Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Insya Allah hari ini, kembali digelar gathering milist bertajuk "MURID JUGA
MANUSIA". Banyak hal yang mengejutkan terjadi pra gathering milis ini. Yang
paling mengejutkan ternyata peminat Tema yang diangkat kali ini ternyata begitu
banyak.
Tadinya kami menyangka, dengan ditetapkannya biaya investasi untuk sekedar
mengganti sewa gedung dan konsumsi yang dibebankan ke peserta, jumlah peserta
tidak akan sebanyak Forum Ilmu 2 yang lalu. Ternyata, total pendaftar Forum
Ilmu 3 mencapai tak kurang dari 130 orang, lebih dari dua kali lipat kapasitas
yang disediakan.
Dari penemuan di lapangan, kebanyakan peserta yang terlambat mendaftar
mengeluhkan informasi acara yang terlambat sampai di sekolah mereka. Kebanyakan
mengetahui dari rekan kerja atau SMS dari sahabat pengajar.
Dalam pertemuan di SMP Kartika X - 1 kemarin pun, masukan yang paling banyak
diberikan adalah "Tidak Mengandalkan Internet" untuk menyebarkan informasi
kegiatan-kegiatan Rumah Ilmu Indonesia, karena masih terbatasnya akses internet
di sekolah-sekolah, walaupun Bandung termasuk kota besar.
Kenyataan ini patut disyukuri, karena ternyata minat guru untuk meningkatkan
kemampuan dan pengetahuan mereka terbukti masih sangat tinggi, hanya tinggal
bagaimana Rumah Ilmu Indonesia menangkap permasalahan di lapangan untuk
kemudian mengemasnya dalam format pelatihan/seminar/workshop terbaik.
Untuk menangkap dinamika guru dengan lebih baik, saran untuk tidak hanya
mengandalkan internet dari para peserta itu, mestilah segera ditindak lanjuti.
Salah satu rencana yang mengemuka adalah mulai membangun DATABASE CENTRE
berbasiskan Nomor Handphone para guru untuk mengalirkan informasi langsung ke
pendidik, tanpa jalur yang terlalu panjang lagi.
Selain itu, rencana penerbitan jurnal edukasi gratis untuk sekolah-sekolah
juga harus mulai dipikirkan kembali. Rencana ini tertunda, sepenuhnya karena
masalah dana yang setelah dikalkulasi ulang, ternyata tidak sedikit, apalagi
jika harus mendistribusikannya ke seluruh Indonesia. Pemikiran terbaru adalah
memulainya kembali "hanya" di kota Bandung pada tahap awal ini. Kami juga
mengetuk pintu para aghniya untuk mendonasikan kelebihan rezekinya para program
Jurnal Gratis Rumah Ilmu Indonesia ini
Kenyataan kedua yang patut disikapi adalah banyaknya pendaftar yang juga
berasal dari luar kota. Ini membahagiakan, tetapi sekaligus harus menjadi
evaluasi tersendiri. Forum Ilmu yang dirancang di kota Bandung, seharusnya
menyempitkan segmentasi "hanya" untuk para pendidik di Bandung, sementara
daerah-daerah yang peminatnya juga tinggi, harus mulai diajak untuk mengagas
Forum Ilmu Lokal dengan standarisasi yang diambil dari pelaksanaan Forum Ilmu
Bandung.
Pelaksanaan Forum Ilmu Lokal di daerah-daerah ini, selain lebih murah untuk
para guru dalam menambah ilmu, karena jarak yang lebih dekat, juga akan membuat
Forum Ilmu sebagai produk penetrasi dari Rumah Ilmu Indonesia dapat lebih mampu
mencacah permasalahan pendidikan secara lokal, yang kemudian akan menjadi data
yang berharga bagi pengembangan Rumah Ilmu Indonesia secara nasional.
Sesuai dengan semangat awal, bahwa Rumah Ilmu Indonesia adalah konsep lembaga
yang dirancang secara terbuka, maka evaluasi ini kami paparkan di milis
[email protected] untuk bisa memperoleh respon dan masukan lebih
banyak guna perbaikan-perbaikan mendasar di Rumah Ilmu Indonesia sebelum ia
menjadi lembaga legal formal yang memiliki peran berarti bagi pengembangan
tenaga didik nasional.
Banyak hal yang harus terus dievaluasi dalam setiap gerak Rumah Ilmu
Indonesia demi lahirnya sebuah konsep terbaik.
Masukan dari para sahabat-sahabat anggota milis akan menjadi sangat berharga
bagi kami, team kerja Rumah Ilmu Indonesia
Maju Terus Pendidikan Indonesia
Salam,
Rumah Ilmu Indonesia
www.rezaervani.com
komunitas : http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.