:) coba sekali-sekali adek Rizky ini maen-maen ke ITC Depok waktu sholat maghrib.. Ukuran tempat sholat (saya lebih suka bilang tempat shalat daripada mesjid) yang cukup besar (bisa menampung 100 orang lebih sekali sholat) tetap harus membuat pengunjung antre.. Dan coba sekali2 belanja waktu adzan maghrib.. dijamin ga ada yang ngelayanin, karena orangnya lagi sholat.. :)
Fenomena tempat sholat di tempat hiburan memang belum berakhir. Tapi saya melihat akhir2 ini para pengembang mal-mal itu sudah pada sadar diri (atau dipaksa sadar). di Plaza Senayan misalnya, itu mall bergengsi di Jkt, tempat sholatnya bagus sekali.. :) Di Senayan City juga begitu.. Saya juga lihat banyak para pengunjung dan penjaga counter yang tetap menunaikan kewajibannya.. Di Pasar raya Blok M Grande, petugas counter itu bergantian dengan temannya untuk sholat.. Di Pondok Indah, jelas, ada mesjid besaaaar di sebelahnya. Di dalam mall nya sendiri tersedia 2 tempat shalat yang bersih.. Kalo dicompare dengan Malaysia, saya rasa tidak jauh beda ya.. Yang jadi concern itu, adalah tempat hiburan yang didirikan di daerah yang memang jumlah muslimnya sedikit. Misalnya di Grogol atau di Jakarta Barat, yang mayoritas berisi non muslim. Eniwei, jangan pesimis melihat keadaan sekarang.. Perbaikan hanya efektif kalo dimulai dari diri sendiri.. Sapa tau nanti adik Rizky ini jadi pengembang besar atau pengusaha besar.. Semoga tetap istiqomah dalam memakmurkan mesjid wasalam -dwip- Rizky Febriansyah <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 02/20/2008 08:24 AM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject [rezaervani] [ARTIKEL] Mall Masjid Bandung Pernahkah Anda menanyakan suatu tempat di sebuah Mall (Tempat perbelajaan modern) kepada satpam atau salah seorang karyawan pada sebuah Mall tersebut? pasti yang dijawab oleh satpam atau salah seorang karyawan adalah "ada"! di area basment atau di belakang dekat toilet?,jawabnya! pasti Anda sudah mulai dapat membayangkan tempat apakah itu, Masjidlah mungkin yang akan dibayangkan sekarang. Fenomena ini sudah menjadi hal yang biasa bagi kaum muslim yang bertaqwa bila ingin menunaikan kewajibannya kepada-Nya, namun ketika mereka melakukan Ibadah terkadang tempat dan fasilitas yang mendukung untuk ibadah tidak sebanding sekhusyu Ibadah sholat kita. Penulis akan blak-blakan tentang sebagian Masjid yang ada di dalam Mall-mall Kota Bandung ( bukan untuk mejelek-jelekan tapi kenyataan ), Pertama Masjid yang ada di BIP ( Bandung Indah Plaza ) Jl. Merdeka pemenang Mall Masjid Th. 2004 tertandatangan Pak Walikota Dada Rosada ( Hebat euy, walaupun dilihat tidak seperti arsitektur Masjid pada umumnya), letak masjid ini berada di Basment jika dilihat dari fisiknya Masjid ini masih layak untuk digunakan sholat karena dilihat dari tempat wudhu hingga luasnya cukup besar apalagi tempat sholat antara Ikwan dan Akhwat dipisah ruangannya dan karena letaknya di basement pihak pengelola memberikan sebuah kipas angin yang agak besar. ( Alhamdulillah, sedikit nyaman euy! ). Kedua Masjid yang ada di Jatos ( Jatinangor Town Square ) Jl. Jatinangor-Sumedang, letak masjid ini berada di lantai utama, dilihat dari kondisinya masjid ini masih bagus karena Jatos Mall ini berdiri satu tahun yang lalu ( Klo tidak salah ) keadaannya nyaman sekali untuk kita melaksanakan sholat karena ruangan yang dilengkapi AC membuat kita khusyu dalam sholat. Dilihat dari strategis tempat, masjid ini kurang kelihatan karena tertutup oleh beberapa counter-counter ( Tapi saluut lah! ditempatkannya ditempat yang layak ). Ketiga Masjid yang ada di Yogya Kepatihan Jl. Kepatihan ( hmm.... bau ! ), Masjid ini berada dekat dengan tempat sampah ( hanya dibatasi oleh tembok ½ tertutup, tapi tetep aja terasa baunya! ), walaupun didalam masjid ada sebuah parfum otomatis tapi tidak berfungsi ( mungkin lupaeuun petugasnya ), ditambah ruangan yang sangat sempit hanya untuk 6 orang bagi Ikhwan sedangkan yang sholat jumlahnya lebih dari itu ( Waitinglist kali yaa... ). Keempat Masjid yang ada di KFC dan Superindo Jl. Dago, letaknya sih tidak di basement atau didalam Mall tapi berada di samping bangunan Mall Tsb, kira-kira luasnya hanya 3 x 2 meter dan cukup jauh dari tempat wudhu plus gelap tempat wudhunya ketika saya akan sholat maghrib, saat sujud saya seketika menjauh dari sajadah yang ada disitu karena bau ( kayaknya belum pernah dicuci deh! dari awal beli ). Yang saya bayangkan jika semua penghuni Mall termasuk pengunjungnya yang ingin menunaikan sholat, mungkin harus mengantri seperti membeli minyak tanah ( keburu habis waktu sholatnya ). Dari sekian banyak masjid yang ada di Mall-mall Kota Bandung, dengan fasilitas yang belum seluruhnya sempurna maka telah menjadi gambaran bagi kita bagaimana sebagian kaum muslim yang acuh tak acuh terhadap masjid apalagi jika mengenai tentang ibadah seakan-akan mereka alergi khususnya para insan remaja yang memadu kasih di Mall yang sampai-sampai melupakan kewajiban yang sewajibnya ia harus kerjakan. Tapi klo saya lihat dari ( kacamata hideng ), mengapa masjid yang ada di Mall tidak pernah diperhatikan dari segi kualitas penunjang ? Jawabannya adalah karena dari sekian banyak pengunjung Mall yang berkunjung hanya ¼ yang sholat di Masjid Mall, coba klo kita gamabarkan jika sebuah Mall menggunakan sistem waktu sholat?! Ketika adzan dikumandangkan semua counter-counter meninggalkan transaksi jual beli dan semua berbondong-bondong menuju sebuah Masjid pasti masjid yang akan digunakan dengan kapasitas yang besar, dan yang pastinya ngak akan mungkin seukuran masjid yang ada di Superindo Jl. Dago Bandung !. (Rizky Febriansyah SMA Negeri 19 Bandung X - 9/ FORISTIC Indonesia )
