Assalamualaikum wr wb. Waktu sma saya sering ikut lomba bikin komik..di majalah 'Animonster' terus di ITB juga pernah, tapi ga pernah menang tuh!hehehe..cuma sempet masuk 80 besar aja, waktu itu saya berusaha buat karakter gambar indonesia(seperti panji koming dan sawung kampret) dengan tema penyebaran islam di tanah jawa(khususnya sunda)... kebanyakan pesertanya itu membuat komik tipe 'manga', gak tau kenapa??apa karena 'Animonster' itu khusus majalah manga atau karena peminat-peminat komik di Indonesia lebih menyukai karakter manga...hmmm
Kalo tentang gambar dalam islam, itu masih ada perbedaan pendapat...ada yg berhujah, bahwa gambar yg dilarang itu adalah gambar yg menyerupai manusia pada umumnya begitu juga dengan boneka/patung..mangkanya dulu sunan kalijaga membuat tokoh wayang itu modifikasi sedemikian rupa sampai tidak menyerupai lagi bentuk manusia pada umumnya. wassalam, doGol d' gReat ----- Pesan Asli ---- Dari: endah sriredjeki <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rabu, 23 Januari, 2008 6:04:19 Topik: Bls: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? (Inspirasi) Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Iya, memang sharing pengalamanlah yang bisa kita lakukan. Alhamdulillah anak2 saya sudah di SMP dan ketika saya ajak diskusi tentang kekhawatiran ortu akan film2 kartun di TV, si Mbak (anakku mbarep perempuan) berkomentar : "Ma, film kartun Naruto itu kan ada tulisannya di layar TV buat remaja, jadi anak2 sebaiknya tidak nonton donk. " Si Mbak (14 th) dan adiknya (12 th) rupanya merasa sudah remaja sehingga layak menonton Naruto Kebetulan di rumah memang si Adek yg paling kecil, jadi mereka berdua menikmati sekali dan menunggu-nunggu jam tayang Naruto. Sementara saya mengawasi saja dan sesekali berkomentar ketika dua bersaudara, buah hatiku ini minta pendapat. Dunia memang berputar ..... Apa yang ditulis Adindaku Reza Ervani tentang Gatotkaca, Wirosableng, Musashi, sampe Shidney Sheldon bahkan Agatha Christy saya juga membaca dan menikmatinya. Bahkan dulu ortu saya di Kediri berlangganan majalah Jawa Panyebar Semangat dan saya sangat menikmati cerita Wayang dan Alaming Lelembut Rasanya memang harus ada action nyata untuk menghidupkan karakter Tokoh Indonesia. Kita tidak bisa melarang anak2 menonton Naruto dkk, tapi kita harusnya bisa menyajikan film kartun dengan kualitas yang sama namun dengan karakter Tokoh Indonesia sebagai sparing partner. Meski sudah dimulai dengan Laptop si Unyil yang dikemas lebih modern, rasanya itu belum cukup. Trus bagaimana upaya membumikan Tokoh Indonesia ini ??? Perlukah kita punya semacam kumpulan sejarah masa kecil para pahlawan Indonesia (semacam ensiklopedia) untuk ditularkan kepada anak-anak kita, kemudian dibuat film kartunnya dengan kualitas seperti Naruto, dkk ??? Perlukah penetrasi karakter Tokoh Indonesia melalui kurikulum ??? Jika iya apakah sebaiknya sejak Pendidikan Anak Usia Dini ??? Mengingat daya ingat anak2 usia dini sangat kuat dan kemampuan berimajinasinya luar biasa. Trus pekerjaan siapa pula ini ? Bagaimana kalau Rumah Ilmu Indonesia juga mulai memikirkannya ? Waduh, banyak nian pertanyaan saya........ . Memang sih bukan pekerjaan gampang, tapi kalau terbayang beberapa tahun mendatang anak n cucu kita nantinya asyik cosplay dan dengan bangganya mengenakan kostum Cut Nya Dien, Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, dsb. tidak hanya pada saat pawai 17 an saja, ....hmmm.... ..rasanya semangat nasionalisme akan makin kokoh terbangun. Wallahu'alam .... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam hangat, ESR ----- Pesan Asli ---- Dari: Nurul Dwi <[EMAIL PROTECTED] net> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Rabu, 23 Januari, 2008 2:03:20 Topik: RE: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? (sambungan diskusi Naruto Assalamualaikum Saya penggemar baca buku dan komik juga. Krn dulu gak berduit, jadi bacanya di toko buku sambil diusir2 ama penjaga. Juga penggemar film kartun sampai sekarang. Hanya saya tidak pernah dilarang melakukan semua itu, mungkin dulu masih kategori aman ya utk dikonsumsi anak2. Senangnya hayalan dan imajinatif saya pada saat itu berkembang dan senang sekali meniru tokoh2 yg menurut saya asik utk ditiru. Dari soal cara makan, gaya bahasa, gaya baju, kesukaan, semuanya. Orang tua juga gak protes, mungkin krn dilihatnya masih normal anak2. Sekarang jika saya melihat kartun jepang dan lain2, juga jauh lebih seru. Dan sering rebutan nonton dengan anak2 walaupun udah berkali2 ditayangkan tetap enak utk ditonton. Yg repot, yg saya rasakan adalah ternyata banyak juga dalam kartun itu yg dikuatirkan bisa membawa efek negatif, seperti beb era pa adegan di naruto, juga adegan percintaan di kartun lain. Ini yg suka buat saya deg-degan. Anak2 itu seperti kertas putih dan akan merekam apapun yg ada didepannya. Melarang mereka menonton pun, saya m era sa kurang efektif. Saya lebih suka pembatasan Bayangkan.. lingkungan sekolahnya membicarakan naruto, X samurai de el el, mereka tidak tahu pun akan repot ke mereka juga dan mungkin saja tanpa sepengetahuan kita mereka menonton dan mengartikan semau mereka krn penasaran. Itu baru SD, saya lebih deg-degan lagi ngebayangin kalau anaknya sudah ABG, SMP dan SMA, atau univ ??? aduuhhh… gak mungkin kan saya pelototin mereka 24 jam ? siapa yg akan menjaga mereka di belakang kita ? dikala kita tidak lihat ? atau yakin mereka tidak akan salah mengartikan semua adegan yg mereka lihat. Jadi inget smack down yg dipraktekan anak2 SD. Gak kebayang tau2 mereka pake pisau dapur ngejar2 orang hanya gara2 pengen dianggap seperti salah satu adegan di naruto yg pernah saya lihat bareng anak2. Duuh.. deg2an bener. Sharing dong dengan miliser yg punya anak2 yg hobi nonton kartun, sinetron, atau internet, bagaimana cara pengawasan dan edukasi yg efektif kepada mereka. Yang saya lakukan sekarang ini adalah ikutan menemani menonton utk kartun tertentu dan ikutan berkomentar jika ada adegan yg “kurang” dan saya kaitkan dg agama. Serta pada jam shalat stop menonton. Tapi cukup tidak ya ? Yg ingin saya tahu, bagaimana cara edukasi agama sebagai benteng bagi mereka jika mereka bertemu dgn sesuatu yg buruk dan mereka mampu untuk berkata TIDAK. Saya ingat di pendidikan SD di amerika anak2 didoktrin berkata TIDAK utk drugs dengan melakukan simulasi, mengundang polisi. Jadi mereka mengerti dari awal TIDAK untuk drugs (walaupun banyak juga yg gagal ya). Juga ingin teman2 sharing cara mendidik anaknya seperti bagaimana. Maklum saya pemula sebagai orang tua. Terima kasih sebelumnya Wassalam Dwi From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] ups.com ] On Behalf Of annisa_fpb Sent: Tuesday, January 22, 2008 6:00 PM To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Subject: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? (sambungan diskusi Naruto Wa'alaikumus salam warohmatullohi wabarokatuh wah sepertinya enak ya pada bisa baca komik. Ana pernah baca komik itu beb era pa bulan saja. Ibu yang menjaga perpus melarang saya membaca komik. Namanya anak kan penurut, jadi ya saya pilih buku lain saja, buku yang sangat sukai di perpus adalah ensiklopedi tentang sains, ternyata dunia ini luas dan "kaya". Sebetulnya lakon-lakon di pewayangan itu, dibuat oleh walisongo untuk menyebarkan Islam. Mereka cerdas sekali lho !, karena di sana ada konsep membentengi diri dari pengaruh kristenisasi pula. Ini dikisahkan saat ada Gatotkaca palsu yang akan mencuri jimat kalimasada. Syukron jaziilan Wasslamu'alaikum warohmatullohiwabar okatuh --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Hendro Rosardi" <hendro.rosardi@ ...> wrote: > > Assalamu'alaikum. > > > > Mau nimbrung sikit nich.. > > Saya sendiri sampai sekarang masih menjadi penggemar film kartun ataupun > bacaanya, baik itu berupa komik ataupun novel. > > > > Zaman sewaktu masih kecil saya juga pernah membaca komik tokoh super hero > asli Indonesia namanya Nusantara, selain yang disampaikan saudara Ahmad > > Sekuel ceritanyapun cukup bagus. dan bisa jadi panutan. > > Masih banyak lagi komik atau novel lainnya... > > > > Sayangnnya saat ini, saya belum menemukan komik2 (asli Indonesia ) yang bisa > menyaingi manga yang diterbitkan elex media > > Juga termasuk film2 kartun yang menarik seperti dragon ball, conan dll. > > Saya mengharapkan komik2 indonesia bisa bangkit seperti novel2 islam yang > sudah mulai jadi best seller seperti Novel Ayat2 Cinta dsb. > > Semoga juga para pnerbit mau menerbitkan komik2 Indonesia dengan format yang > bagus seperti punya elex media > > > > Sebenarnya kebanyakan kartun cukup bagus... Cuma memang anak2 harus diberi > pengertian dan bimbingan selama menyaksikan film2 tersebut > > Agar tidak 100 % meniru tokoh idolanya. Ambillah yang baik dan jagan tiru > yang tidak baik. > > > > Wasssalam > > Hendro > > > > _____ > > From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ups.com] On > Behalf Of Ahmad Sopiani > Sent: Tuesday, January 22, 2008 10:06 AM > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Subject: RE: [rezaervani] [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? > (sambungan diskusi Naruto) > > > > Assalamu'alaikum. . > > > > Waah, luar biasa !! seru sekali diskusinya, seseru avatar, naruto, dragon > ball, atau hunterXhunter, dan samuraiX atau doctor SLUMP dan Arale yang cute > juga Shincan yang ngeyel... > > Kalau bicara kartun dan animasi, rasanya sedikit sekali orang yang tidak > suka, rata-rata punya satu tokoh yang diingat dan mencoba mencitrakan diri > sepertinya. Misalnya saya selalu ingin mencitrakan diri seperti Son Go Ku > dalam Dragon Ball; yang kuat, selalu giat berlatih, pantang meny era h, > menjaga persahabatan, selalu menolong dan melindungi, tidak punya niat > jahat, menang tidak sombong, kalah tidak sakit hati dan dendam, malah > menjadi motivasi untuk lebih maju, kekalahan dijadikan dorongan untuk bisa > lebih baik lagi. Son Go Ku juga selalu berusaha "save the world" dengan > segenap kesungguhan dan kemampuan yang ada padanya. Kadang juga saya > mencitrakan diri seperti SBDGH Barda Mandrawata, yang kalem, tenang, sangat > peka, namun suka menolong dengan segala keterbatasannya, juga tentu saja > bisa berkelana ke mana suka. > > > > Karakter Asli Indonesia , sesungguhnya banyak sekali yang bisa diangkat > dengan tema sentral membela keadilan dan kebenaran, hanya saja, apakah itu > cukup menantang bagi animator-animator tanah air dan penyandang dana serta > media/jurnalis untuk mengangkatnya ke sebuah film animasi panjang dan lama. > Yang sudah di sebutkan, macam SBDGH dan monyet kecilnya, itu serinya banyak > sekali dan pernah sukses diangkat ke sinetron, sangat mungkin juga untuk > suskses jika diangkat ke animasi.. Belum lagi tokoh lain seumpama GUNDALA > Put era Petir, GODAM, MAZA, atau DENI Manusia Ikan. Kalau perlu angkat juga > kisah-kisah kocak PET-GAR yang juga punya tokoh pembela keadilan super > bernama SUPERPET dari Karang Tumaritis. Kalau mau yang baru dan agak kocak, > bisa angkat Si Lender karya P-Project yang entah mengapa saya tidak temukan > lanjutannya setelah jilid dua.... (Kang Deni and kang Daan P-Project, please > answer me about Si Lender, atau ada kawan2 yang kenal dengan P-Project, > tolong bilang agar Si Lender dilanjutkan) . > > > > Dari Cerita Rakyat jauh lebih banyak dan lebih kaya lagi, saya kadang-kadang > melihat satu-dua cerita rakyat yang dianimasikan dalam bentuk VCD, tetapi > tidak cukup "berdaya jual" untuk menghidupi animatornya. Kalau mau serius, > ADBM (Api Di Bukit Menoreh) dengan tokoh Agung Sedayu atau NSSI (Naga Sasra > Sabuk Inten) dengan Mahesa Jenar nya yang durasinya sangat panjang bisa jadi > serial laga yang mendidik. Masalahnya, siapkah para animator, penyandang > dana, dan media untuk itu. > > > > Jadi persoalannya bukan kekurangan karakter yang bisa diangkat, tetapi > faktor pendukungnya yang nyaris tidak ada. Mungkin pertimbangan daya jual > yang rendah sehingga tidak bisa mencukupi untuk nafkah sehari-hari atau > secara kapitalistik kurang bernilai... entahlah... yang jelas saya pencinta > komik dan kartun meski tidak bisa menggambar dan akan sangat bangga dan > terharu jika komik Indonesia asli bisa kembali jadi raja di tanah air > seperti tahun 80-an dan bisa diangkat ke animasi menggantikan animasi impor > bernilai budaya asing. Jangan sampai kita menjadi orang asing di negeri > sendiri. > > > > Wassalamu'alaikum. > > > > _____ > > From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ups.com] On > Behalf Of Reza Ervani > Sent: Monday, January 21, 2008 2:38 PM > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? > (sambungan diskusi Naruto) > > > > Assalamu alaikum, > Nyambung diskusi tentang Naruto. > Saya jadi bertanya-tanya, ada nggak ya karakter tokoh fiksi yang > bener-bener asli Indonesia dan pantas untuk diceritakan ke anak didik > atau anak kandung kita ? > > Dulu waktu SD-SMP-SMA ada beb era pa buku yang akrab dengan penulis. > Misalnya Wiro Sableng, Dewa Arak, Pendekar Rajawali Sakti, Gatotkaca > yang memang ditulis oleh penulis asli Indonesia . Apakah tokoh-tokoh > ini lebih baik untuk diberikan kepada anak didik dibandingkan tokoh- > tokoh asing semacam Avatar Aang dan Naruto ? > > Waktu kecil pula penulis mulai membaca buku-buku karya Asmaraman Kho Ping > Hoo yang ceritanya panjang-panjang. Ada kemiripan antara cerita-cerita silat > Kho Ping Hoo dengan cerita-cerita anima dan manga yang ada di TV-TV saat > ini. Bagaimana pula dengan ini ? Apakah ia sesuatu yang tidak boleh > dikonsumsi pula oleh anak usia dini ? > > Selain itu ada pula buku-buku Hans Christian Anderson yang juga akrab > dengan masa kecil kami, yang rela bersepeda ke perpustakaan setempat. > Belakangan baru penulis dapati bahwa ternyata buku-buku HCA ada > refleksi dari kehidupan pribadi HCA yang tersingkirkan dari kehidupan > sosial. Inilah yang menyebabkan tokoh-tokoh dalam dongeng-dongeng HCA > mewakili karakter t era singkan, seperti Ugly Duck (Bebek Buruk Rupa) > Thumbelina. Beb era pa kritikus juga mengatakan bahwa dongeng-dongeng > HCA terlalu sadis untuk dikonsumsi anak-anak. Bagaimana pendapat > anda ? > > Selain itu ada buku-buku favorit lain masa kecil seperti TINTIN, > Asterix, SMURF, Tiger Wong, Pukulan Geledek dll. > > Alhamdulillah, ketika masih sangat kecil pula, penulis mulai membaca > buku-buku sastra lokal seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, > Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (HAMKA), Salah Asuhan, Siti Nurbaya > (Marah Rusli) dan lain-lain. Ada pula fiksi asing yang diterjemahkan > seperti MUSASHI dan buku-buku dari SIDNEY SHELDON. > > O ya, yang juga jadi favorit waktu itu adalah kisah-kisah Kang Poirot- > nya Agatha Christie, juga Sherlock Holmes-nya Conan Doyle. Hmmm, > masuk juga dalam daftar Lima Sekawan, Tiga S era ngkai (yang waktu itu > menginspirasi kami ketika kelas 3 SD untuk membuat klub detektif > cilik) > > Kesimpulannya, perlukah kita membatasi bacaan anak-anak kita ? Atau > biarkan mereka membaca semuanya ? Lalu ajak ngobrol asyik tentang > bacaan-bacaan itu. Tentu saja ortu atau gurunya juga harus gila baca. > > Bagaimana pula dengan tokoh-tokoh Islam yang agak sulit menjadikannya > dalam bentuk komik atau animasi karena alasan-alasan fiqh. > > Atau bagaimana ? > > Salam, > Reza Ervani > > --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:rezaervani% 40yahoogroups. com> ups.com, > helmi purwanti <helmipurwanti@ > > wrote: > > > > Assalamualaikum Wr, Wb > > > > Kalau komik, di indonesia juga udah ada dari dulu, saya dulu salah > satu penggemar komik indonesia, dulu komik yang terkenal sih judulnya > Si Buta dari Gua Hantu, trs ada juga pengarang komik yang terkenal > namanya Yan Mintaraga, nah sekarang kayaknya komikus indonesia udah > pada kolaps kalah sama manga dari jepang.....kalau mau lihat2 komik > indonesia coba ke JL Pagar Gunung Bandung, di Komik Corner. thnx > > Wassalam > ++cut++ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
