[Resensi] Main-main Dengan Teks_Hernowo by SinthionK Buku ini aku dapatkan, saat aku mampir ke sebuah toko buku di Jakarta. Niat utama hanya ingin membeli sebuah buku titipan dari teman kosku, ternyata, setelah berkeliling di tobuk tanpa sadar tangan ini mulai aktif mengambil buku-buku yang menurutku menarik. Apalagi saat sampai di ruang yang berisi buku-buku yang berdiscount, intensitas tangan mengambil buku menjadi semakin tinggi. Dan, sampai mata ini menangkap sebuah buku dengan judul yang menarik, Main-main dengan Teks. Seketika muncul pertanyaan, emang teks bisa dimainin ya!?? Kata teks yang selama ini terasa begitu kaku, menjadi lunak saat diawali dengan kata main-main. Paradigma teks yang kaku, berubah menjadi ringan dan mudah setelah membaca judul dari buku ini. Hanya saja saat aku melihat gambar badut yang menghiasi cover Main-main dengan Teks sempat membuat dahiku berkerut. "Aneh," sebuah kata yang terbersit di hati. Rasanya agak janggal, nuansa kartun yang sempat aku terekam sdi kepala saat melihat bentuk hurufnya, tiba-tiba berubah dengan terlihatnya gambar badut hidup, walaupun---mungkinmaksud layoutnya badut identik dengan bermain, tapi tetap saja dimataku cover terlihat ada yang janggal. Aku hanya membayangkan jika saja badut itu dibuat kartun mungkin lebih bagus atau mungkin gambar manusia (kartun) yang sedang menyusun huruf. Maybe...ini kan hanya imajinasiku saja... Saat aku membuka halaman pertama buku, tampaklah ciri khas dari Kaifa, yaitu halaman berisi kata-kata yang membesarkan hati para pembacanya. Dan ini adalah salah satu hal yang aku suka dari buku terbitan Kaifa. Dilanjutkan dengan melihat daftar isi, wow!! Aku melihat berbagai macam emosi dari teks di dalamnya , teks yang "sakit, teks yang mendinamit, teks yang meneror, teks yang bergerak dan masih banyak lagi. Aku telusuri judul subbab yang menurutku menarik, kemudian aku baca sekilas ke dalam subbab tersebut. Sekelebat kata muncul di kepalaku, "Menarik!" Dengan harga yang relatif murah, aku memutuskan memasukkan buku ini ke dalam tumpukan buku yang sudah menumpuk ditanganku. Dan aku siap membacanya ^_^ *** Judul Buku: Main-main dengan Teks Penulis: Hernowo Penerbit: Kaifa, bandung Cetakan: Kedua, Juli 2004 Tebal: xxxii+184 Membaca teks, sesungguhnya, adalah membaca pergulatan pikiran; dan menulis teks adalah....mengekspresikan perasaan dan kesolidan pikiran. ~Hernowo~ Seperti yang sempat berkelebat di kepalaku saat first sight, buku ini menarik. Buku yang bercerita tentang emosi yang terkandung dalam teks, Bahwa teks bisa memandu, Bahwa teks bisa bergerak, Bahwa teks bisa jujur, Bahwa teks bisa membiak, Yang intinya, bahwa teks juga memiliki jiwa Seorang wanita sedang memandang mukanya di depan kaca. Wajahnya cantik jelita; memenuhi seluruh persyaratan yang memungkinkan ia menjadi pujaan. Para wanita yang melihat wajah itu merasa dirinya tidak beruntung karena wanita itu terlampau sempurna. Namun, tiba-tiba, wanita itu menancapkan paku mencocok matanya sendiri. ~Teks yang dikutip penulis dari salah satu karya Putu Wijaya~ Apa yang kawan-kawan rasakan saat membaca teks di atas? Contoh teks yang digunakan penulis di atas, untuk menggambarkan bahwa teks juga bisa menjadi teror. Bahwa teks bisa menjadi mengerikan. Di buku inilah penulis ingin mengatakan bahwa teks bisa memuat emosi kita, dan teks dapat menularkan emosi kita. Selain bercerita tentang emosi-teks, buku ini juga memotivasi pembaca untuk membaca dan menulis. Seperti yang tertulis pada pengantar Sindhunata, Membaca dan menulis bukanlah soal metode atau teknik, melainkan soal hidup dan keberanian. Buku ini menawarkan keberanian kepada pembaca untuk melakukan kedua kegiatan tersebut. Dan menekankan bahwa membaca dan menulis adalah satu mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Membaca mendukung menulis dan menulis melengkapi membaca. Mudah dicerna, menjadi salah satu keunggulan buku ini. Penggunaan bahasa yang ringan dan komunikatif, membuat si pembaca seakan-akan diajak berdialog dengan penulis. Kepala pun tak perlu berpusing ria mengartikan kata atau kalimat yang tertulis, karena gaya penulisannya yang lebih terkesan bercerita dibanding mengajari. Benar-benar menarikkah buku ini?? Masih gak yakin? Coba deh kawan-kawan buktikan.... *** Sebenarnya buku Main-main dengan Teks berkaitan dengan dua buku sebelumnya, Mengikat Makna dan Andaikan Buku itu Sepotong Pizza. Tetapi, karena kedua buku tersebut belum mampir ke kosku, aku gak bisa membandingkan ketiga buku itu. Mungkin suatu saat aku akan mencoba menjemput sekaligus mengorek-ngorek informasi kedua buku, dan menresensikan hasilnya pada kawan-kawan. Semoga kawan-kawan gak bosen dengan resensiku ;) Rancabolang, Muharram 1429 H
"Keindahan selalu muncul saat manusia berpikir positif" sinthionk et yahoo dot com; sinthionk et gmail dot com http://sinthionk.multiply.com; http://sinthionk.rezaervani.com YM: sinthionk --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
