MENULIS ADALAH SHOCK THERAPY BUAT DIRIKU
Fiyan Arjun
http://sebuahrisalah.multiply.com
ID YM :paman_sam2
Aku menulis bukan karena memahami dunia, melainkan karena aku tidak
memahaminya.Gerald Murnane
Itulah yang menjadi motivasiku dalam dunia baruku. Dunia yang sedang kini
kugeluti. Dan kini aku sudah memulainya. Merangkak perlahan-lahan untuk menuju
duniaku yang benar-benar aku inginkan. Merubah dunia dengan penaku! Yup, itulah
keinginan dan cita-citaku! Agar kelak aku nanti bisa memberantas anak manusia
dari buta aksara dan malas untuk menulis. Terlebih-lebih membaca. Yang ada
hanya mencintai dan menyukai kegemaran tersendiri: membaca dan membalas
(menulis) Short Mesagge Sytem. Pesan singkat elektronik. Ironi sekali
mendengarnya.
Inilah hidupku. Duniaku. Hidup dan daniaku yang mulai aku jalani sampai
sekarang. Bahkan sampai titik darah penghabisanku. Dan, itulah maut! Yang bisa
mengakhiri duniaku itu. Menjadi seorang penulis yang patut dibanggakan dan
memberi kontrubusi terbaik untuk semua anak manusio. Doakan....
Hal itulah (baca: kata bijak diatas) yang membuatku sampai sekarang terus
survive dalam duniaku ini. Dan itulan alasannya kenapa aku sangat mencintai
duniaku ini sampai sekarang. Karena aku cinta pada duniaku. Dunia
tulis-menulis. Dunia merangkai kata-kata agar lebih bermakna. Dunia aksara.
Halnya hidup dan cita-citaku yang sedang aku jalani ini. Menjadi seorang
penulis. Maka tak salah jika aku mencintai dunia aksara yang telah merayu ku
untuk mencintai dunia itu. Dunia yang akan merubah anak manusia menjadi sosok
pribadi yang patut suritauladani.
Bahkan aku membenarkan pula apa yang dikatakan Lord Bryon. Inilah yang beliau
katakan.Setetes tinta dapat menjelma jadi sejuta pemikiran. Dan itu ternyata
benar! Dan aku pun ingin seperti itu. Dengan segores tinta yang aku tumpahkan
ke dalam kertas puitih tanpa dosa itu aku ingin merubah dunia. Dunia yang saat
ini aku genggam dan aku geluti. Entahlah, semoga aku bisa menjalani dan memberi
kontrubusi terbaik untuk semua anak manusia dengan segores tinta yang aku
tumpahkan ke dalam kertas tanpa dosa itu. Menjadi sebuah kalimah-kalimah biasa
menjadi luar biasa dan sakti. Hingga bisa mempengaruhi jiwa-jiwa dan pikiran
anak manusia yang kering.. Halnya seperti asa dan tekadku untuk mereguk dunia
itu. Dunia yang penuh dengan makna-makna yang luar biasa.
Menulis. Ya, menulis bagiku adalah obat buat diriku. Shock therapy dalam
jiwaku. Andai saja aku tak menulis sedikit pun dan tak ada segores tinta yang
aku tumpahkan di atas kertas putih tanpa dosa itu, bagiku ada sesuatu yang
hilang dalam jiwa maupun dalam duniaku. Maka tak hayal jika aku merasa
kekeringan dan tak biasa dengan hal keadaan seperti itu. Tak menggoreskan tinta
sepercik pun di kertas putih tanpa dosa itu. Malas menulis. Itulah hal sangat
aku benci bahkan sering menghantui jika setan kemalasanku meraja dan berpunuk
di dalam jiwa dan pikiranku. Hingga aku menyadari itu semua. Itu hanyalah
sia-sia dan rugi bila itu terus berkecamuk dalam diriku terus-menerus. Dan...
aku akan melawan itu semua sehingga aku nanti dapat bisa merubah dunia serta
merubah kehidupanku dengan goresan penaku.
Ciputat, 20
Februari 2008
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.