Mungkin maksutnya Pak Arif itu dalam hal RITUAL ibadah?

Mengada-ngada atau melebih-lebihkan ritual ibadah.
Misal shalat pake bahasa selain bahasa Arab.
Shalat fardhu lebih dari 5 waktu.
Shalat sunnah rawatib setelah sholat ashar..

wasalam
-dwip-




dendy dogol <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
04/01/2008 01:17 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Bls: [rezaervani] Re: [OPINI] 5 Alasan Mengapa Memperingati Maulid Nabi 
Muhammad dan Isra Mi`raj (Jawaban)







Urusan dunia?apakah urusan dunia itu  urusan ibadah juga mas?
Kalau urusan dunia itu bukan lah urusan ibadah maka seharusnya umat 
manusia meninggalkan semua urusan dunia karena Allah menciptakan manusia 
dan jin hanya untuk beribadah kepada Allah.

Kalau kita melakukan sesuatu tidak diniatkan untuk ibadah, lantas untuk 
apa?bukankah akan menjadi hal yang sia sia...dan bukankah hal yang sia sia 
itu dibenci Allah?

mohon pencerahan,
 
doGol d' gReat  [IMAGE]


----- Pesan Asli ----
Dari: arif rahman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 29 Maret, 2008 12:36:22
Topik: [rezaervani] Re: [OPINI] 5 Alasan Mengapa Memperingati Maulid Nabi 
Muhammad dan Isra Mi`raj (Jawaban)

Saya juga bukan ahli hadits atau tafsir...... meski sempat belajar nahwu 
sharaf dan qaidah ushul fiqh, serta hadits...... (kurang lebih 5 
tahunan...pada seorang ustadz)
Waktu itu ustadz saya menjelaskan. ...yang dimaksud bid'ah dan sesat serta 
kekal di neraka...adalah bid'ah dalam bidang ibadah...... (antum a'lamu 
bi'umuri dunyakum.... ..itu dalil bahwa selain ibadah.....boleh karena itu 
urusan dunia)

----- Original Message ----
From: anggi septiani <khansa_sakura@ yahoo.co. id>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Saturday, March 29, 2008 10:21:26 AM
Subject: [rezaervani] Bls: [OPINI] 5 Alasan Mengapa Memperingati Maulid 
Nabi Muhammad dan Isra Mi`raj (Jawaban)

Assalamu'alikum warahmatulloh. ...
Alhamdulillah saya ada yang setuju dengan anda, tetapi ada yang saya tidak 
setuju.
Soal bid'ah, tidak ada yang hasanah dan ada yang buruk. Yang namanya 
bid'ah tetap saja bid'ah
Wallahu'alam. ..
Barakallahu fiik...

----- Pesan Asli ----
Dari: Farry Yudi Sutami <zuria_sutami@ yahoo.com>
Kepada: Syiar Islam Member <syiar-islam@ yahoogroups. com>; Islam Cara 
Hidupku Member <islamcarahidupku@ yahoogroups. com>; Manager Indonesia 
Member <Manager-Indonesia@ yahoogroups. com>; Rumah Ilmu Member 
<[EMAIL PROTECTED] ups.com>
Terkirim: Kamis, 27 Maret, 2008 23:08:45
Topik: [rezaervani] [OPINI] 5 Alasan Mengapa Memperingati Maulid Nabi 
Muhammad dan Isra Mi`raj (Jawaban)

Berikut jawaban saya : 
1. Analogi anda tentang pesawat terbang bahwa bid'ah tidaklah berhubungan. 
Lihat dahulu kategori bid'ah dalam hadits itu sebagi apa, apakah semua 
segi kehidupan atau hanyalah untuk suatu amal. Liihat hadits lainnya. Baca 
: membedah seluk beluk bid'ah. Jadi pesawat terbang bukanlah bid'ah.
2. Kalau anda bilang tergantung niat, mengapa sholat tidak kita jadikan 
50x/hari. Agar kita selalu mngingat Tuhan atau puasa sepanjang tahuan, 
agar kita dapat bersabar atau tidak menikah agar kita dapat khusyuk dalam 
berdakwah. Tetapi, nabi mengajarkan kita untuk mencontohnya bukan 
mencontoh  gubernur, sultan, ulama dll. Bukankah hanya ada dua pegangan Al 
Qur'an dan As Sunah.
3. Jika memang itu baik, mengapa para sahabat nabi tidak melakukan, atau 
zaman setela zaman Nabi tidak kita temukan hal tersebut. Bukankah masa 
terbaik ialah masa ialah masa khulafau rasyidin, lalu setelahnya 
(sahabat), lalu setelahnya (setelah sahabat). dan bukankah masa Sulat 
Saladin jauh setelah itu. Ataukah kita berpendapat bahwa kita lebih baik 
ata lebih hebat dari mereka.
4. Disuatu masa, setelah hijrah Nabi pernah melarang kaum Anshar untuk 
bersuka ria (pesta) selain Iedul Fitri dan Iedul Adha (Qurban), karena 
Allah telah mengganti seluruh hari raya umat Islam dengan kedua hari raya 
itu.
5. Nabi juga menganjurkan apabila kita menemui hal yang tiada jelas antara 
hitam dan putih atau abu-abu, lebih baik tinggalkanlah. Sesunguhnya hal 
itu lebih baik bagimu.

Kesimpulan saya daripada kita berpesta pora menghamburkan rupiah untuk 
perayaan yang masih ragu (walaupun bagi saya itu bid'ah), mengapa tidak 
diguanakan saja untuk memperbaiki masjid,  fakir miskin, atau untuk  
membangun mdrasah.
Bukankah Nabi telah mengajarkan kita untuk tidak mubazir. Bukankah Nabi 
tidak pernah menerima sedekah. dan bukankah Nabi tidak pernah menerima 
kado ulang tahun dimasa hidupnya, mengapa kita memberikan kado setelah 
ratusan tahun wafatnya.

Terimakasih
Wallahualam

Farry YS (bukan ahli hadits dan bukan ahli tafsir)


----- Original Message ----
From: lucky firmansyah <firman_lucky@ yahoo.co. id>
To: iim marlina <whats_up113@ yahoo.co. id>; irma <chubbygirls@ yahoo.com
>; kesehatan islam <kesehatan_islam@ yahoogroups. com>; ela <acoey_monoz@ 
yahoo.co. id>; eni nuraini <[EMAIL PROTECTED] com>; zi kalem <firman_lucky@ 
yahoo.co. id>; hana saina <[EMAIL PROTECTED] com>; sari kata OOT 
<[EMAIL PROTECTED] s.com>; solihati <[EMAIL PROTECTED] co.id>; Supra yitno 
<[EMAIL PROTECTED] co.id>; syiar-islam OOT <syiar-islam@ yahoogroups. com>; 
dini <dini_winangsih@ yahoo.co. id>; jeny <jenycaem_bgt@ yahoo.co. id>
Sent: Thursday, March 27, 2008 10:30:02
Subject: [syiar-islam] 5 Alasan menapa memperingati Maulid Nabi Muhammad 
dan Isra Mi`raj

5 Alasan menapa memperingati Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi`raj




"Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya 
pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun 
dari pahalanya, dan barangsiapa membuat-buat hal baru yg buruk dalam 
islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya dan tak 
dikurangkan sedikitpun dari dosanya".

(Shahih Muslim hadits no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn 
Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan 
banyak lagi).

"Semua bid’ah itu sesat"


Bid`ah sebagian orang mengartikan bahwa Bid`ah itu adalah sesuatu yang 
baru yang belum ada pada Masa Nabi Muhammad SAW. Sebagian orang menganggap 
bahwa semua yang baru itu adalah sesat dan setiap kesesatan adanya di 
Neraka. Mereka mengacu pada Hadits Nabi yang mengatakan كُلُّ بِدْعَةٍ 
ضَلاَلَةٌ "Setiap Bid`ah itu sesat". Mereka menafsirkan bahwa kata "Kullu" 
ada Hadits tersebut adalah "semua", tetapi sebagian mufassiriin hadits 
tidak mengatakan demikian, mereka berpendapat bahwa kata "Kullu" pada 
hadits tadi bukannlah "semua", melaikan artinya adalah "sebagian". Mereka 
menyebutkan pula bahwa banyak dalam ayat Al-Qur`an yang mengartikan 
"Kullu" itu bukan "semua", tetapi sebagian.

Pada mukaddimah diatas, saya cantumkan sebuah hadits shoheh yang 
diriwayatkan oleh Muslim, bahwa "Barangsiapa membuat buat hal baru yang 
baik dalam islam, maka baginya pahalanya... ". itu yang menjadi sandaran 
hukum sebagian mufassirin hadits yang memperbolehkan atau bahkan 
menganjurkan untuk membuat sesuatu yang baru dalam dunia islam yang 
pastinya bermanfaat.

Menurut sebagian Mufassirin Hadits, dari kedua hadits tadi dapat 
disimpulkan bahwa bid`ah itu terbagi ke dalam 2 kategori:

1. Bid`ah Dholalah / sesuatu yang baru, yang dipandang menyesatkan dan 
tidak sesuai dengan syariah hukum islam.

2. Bid`ah Hasanah / sesuatu yang baru, yang dipandang baik dan sesuai 
dengan aturan syariah islam.

Mari kita ambil sebuah contoh tentang hal yang baru, yang tidak ada pada 
zaman Rosul. Misalnya pesawat terbang. Pesawat terbang baru ditemukan 
orang pada awal abad ke 20-an. Kalau dimisalkan pesawat tadi digunakan 
orang untuk pergi liburan ke Haway, ke lasvegas (untuk berjudi) maka 
otomatis kita akan men-capnya sebagai sesuat kemaksiatan dan itu termasuk 
bid`ah yang dholalah (sesat), tetapi kalau pesawat tadi digunakan orang 
untuk berangkat pergi haji ke tanah suci dan umrah maka apakah itu sesuatu 
kemaksiatan? jelas bukan. Itu adalah Ibadah rukun islam yang kelima itu 
termasuk bid`ah yang hasanah.



Pada masa Rosulullah SAW, memang Maulid dan Isra Mi`raj tidak Beliau 
peringati, Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan 
oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak, pada masa 
pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang 
berpendapat bahwa idenya sendiri justru berasal dari Sultan Salahuddin 
sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi 
Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, 
yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa 
dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem.

Bid`ah itulah kata yang diucapkan oleh sebagian orang yang tidak 
sependapat dengan orang yang selalu memperingati Perayaan Maulid Nabi 
Muhammad SAW dan Isro Mi`raj. Berikut 5 alasan mengapa banyak orang yang 
selalu memperingati Maulid dan Isra Mi`raj Nabi:

1.. Syukur nikmat Iman dan Islam atas Syariah yang telah dibawa oleh 
Baginda Nabi SAW dari Allah SWT.
Allah SWt berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan 
menambah (ni’mat) kepadamu dan jika kamu mengingkari maka sesungguhnya 
azabKu sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7)

"Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki yang ada diantara 
kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah 
Maha Mengetahui segala sesuatu".(QS: Al-Ahzab ayat 40 (33:40)

2. Mensyiarkan Agama Islam.
Melihat sejarah pertama kalinya dirayakan maulid, bahwa tujuan 
dirayakannya maulid untuk membangkitkan kembali semangat syiar dalam agama 
Allah, Allah berfirman: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan 
untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar 
(QS Ali Imran: 110 )

3.. Tholabul Ilmi.
Rasul bersabda: "Mencari Ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim 
wanita", " Carilah ilmu dari lahir sampai meninggal"..

4. Mengharap Pahala.
"Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya 
pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun 
dari pahalanya, dan barangsiapa membuat-buat hal baru yg buruk dalam 
islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya dan tak 
dikurangkan sedikitpun dari dosanya".

"Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik 
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan 
pada) hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling maka sesungguhnya 
Allah, Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS Al Mumtahanah: 6).


5. Cinta Rosul.
Rasul bersabda: "Barang siapa yang mengikuti sunahku, sungguh ia cinta 
padaku dan barang siapa yang cinta padaku, ia akan disurga bersamaku".

Kesimpulan:
Semuanya kembali kepada niat kita, karena "sesungguhnya semua amal itu 
tergantung niat". Kalau niat kita baik, insya Allah hasilnya akan baik 
(Ridlo Allah), tetapi kalau niat kita udah jelek, otomatis hasilnnya juga 
jelek (Murka Allah).

Sebenarnya Dunia Islam sedang menunggu kebangkitan muslim yang ada di 
Indonesia, mereka mengibaratkan bangsa kita ini sebagai macan yang sedang 
terlelap dalam dunia islam bagi bangsa kafir yang hendak menghancurkan 
dunia Islam. Kalau kita masih memperbesar perbedaan pendapat ini, sampai 
kapan islam mau bangkit? jangan sampai kita sebagai warga negara yang 
mayoritas islam ini kalah sama minoritas. Biarlah perbedaan pendaat ini 
mejadi rahmat bagi kita.

Ayo...mulai bangkit wahai saudaraku... .!! Allahu Akbar..Allahu 
Akbar...Allahu Akbar.... (Hari Guntara)

Sekian Artikel ini dibuat, salahnya dari kekeliruan saya pribadi semoga 
Allah Mengampuni dan benarnya semata-mata petunjuk dari Allah SWT.


------------ --------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .
yahoo.com 



Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 



You rock. That's why Blockbuster' s offering you one month of Blockbuster 
Total Access, No Cost. 



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers


Kirim email ke