Manusia antara Ruang dan Waktu
oleh : Reza Ervani
Bismilahirrahmanirrahiim
Ada dua pertanyaan yang coba penulis fasilitasi lewat tulisan ini. Pertanyaan
pertama adalah tentang Dimana Tuhan ? dan Pertanyaan kedua adalah tentang Tuhan
dan Batu ?
Sebenarnya ada dua tulisan yang pernah penulis buat tahun lalu untuk menjawab
hal yang sama di milis yang berbeda, tapi rasa-rasanya tidaklah salah kalau
kita tulis sekali lagi dengan redaksi yang sedikit berbeda.
Apa yang saat ini mampu dipelajari oleh manusia di Fisika, sepenuhnya berada
dalam dimensi ruang dan waktu (x,y,z dan t). Pernahkah kita merenungkan suatu
kondisi yang tidak terikat dalam 4 dimensi ini ? Sangat sulit.
Dalam sebuah pengantar kuliah Fisika Kuantum ada analogi seperti ini : "Jika
anda mampu berjalan mengarungi jagad raya dan sampai ke penghujungnya berupa
tembok, maka pertanyaan yang timbul kemudian, apakah kondisi dibalik tembok itu
sama dengan kondisi dimana anda berada ?
Atau bayangkan analogi lain seperti, mungkinkah sebuah ruangan di dalam balon
terbentuk jika tidak ada dinding balon ?
Itulah gambaran singkat betapa terikatnya pengetahuan manusia pada kondisi 4
dimensi ini. Diluar itu ... sungguh kita akan menyadari betapa lemahnya akal.
Benar ungkapan malaikat dalam Al Quran Al Karim :
Subhanaka, La Ilmalana ila maa alamtana
Maha Suci Engkau ya Allah, Tidak Ada Ilmu kami kecual Apa yang Kau Ajarkan
kepada Kami.
Jika anda pernah belajar Fisika Modern anda malah akan menemukan bahwa bahkan
tidak semua kondisi dalam dimensi ruang dan waktu ini bisa ditentukan oleh
manusia. Lahirlah kemudian apa yang dikenal dengan Teori Uncertainty
Heisenberg, yang sederhananya menceritakan betapa kondisi definite di satu
dimensi, belum tentu berarti definite di dimensi lain. Sebuah keajaiban fisis
yang menunjukkan kebesaran Allah yang Maha Sempurna.
Pertanyaan "Dimana" yang muncul sepenuhnya karena frame pemikiran akal kita
terkotak dalam dimensi ini. Apakah pertanyaan tersebut dapat dimunculkan dalam
kondisi tanpa Ruang dan Waktu ? ...
Allah azza wa Jalla terlepas dari keterikatan dimensi Ruang dan Waktu,
seperti yang terungkap dalam salah satu sifatNya, Awal wal Akhiru, Az Zhahir al
Bathin :
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. (Al Quran Al Karim Surah Al Hadiid ayat 3)
Coba anda cari di dunia fisis, adakah yang mampu memiliki sifat dualisme
seperti itu ? Variabel waktu (t) saja sudah menjadi misteri. Anda akan temukan
ada persamaan di Fisika yang "terpaksa" dibuat mengabaikan waktu (Time
Independent) atau memperhitungkan waktu (Time Dependent), misalnya persamaan
Schrodinger.
Lalu bagaimana mungkin sesuatu yang bersifat fisis (x,y,z dan t) disandingkan
dengan sesuatu yang metafisis (walau penulis tidak suka memakai bahasa ini) -
yang tidak terikat ruang dan waktu, seperti menyandingkan Tuhan dengan Batu.
Bahkan "seharusnya" kata Maha pun tak pantas disandingkan pada Dzat Yang Maha
Agung.
Itu satu sayap ...
Sayap lainnya adalah betapa konsep Islam adalah konsep yang "sederhana".
Karena manusia memiliki keterbetasan itulah, kemudian Tuhan "menggambarkan"
kebesaranNya sebagai sesuatu yang bisa dicerna secara kognitif. Lihat saja
bahasa yang digunakan Al Quran untuk menggambarkan Surga dan Neraka : Mengalir
di bawahnya sungai-sungai, Bidadari, Dipan-dipan. Semuanya adalah benda fisis
yang pernah kita kenal, sehingga tak perlu kita menyiksa diri dengan
membayangkan sesuatu yang tak pernah kita kenal. Tapi bagaimana sesungguhnya
Surga dan Neraka sungguh ia belum pernah terlihat oleh mata, tercium oleh
hidup, atau terlintas dalam hati. Undefinitable thing.
Berada dengan seimbang diantara dua sayap ini menyebabkan kita tidak terjebak
dalam ekstrimisme Jabariyah dan Qodariyah. Menafikkan Tuhan atau Menafikkan
Potensi Manusia.
Nanti, ada masanya kita akan terlepas dari kondisi ruang dan waktu ini, saat
dimana kita mengetahui kebenaran Janji Allah tentang nikmat dan azab. Saat
dimana sesal tak ada lagi gunanya. Saat ini mari beramal, mumpung masih ada
ruang dan waktu yang meliputi kesempatan yang membingkai kehidupan kita.
Allahu Akbar
Subhanaka la ilmalana illa ma alamtana. Innaka antal 'alimul hakiim.
Allahu 'Alam
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.