Mana kelanjutannya mbak Sinthionk... sangat mengharukan sekali ceritanya, ditunggu ya.. kelanjutanya.
----- Ursprüngliche Mail ---- Von: sinthionk <[EMAIL PROTECTED]> An: SK <[EMAIL PROTECTED]>; rezaervani <[email protected]>; anadia <[EMAIL PROTECTED]>; FLP <[EMAIL PROTECTED]>; FPKM <[EMAIL PROTECTED]> Gesendet: Samstag, den 16. Februar 2008, 18:06:05 Uhr Betreff: [rezaervani] [ARTIKEL] Toko Kebahagiaan -Sebuah kisah yang dirajut ulang versi isi kepala Sinta- Aku berdiri termangu di seberang jalan sebuah toko. Toko Kebahagiaan. *** Beberapa hari yang lalu seorang sahabat memberiku coretan alamat. ”Ini Sin, alamat Toko Kebahagiaan,” katanya sambil menyodorkan selembar sobekan kertas. Aku hanya mengerutkan dahi. ”Bukannya kemarin kau begitu semangat menginginkan kebahagiaan?” tanya sobatku. Aku pun mengangguk, ”iya aku memang menginginkan kebahagiaan, Tapi....” ”Kau tidak percaya ada Toko Kebahagiaan?” ”Hmmm...” ”Yah...terserah dikau, mau ke sana...monggo, gak juga...no problem,” kata sobatku sambil tersenyum. ”Oke, aku pergi dulu yah...bye” Diberikannya sobekan kertas itu di tanganku. Kutatap sobekan kertas itu dengan perasaan penuh tanda tanya. *** Toko itu kecil sederhana, bercat warna hijau segar, berpintu kaca terbuka dan tampak di etalase sebuah pohon yang indah tapi cukup aneh, karena bunganya berbeda-beda dan berwarna-warni. Aku sedikit memiringkan kepala, rasa bingung memenuhi kepalaku ketika membaca papan nama kayu di atas pintu, Toko ”KEBAHAGIAAN”, dengan tambahan dibawahnya, ”hanya untuk orang yang benar-benar menginginkan kebahagiaan” ”Penasaran nih!” batinku. ”Masuk aja deh” dan melangkahlah sang kaki mendekati toko yang dipenuhi misteri. ”Sejuk,” batinku begitu memasuki pintu kaca, mengingat betapa panasnya jalanan yang harus aku telusuri untuk sampai ke Toko Kebahagiaan ini. Mataku melirik ke kanan kiri. ”Ada yang bisa dibantu?” aku terkejut. Terlihat seorang pria berdiri tak jauh dariku. Pria yang sudah tak muda lagi itu terlihat bersahaja, berkacamata dan berjanggut tipis. Nampak beberapa helai janggutnya memutih senada dengan rambutnya yang tersisir rapi. ”Siang Nak, ada yang bisa dibantu?” ulang pria itu dengan senyum tulus. Dengan sedikit grogi aku menjawab, ”Kebahagiaan. Eee...maksud saya...saya mencari kebahagiaan,” kalimat ini terasa begitu tolol saat masuk ke telingaku sendiri. Terlihat si Bapak mengangguk-angguk menatapku, ”hmmm...apakah Ananda yakin ingin kebahagiaan?” Salah satu alis mataku terangkat, ”Kenapa Pak?” tanyaku. ”Nak, kebahagiaan itu bukan hal yang instan, butuh banyak hal untuk mendapatkannya” ”Tapi saya benar-benar menginginkannya, Pak.” Sang Bapak tersenyum, ”Bagus, Nanda sudah memiliki satu akar yang penting untuk meraih kebahagiaan. Keyakinan.” Aku tersenyum lebar, yang aku yakin tampak lebar sekali. ”Baik Nak, seperti yang sudah Bapak katakan tadi, kebahagiaan bukanlah hal yang instan,” kata Bapak tenang tetapi tegas, ”dan perlu Nanda tahu, sebenarnya Bapak tidak menjual kebahagiaan” ”Loh...” potongku dengan ekspresi mlongo. Bapak kembali tersenyum. “Toko Bapak hanyalah menjual benih-benih pembangun kebahagiaan,” sambil menunjukkan berderet lemari yang berisikan botol-botol yang tertata rapi. Aku melihat dengan perasaan penuh keingintahuan. “Di setiap lemari menyimpan benih-benih yang akan membantu Nanda untuk mendapatkan kebahagiaan,” aku melangkahkan kaki melihat deretan lemari. Terlihat setiap lemari memiliki nama, lemari pertama aku membaca label nama yang tertera di sana kesabaran, kemudian lemari di sampingnya tertera keikhlasan, dan juga lemari-lemari selanjutnya, rasa syukur, kasih sayang, kejujuran, kepasrahan, keridhoan dan rela memaafkan. Aku pun semakin tertarik, ”banyak sekali benihnya ya Pak?” ”Iya Nak, dan setiap lemari tersimpan satu macam benih tetapi berbeda kualitas. Saat kau menginginkan buah yang terbaik, maka dibutuhkan benih yang terbaik. Tapi ingat, perawatannyapun tak mudah” Aku termenung. ”Bagaimana Nak?” ”Oke Pak, karena saya menginginkan kebahagiaan, saya akan membeli benih-benih ini” Mulailah aku memilih benih-benih di dalam lemari, aku membeli benih-benih dengan kualitas standart, karena bekalku masih terlalu sedikit untuk membeli benih dengan kualitas terbaik. Saat pembayaran, ternyata harga benih kesabaran adalah harga termahal. ”Kenapa harga benih kesabaran mahal sekali Pak?” ”Karena benih kesabaran adalah benih yang paling mendasar Nak, bahkan saat Nanda telah mendapatkan kebahagiaan, kesabaran harus tetap Nanda rawat.” Aku mengangguk-angguk sok tau. Setelah semua dibungkus, sang Bapak memberiku sebuah buku panduan. Buku itu terlihat indah, ”ini panduanmu untuk merawat benih-benih itu.” Aku membuka lembaran-lembaran buku, tertera huruf-huruf arab yang dirangkai dengan indah. Aku tersenyum menatap buku itu. ”Terima kasih Pak” ”Selamat berjuang Nak,” kata sang Bapak dengan mengangkat kepalan tangan. ”Siap Pak,” jawabku dengan tangan memberi hormat. ”Hehehe....” Aku berjalan keluar toko dengan langkah yakin, ”Aku harus mendapatkan kebahagiaan” nyambung ke episode selanjutnya Rancabolang, Muharram 1429H Salam, Sinta "Keindahan selalu muncul saat manusia berpikir positif" sinthionk et yahoo dot com; sinthionk et gmail dot com http://sinthionk. multiply. com; http://sinthionk. rezaervani. com YM: sinthionk Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> E-Mails jetzt auf Ihrem Handy. www.yahoo.de/go
