Wow..subhanallah.. luar biasa.... 
Memang betul, butuh komitment yg tegas dari atas sampai bawah, dari kepala 
sampai tangan kanannya. Dan super disiplin...

Waduuh... saya masih harus banayk belajar dari semuanya... 

Terima kasih ya pak arif infonya.......

wassalam



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of arif 
rahman
Sent: Thursday, January 24, 2008 3:19 PM
To: [email protected]
Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Tentang Nggak ada TV di rumah

Wa'alaikum salam wr wb



----- Original Message ----
From: Nurul Dwi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 24, 2008 9:13:16 AM
Subject: RE: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya 
? (sambungan diskusi Naruto

>>>Assalaamuálaikum Pak arif
 
>>> Wah 2 jempol deh utk meniadakan TV dirumah. Surprise buat saya di jaman 
>>> ini, maap ya pak.  

Waduhh...jangan gampang ngacungin jempol....capek entar...abis banyak lho 
keluarga indonesia yg gak punya TV

>>> Apakah anak2nya sekolah full day atau mondok disekolah? Karena akan berbeda 
>>> dari segi waktu dan kebutuhan dengan anak2 yg sekolah normal maka sebagian 
>>> waktunya akan ada di rumah dengan keluarganya atau dengan asisten. 

Anak saya 5, 1 sekolah di boarding school SMPIT Abu Bakar Jogja, 1 di SMAN2 
Lamongan, 1 di SMPN3 Surabaya, 1 di SDIT Al-Uswah Surabaya, 1 di MI 
Muhammadiyah 5 Surabaya.......rame yaa.....

>>> Boleh saya tahu b era pa umur anak2nya pak Arif. Yg saya ingin tanyakan 
>>> sanksinya apa yg diberikan ke anak2 jika melanggar aturan. 

Sanksinya macam-macam mulai dari yg ringan....mijitin bapaknya, cuci piring, 
nyiramin kembang...sampai dijewer, dirotan. Tetapi semua dengan 
kesepakatan....sehingga mereka tahu kenapa mendapat hukuman (itu yg penting) 
Dan saya ingin tahu juga jika si anak bertanya tentang acara TV yg sedang 
ngetrend di lingkungan teman2nya, maklum biasanya anak2 suka minder jika tidak 
seperti teman2nya atau ngotot harus tahu seperti teman2nya. Hmm... guru-guru 
anak saya pintar-pintar.....sehingga jarang sekali tontonan di TV jadi bahan 
diskusi....sayangnya....ya itu tadi...anak-anak saya keranjingan game.....itu 
yg sampai sekarang saya sulit mengatasinya...meski sudah diberlakukan kondisi 
"darurat".

>>> Jika di rumah, kegiatannya sepulang sekolah apa ? Dan bagaimana 
>>> pengembangan imajinasi dan informasi penting atau dunia khasanah utk anak 
>>> dalam keluarga bapak ?

Saya banyak membeli buku cerita semacam Lima Sekawan, STOP, Keluarga Peep 
Larson, Laury Ingals, Trio Detektif dan di rumah ada komputer....dengan game 
seadanya..... Ada juga sih anak saya yg selalu membawa pulang (pinjam) buku 
bacaan dari perpustakaan sekolahnya. Kadang di waktu libur saya "kirim" mereka 
ke perpustakaan dari pagi hingga sore (dikasih uang untuk makan siang).... 
kalau semua isi perpustakaan sudah mereka "habisi" ....baru cari yang lain. 
Oiyaa.... saya ngajari anak saya membaca dengan mengajak mereka ke 
perpustakaan... mereka memilih buka dengan gambar2 yg mereka suka..... karena 
mereka pengin tahu ceritanya......akhirnya mereka cepat sekali belajar 
membaca.....ada yg sebelom TK sudah rajin baca di perpus..... Gak ada yg 
istimewa kan.....semua saya pilih sesuai dengan kondisi
 perekonomian negara....ehh...keluarga.
 
>>> Maap ya pak arif banyak tanya. Karena ada beb era pa point yg saya tertarik 
>>> utk coba praktekkan di rumah. 

Semoga ada manfaatnya (semoga...abis gak ada yg istimewa.....) abi sibuk...ummi 
sibuk......pembantu gak ada...pinter2lah cari ide biar anak bisa nyaman 
berkeluarga.
 
Wassalam
Wa'alaikum salam wr wb
 
 



From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] ups.com ] On Behalf 
Of arif rahman
Sent: Wednesday, January 23, 2008 5:40 PM
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: Re: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya 
? (sambungan diskusi Naruto
 
Assalaamu'alaikum wr wb
Saya tidak tahu, apakah pengalaman saya ada manfaatnya.
Sejak saya menikah, saya dan istri sudah komitmen tidak memiliki TV, sesekali 
saja nonton di rumah ortu atau di tetangga.... .(sosialisasi) .
Jadi saya gak begitu tahu tentang Naruto dll.....kalo ada yg diskusi ttg acara 
TV...saya termasuk yg "tertinggal" deh.
Masalahnya ketika sekolah mereka sudah memperkenalkan internet, anak-anak 
saya....jadi "rajin" ke warnet...... main game....kadang susah banget melarang.
ALhamdulillah. ....anak no 1 dan 2......setiap kami kumpul (sekolahnya di luar 
kota ) saya coba jelaskan... b era pa penghasilan saya....trus kita bagi 
bareng...untuk biaya sekolah si A sekian, si B sekian dst.... akhirnya mereka 
"sadar" dan sekarang bisa berhenti dari "k era jinannya" .. Tapi adiknya..... 
terpaksa harus membuat perjanjian.. ..(kesepakatan) . B era pa kali ke 
warnet.....b era pa lama dll....kalo dilanggar apa sanksinya... ..dst. Agak 
detil sih kesepakatannya. ....yang penting kesepakatan itu harus dijalankan.. . 
gak ada kasihan, gak tega dll....
Wallahu'alam bishawab
Wassalaamu'alaikum wr wb


 
----- Original Message ----
From: Nurul Dwi <[EMAIL PROTECTED] net>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Wednesday, January 23, 2008 2:03:20 PM
Subject: RE: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya 
? (sambungan diskusi Naruto
Assalamualaikum
Saya penggemar baca buku dan komik juga. Krn dulu gak berduit, jadi bacanya di 
toko buku sambil diusir2 ama penjaga. Juga penggemar film kartun sampai 
sekarang. Hanya saya tidak pernah dilarang melakukan semua itu, mungkin dulu 
masih kategori aman ya utk dikonsumsi anak2. Senangnya hayalan dan imajinatif 
saya pada saat itu berkembang dan senang sekali meniru tokoh2 yg menurut saya 
asik utk ditiru. Dari soal cara makan, gaya bahasa, gaya baju, kesukaan, 
semuanya. Orang tua juga gak protes, mungkin krn dilihatnya masih normal anak2.
 
Sekarang jika saya melihat kartun jepang dan lain2, juga jauh lebih seru. Dan 
sering rebutan nonton dengan anak2 walaupun udah berkali2 ditayangkan tetap 
enak utk ditonton. Yg repot, yg saya rasakan adalah ternyata banyak juga dalam 
kartun itu yg dikuatirkan bisa membawa efek negatif, seperti beb era pa adegan 
di naruto, juga adegan percintaan di kartun lain. Ini yg suka buat saya 
deg-degan. Anak2 itu seperti kertas putih dan akan merekam apapun yg ada 
didepannya. Melarang mereka menonton pun, saya m era sa kurang efektif. Saya 
lebih suka pembatasan Bayangkan.. lingkungan sekolahnya membicarakan naruto, X 
samurai de el el, mereka tidak tahu pun akan repot ke mereka juga dan mungkin 
saja tanpa sepengetahuan kita mereka menonton dan mengartikan semau mereka krn 
penasaran. Itu baru SD, saya lebih deg-degan lagi ngebayangin kalau anaknya 
sudah ABG, SMP dan SMA, atau univ ??? aduuhhh... gak mungkin kan saya pelototin 
mereka 24 jam ? siapa yg akan menjaga
 mereka di belakang kita ? dikala kita tidak lihat ? atau yakin mereka tidak 
akan salah mengartikan semua adegan yg mereka lihat. Jadi inget smack down yg 
dipraktekan anak2 SD. Gak kebayang tau2 mereka pake pisau dapur ngejar2 orang 
hanya gara2 pengen dianggap seperti salah satu adegan di naruto yg pernah saya 
lihat bareng anak2. Duuh.. deg2an bener.
 
Sharing dong dengan miliser yg punya anak2 yg hobi nonton kartun, sinetron, 
atau internet, bagaimana cara pengawasan dan edukasi yg efektif kepada mereka. 
 
Yang saya lakukan sekarang ini adalah ikutan menemani menonton utk kartun 
tertentu dan ikutan berkomentar jika ada adegan yg "kurang" dan saya kaitkan dg 
agama. Serta pada jam shalat stop menonton. Tapi cukup tidak ya ?
 
Yg ingin saya tahu, bagaimana cara edukasi agama sebagai benteng bagi mereka 
jika mereka bertemu dgn sesuatu yg buruk dan mereka mampu untuk berkata TIDAK. 
Saya ingat di pendidikan SD di amerika anak2 didoktrin berkata TIDAK utk drugs 
dengan melakukan simulasi, mengundang polisi. Jadi mereka mengerti dari awal 
TIDAK untuk drugs (walaupun banyak juga yg gagal ya). Juga ingin teman2 sharing 
cara mendidik anaknya seperti bagaimana.  Maklum saya pemula sebagai orang tua.
 
Terima kasih sebelumnya
 
Wassalam
Dwi
 



From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] ups.com ] On Behalf 
Of annisa_fpb
Sent: Tuesday, January 22, 2008 6:00 PM
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: [rezaervani] Re: [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ? 
(sambungan diskusi Naruto
 
Wa'alaikumus salam warohmatullohi wabarokatuh

wah sepertinya enak ya pada bisa baca komik.
Ana pernah baca komik itu beb era pa bulan saja. 

Ibu yang menjaga perpus melarang saya membaca komik. Namanya anak kan
penurut, jadi ya saya pilih buku lain saja, buku yang sangat sukai di
perpus adalah ensiklopedi tentang sains, ternyata dunia ini luas dan
"kaya".

Sebetulnya lakon-lakon di pewayangan itu, dibuat oleh walisongo untuk
menyebarkan Islam. Mereka cerdas sekali lho !, karena di sana ada
konsep membentengi diri dari pengaruh kristenisasi pula. Ini
dikisahkan saat ada Gatotkaca palsu yang akan mencuri jimat kalimasada. 

Syukron jaziilan
Wasslamu'alaikum warohmatullohiwabar okatuh

--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "Hendro Rosardi" 

<hendro.rosardi@ ...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum.
> 
> 
> 
> Mau nimbrung sikit nich..
> 
> Saya sendiri sampai sekarang masih menjadi penggemar film kartun ataupun
> bacaanya, baik itu berupa komik ataupun novel.
> 
> 
> 
> Zaman sewaktu masih kecil saya juga pernah membaca komik tokoh super
hero
> asli Indonesia namanya Nusantara, selain yang disampaikan saudara Ahmad
> 
> Sekuel ceritanyapun cukup bagus. dan bisa jadi panutan.
> 
> Masih banyak lagi komik atau novel lainnya...
> 
> 
> 
> Sayangnnya saat ini, saya belum menemukan komik2 (asli Indonesia )
yang bisa
> menyaingi manga yang diterbitkan elex media
> 
> Juga termasuk film2 kartun yang menarik seperti dragon ball, conan dll. 
> 
> Saya mengharapkan komik2 indonesia bisa bangkit seperti novel2 islam
yang
> sudah mulai jadi best seller seperti Novel Ayat2 Cinta dsb.
> 
> Semoga juga para pnerbit mau menerbitkan komik2 Indonesia dengan
format yang
> bagus seperti punya elex media
> 
> 
> 
> Sebenarnya kebanyakan kartun cukup bagus... Cuma memang anak2 harus
diberi
> pengertian dan bimbingan selama menyaksikan film2 tersebut
> 
> Agar tidak 100 % meniru tokoh idolanya. Ambillah yang baik dan jagan
tiru
> yang tidak baik.
> 
> 
> 
> Wasssalam
> 
> Hendro
> 
> 
> 
> _____ 
> 
> From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ups.com] On
> Behalf Of Ahmad Sopiani
> Sent: Tuesday, January 22, 2008 10:06 AM
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Subject: RE: [rezaervani] [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia
ndak ya ?
> (sambungan diskusi Naruto)
> 
> 
> 
> Assalamu'alaikum. .
> 
> 
> 
> Waah, luar biasa !! seru sekali diskusinya, seseru avatar, naruto,
dragon
> ball, atau hunterXhunter, dan samuraiX atau doctor SLUMP dan Arale
yang cute
> juga Shincan yang ngeyel...
> 
> Kalau bicara kartun dan animasi, rasanya sedikit sekali orang yang tidak
> suka, rata-rata punya satu tokoh yang diingat dan mencoba
mencitrakan diri
> sepertinya. Misalnya saya selalu ingin mencitrakan diri seperti Son
Go Ku
> dalam Dragon Ball; yang kuat, selalu giat berlatih, pantang meny era h,
> menjaga persahabatan, selalu menolong dan melindungi, tidak punya niat
> jahat, menang tidak sombong, kalah tidak sakit hati dan dendam, malah
> menjadi motivasi untuk lebih maju, kekalahan dijadikan dorongan
untuk bisa
> lebih baik lagi. Son Go Ku juga selalu berusaha "save the world" dengan
> segenap kesungguhan dan kemampuan yang ada padanya. Kadang juga saya
> mencitrakan diri seperti SBDGH Barda Mandrawata, yang kalem, tenang,
sangat
> peka, namun suka menolong dengan segala keterbatasannya, juga tentu saja
> bisa berkelana ke mana suka.
> 
> 
> 
> Karakter Asli Indonesia , sesungguhnya banyak sekali yang bisa diangkat
> dengan tema sentral membela keadilan dan kebenaran, hanya saja,
apakah itu
> cukup menantang bagi animator-animator tanah air dan penyandang dana
serta
> media/jurnalis untuk mengangkatnya ke sebuah film animasi panjang
dan lama.
> Yang sudah di sebutkan, macam SBDGH dan monyet kecilnya, itu serinya
banyak
> sekali dan pernah sukses diangkat ke sinetron, sangat mungkin juga untuk
> suskses jika diangkat ke animasi.. Belum lagi tokoh lain seumpama
GUNDALA
> Put era Petir, GODAM, MAZA, atau DENI Manusia Ikan. Kalau perlu
angkat juga
> kisah-kisah kocak PET-GAR yang juga punya tokoh pembela keadilan super
> bernama SUPERPET dari Karang Tumaritis. Kalau mau yang baru dan agak
kocak,
> bisa angkat Si Lender karya P-Project yang entah mengapa saya tidak
temukan
> lanjutannya setelah jilid dua.... (Kang Deni and kang Daan
P-Project, please
> answer me about Si Lender, atau ada kawan2 yang kenal dengan P-Project,
> tolong bilang agar Si Lender dilanjutkan) .
> 
> 
> 
> Dari Cerita Rakyat jauh lebih banyak dan lebih kaya lagi, saya
kadang-kadang
> melihat satu-dua cerita rakyat yang dianimasikan dalam bentuk VCD,
tetapi
> tidak cukup "berdaya jual" untuk menghidupi animatornya. Kalau mau
serius,
> ADBM (Api Di Bukit Menoreh) dengan tokoh Agung Sedayu atau NSSI
(Naga Sasra
> Sabuk Inten) dengan Mahesa Jenar nya yang durasinya sangat panjang
bisa jadi
> serial laga yang mendidik. Masalahnya, siapkah para animator, penyandang
> dana, dan media untuk itu.
> 
> 
> 
> Jadi persoalannya bukan kekurangan karakter yang bisa diangkat, tetapi
> faktor pendukungnya yang nyaris tidak ada. Mungkin pertimbangan daya
jual
> yang rendah sehingga tidak bisa mencukupi untuk nafkah sehari-hari atau
> secara kapitalistik kurang bernilai... entahlah... yang jelas saya
pencinta
> komik dan kartun meski tidak bisa menggambar dan akan sangat bangga dan
> terharu jika komik Indonesia asli bisa kembali jadi raja di tanah air
> seperti tahun 80-an dan bisa diangkat ke animasi menggantikan
animasi impor
> bernilai budaya asing. Jangan sampai kita menjadi orang asing di negeri
> sendiri.
> 
> 
> 
> Wassalamu'alaikum.
> 
> 
> 
> _____ 
> 
> From: [EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] ups.com] On
> Behalf Of Reza Ervani
> Sent: Monday, January 21, 2008 2:38 PM
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Gatotkaca itu Asli Indonesia ndak ya ?
> (sambungan diskusi Naruto)
> 
> 
> 
> Assalamu alaikum, 
> Nyambung diskusi tentang Naruto.
> Saya jadi bertanya-tanya, ada nggak ya karakter tokoh fiksi yang 
> bener-bener asli Indonesia dan pantas untuk diceritakan ke anak didik 
> atau anak kandung kita ?
> 
> Dulu waktu SD-SMP-SMA ada beb era pa buku yang akrab dengan penulis. 
> Misalnya Wiro Sableng, Dewa Arak, Pendekar Rajawali Sakti, Gatotkaca 
> yang memang ditulis oleh penulis asli Indonesia . Apakah tokoh-tokoh 
> ini lebih baik untuk diberikan kepada anak didik dibandingkan tokoh-
> tokoh asing semacam Avatar Aang dan Naruto ?
> 
> Waktu kecil pula penulis mulai membaca buku-buku karya Asmaraman Kho
Ping
> Hoo yang ceritanya panjang-panjang. Ada kemiripan antara
cerita-cerita silat
> Kho Ping Hoo dengan cerita-cerita anima dan manga yang ada di TV-TV saat
> ini. Bagaimana pula dengan ini ? Apakah ia sesuatu yang tidak boleh
> dikonsumsi pula oleh anak usia dini ?
> 
> Selain itu ada pula buku-buku Hans Christian Anderson yang juga akrab 
> dengan masa kecil kami, yang rela bersepeda ke perpustakaan setempat. 
> Belakangan baru penulis dapati bahwa ternyata buku-buku HCA ada 
> refleksi dari kehidupan pribadi HCA yang tersingkirkan dari kehidupan 
> sosial. Inilah yang menyebabkan tokoh-tokoh dalam dongeng-dongeng HCA 
> mewakili karakter t era singkan, seperti Ugly Duck (Bebek Buruk Rupa) 
> Thumbelina. Beb era pa kritikus juga mengatakan bahwa dongeng-dongeng 
> HCA terlalu sadis untuk dikonsumsi anak-anak. Bagaimana pendapat 
> anda ?
> 
> Selain itu ada buku-buku favorit lain masa kecil seperti TINTIN, 
> Asterix, SMURF, Tiger Wong, Pukulan Geledek dll.
> 
> Alhamdulillah, ketika masih sangat kecil pula, penulis mulai membaca 
> buku-buku sastra lokal seperti Di Bawah Lindungan Ka'bah, 
> Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk (HAMKA), Salah Asuhan, Siti Nurbaya 
> (Marah Rusli) dan lain-lain. Ada pula fiksi asing yang diterjemahkan 
> seperti MUSASHI dan buku-buku dari SIDNEY SHELDON.
> 
> O ya, yang juga jadi favorit waktu itu adalah kisah-kisah Kang Poirot-
> nya Agatha Christie, juga Sherlock Holmes-nya Conan Doyle. Hmmm, 
> masuk juga dalam daftar Lima Sekawan, Tiga S era ngkai (yang waktu itu 
> menginspirasi kami ketika kelas 3 SD untuk membuat klub detektif 
> cilik)
> 
> Kesimpulannya, perlukah kita membatasi bacaan anak-anak kita ? Atau 
> biarkan mereka membaca semuanya ? Lalu ajak ngobrol asyik tentang 
> bacaan-bacaan itu. Tentu saja ortu atau gurunya juga harus gila baca.
> 
> Bagaimana pula dengan tokoh-tokoh Islam yang agak sulit menjadikannya 
> dalam bentuk komik atau animasi karena alasan-alasan fiqh.
> 
> Atau bagaimana ?
> 
> Salam,
> Reza Ervani
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:rezaervani% 40yahoogroups. com>
ups.com,
> helmi purwanti <helmipurwanti@ > 
> wrote:
> >
> > Assalamualaikum Wr, Wb
> > 
> > Kalau komik, di indonesia juga udah ada dari dulu, saya dulu salah 
> satu penggemar komik indonesia, dulu komik yang terkenal sih judulnya 
> Si Buta dari Gua Hantu, trs ada juga pengarang komik yang terkenal 
> namanya Yan Mintaraga, nah sekarang kayaknya komikus indonesia udah 
> pada kolaps kalah sama manga dari jepang.....kalau mau lihat2 komik 
> indonesia coba ke JL Pagar Gunung Bandung, di Komik Corner. thnx
> > Wassalam
> ++cut++
>
 
 



Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


 
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke