Sebenarnya mas Reza, 

Seminar gratis atau yang harus bayar banyak juga di Jakarta seperti Sampoerna 
Foundation atau komunitas Utan Kayu atau teacher klub ataupun  
kelompok-kelompok lainnya, tapi karena diselenggarakannya setelah pulang kerja 
misal hari jumat pukul 14 00 atau hari lain, wuah...capek..dech ---- sebab 
keadaan jalan yang macet dan semrawut di dalam kota Jakarta membuat kami malas 
untuk ikutan, beda halnya kalau di Bandung malah kami senang bisa sekalian 
belanja, jalan-jalan, refreshing atau kegiatan religi lain misal ke mesjid DT 
juga berobet therapi bekam kan adanya di Bandung. Memang sich ... mentok 
diongkos tapi ga apalah ..hitung-hitung kalo kita ikhlas dalam mencari ilmu 
pasti nanti diganti oleh Yang MAHA KAYA.

Ketika kita dalam perjalanan  pulang naik travel ke Jakarta, kami ngobrol lho 
ngapain di jakarta, enak dibandung lancar lewat tol, udaranya nyaman dan yang 
jelas ketemu omongan khas Sunda.

Ini pengalaman, saya berdua dengan teman pernah ikut seminar di Sampoerna 
Foundation, berangkat dari sekolah saya SMA 47 Tanah Kusir pukul 12.30 hari 
Jumat menuju tempat seminar di Jl. Sudirman memang jaraknya dekat tapi karena 
bawa mobil sendiri dan tempatnya tanggung tidak bisa langsung masuk dari jalan 
jadi harus muter U dulu, jauh banget mana macet...hujan lagi wah... bener-bener 
stres. Sampe di tempat pukul 16.00 padahal acara berlangsung dari pk 14.00 s/d 
17.00, udah gitu saya nanyaaaaa.... terus gedungnya yang mana (pake Hp). sampe 
pulsanya habis -- eh...gantian .. panitia yang telpon ---ibu Erni posisi 
dimana, ko' belum sampe-sampe hehehe.... Pas sampe di tempat, acara lagi 
break..udah dech ....langsung ikut ngopi aja dan sholat ashar. Masuk ke ruang 
seminar, karena udah niat sharing.. ya tetap aja pake acara nanya, karena tema 
materi seminarnya udah tau. Gitu dech --- Ngga berapa lama, seminar selesai. 
Panitia bilang kasian dech.. Pulangnya
 lebih parah lagi karena tingkat kemacetan di petang sampai malam hari itu 
sudah tidak masuk akal. Pokoknya sampai di rumah pk. 21.00. KAPOK.

Erni Siregar, Jakarta

NB. Kemarin berangkat dari Bandung pk 17.15 sampai di Ciputat pk 19.05 
melanjutkan ke rumah  sampe pk. 19  50. Itu juga pake mampir beli makanan di 
Mc. Donald karena anak-anak ikut jemput di pool travel. Bandingkan 
teman-teman....Tks 



----- Pesan Asli ----
Dari: Rumah Ilmu Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 25 Januari, 2008 10:19:30
Topik: [rezaervani] [GATHERING] Pendaftar Forum Ilmu 3 Membludak : Evaluasi 
Sistem Manajemen Informasi Rumah Ilmu Indonesia









  


    
            
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
  Insya Allah hari ini, kembali digelar gathering milist bertajuk "MURID JUGA 
MANUSIA". Banyak hal yang mengejutkan terjadi pra gathering milis ini. Yang 
paling mengejutkan ternyata peminat Tema yang diangkat kali ini ternyata begitu 
banyak.
   
  Tadinya kami menyangka, dengan ditetapkannya biaya investasi untuk sekedar 
mengganti sewa gedung dan konsumsi yang dibebankan ke peserta, jumlah peserta 
tidak akan sebanyak Forum Ilmu 2 yang lalu. Ternyata, total pendaftar Forum 
Ilmu 3 mencapai tak kurang dari 130 orang, lebih dari dua kali lipat kapasitas 
yang disediakan.
   
  Dari penemuan di lapangan, kebanyakan peserta yang terlambat mendaftar 
mengeluhkan informasi acara yang terlambat sampai di sekolah mereka. Kebanyakan 
mengetahui dari rekan kerja atau SMS dari sahabat pengajar. 
   
  Dalam pertemuan di SMP Kartika X - 1 kemarin pun,
 masukan yang paling banyak diberikan adalah "Tidak Mengandalkan Internet" 
untuk menyebarkan informasi kegiatan-kegiatan Rumah Ilmu Indonesia, karena 
masih terbatasnya akses internet di sekolah-sekolah, walaupun Bandung termasuk 
kota besar.
   
  Kenyataan ini patut disyukuri, karena ternyata minat guru untuk meningkatkan 
kemampuan dan pengetahuan mereka terbukti masih sangat tinggi, hanya tinggal 
bagaimana Rumah Ilmu Indonesia menangkap permasalahan di lapangan untuk 
kemudian mengemasnya dalam format pelatihan/seminar/ workshop terbaik.
   
  Untuk menangkap dinamika guru dengan lebih baik, saran untuk tidak hanya 
mengandalkan internet dari para peserta itu, mestilah segera ditindak lanjuti. 
Salah satu rencana yang mengemuka adalah mulai membangun DATABASE CENTRE 
berbasiskan Nomor Handphone para guru untuk mengalirkan informasi langsung ke 
pendidik, tanpa jalur yang terlalu panjang lagi.
   
  Selain
 itu, rencana penerbitan jurnal edukasi gratis untuk sekolah-sekolah juga harus 
mulai dipikirkan kembali. Rencana ini tertunda, sepenuhnya karena masalah dana 
yang setelah dikalkulasi ulang, ternyata tidak sedikit, apalagi jika harus 
mendistribusikannya ke seluruh Indonesia. Pemikiran terbaru adalah memulainya 
kembali "hanya" di kota Bandung pada tahap awal ini. Kami juga mengetuk pintu 
para aghniya untuk mendonasikan kelebihan rezekinya para program Jurnal Gratis 
Rumah Ilmu Indonesia ini
   
  Kenyataan kedua yang patut disikapi adalah banyaknya pendaftar yang juga 
berasal dari luar kota. Ini membahagiakan, tetapi sekaligus harus menjadi 
evaluasi tersendiri. Forum Ilmu yang dirancang di kota Bandung, seharusnya 
menyempitkan segmentasi "hanya" untuk para pendidik di Bandung, sementara 
daerah-daerah yang peminatnya juga tinggi, harus mulai diajak untuk mengagas 
Forum Ilmu Lokal dengan standarisasi yang diambil dari pelaksanaan Forum Ilmu
 Bandung.
   
  Pelaksanaan Forum Ilmu Lokal di daerah-daerah ini, selain lebih murah untuk 
para guru dalam menambah ilmu, karena jarak yang lebih dekat, juga akan membuat 
Forum Ilmu sebagai produk penetrasi dari Rumah Ilmu Indonesia dapat lebih mampu 
mencacah permasalahan pendidikan secara lokal, yang kemudian akan menjadi data 
yang berharga bagi pengembangan Rumah Ilmu Indonesia secara nasional.
   
  Sesuai dengan semangat awal, bahwa Rumah Ilmu Indonesia adalah konsep lembaga 
yang dirancang secara terbuka, maka evaluasi ini kami paparkan di milis [EMAIL 
PROTECTED] ups.com untuk bisa memperoleh respon dan masukan lebih banyak guna 
perbaikan-perbaikan mendasar di Rumah Ilmu Indonesia sebelum ia menjadi lembaga 
legal formal yang memiliki peran berarti bagi pengembangan tenaga didik 
nasional.
   
  Banyak hal yang harus terus dievaluasi dalam setiap
 gerak Rumah Ilmu Indonesia demi lahirnya sebuah konsep terbaik.
   
  Masukan dari para sahabat-sahabat anggota milis akan menjadi sangat berharga 
bagi kami, team kerja Rumah Ilmu Indonesia
   
  Maju Terus Pendidikan Indonesia
   
  Salam,
  Rumah Ilmu Indonesia
  www.rezaervani. com
  komunitas : http://groups. yahoo.com/ group/rezaervani 
 
      
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke