yang juga sedang mengambil file yang sama. Semakin banyak komputer yang terhubung, maka secara teori, semakin cepat pula proses pengambilan file yang dimaksud. Inilah salah satu sisi positif internet, sebagai representasi dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Setelah newsgroups, blog dan wiki yang juga memberikan percepatan dalam penyediaan informasi maya dengan berbasiskan komunitas, tampaknya trend teknologi internet terus bergerak ke arah optimasi komunitas ini. Dan peluang program-program Open Source untuk berkembang semakin pesat kian terbuka. Secara psikologis, kemudahan manipulasi identitas diri di belakang komputer, membuat banyak orang yang sebenarnya tidak cukup percaya diri untuk tampil ke muka, mampu menjadi penggerak yang sangat efektif. Kini, anda tidak perlu memiliki kemampuan memimpin baris berbaris untuk membentuk sebuah pasukan loyal, cukup dengan kekuatan dan kecepatan membaca dan menulis, dengan sedikit kemampuan analisa yang bisa diasah dengan meluangkan waktu mengamati fenomena-fenomena yang berkembang. Landscape bisnis-pun bergeser dari hard sell menjadi soft sell, keuntungan hanya dampak dari seberapa besar kemampuan kita mengelola komunitas ini. Kemampuan untuk men-differensiasi sebuah komunitas dapat berdampak terciptanya blue ocean, pasar baru yang belum pernah ada sebelumnya. Satu hal lagi yang juga terkadang luput dari perhatian kita, bahwa selain pasar baru, bisa pula terbentuk sebuah area pembelajaran baru dengan referensi yang sangat kaya. Jika kemudian seorang pengguna internet mampu menyusun kurikulum minimal untuk dirinya sendiri maka hampir dapat dipastikan ia akan mampu menjadi lulusan "kampus baru" ini. Bedanya, pengakuan terhadap lulusan ini bergantung pada karya nyatanya, bukan sekedar gelar yang ada di sekitar nama. Jadi, betapa luar biasanya sesuatu yang dikembangkan secara komunal, termasuk pula teknologi, lembaga dan usaha. Siapkah kita untuk turut serta di dalamnya ? Insya Allah. (Catatan Ringan oleh Reza Ervani) Komunitas : http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
