INSPIRASI PAGI
  Fiyan Arjun
  http://sebuahrisalah.multiply.com
  ID YM :paman_sam2
   
   
  Rabu pagi tak seperti biasanya. Tak seperti pagi-pagi yang sudah-sudah. Pagi 
itu saya sangat malas untuk  keluar dari rumah. Entah itu untuk lari-lari kecil 
(joging) di lapangan bulutangkis terdekat dari rumah saya maupun hanya sekedar 
beli penganan kecil untuk sarapan pagi. Tapi hari itu saya sangat tak begitu 
semangat untuk melakukan apa pun. Bukan itu saja di tambah semalaman di guyur 
oleh hujan yang sangat deras hingga membuat sebagian tanah tampak becek dan 
digenangi sisa-sisa air hujan semalam. Klop, menambah saya enggan untuk keluar 
rumah.
   
   
  Akhirnya pagi itu saya hanya melakukan aktivitas yang bisa saya lakukan di 
dalam rumah. Membaca koran pagi, membaca buku maupun menulis—hobi saya setiap 
pagi jika tak ada kegiatan yang penting. Ya, sedikit di temani air teh manis 
yang saya buat sendiri untuk menghangatkan tubuh saya pagi itu. Kebetulan hari 
itu saya mendapatkan kerja giliran masuk siang. Untuk itulah saya 
memanfaatkanya dengan sebaik-baiknya dengan hobi saya itu. Selain menambah 
wawasan juga menambah ilmu yang saya petik dari koran maupun buku yang saya 
baca pagi itu.
   
   
  Kresh…kresh…kresh….
   
   
  Tiba-tiba saya mendengar suara asing di pelataran rumah saya. Dan karena 
membuat saya penasaran akhirnya mata minus saya pun memedarkan ke arah suara 
itu. Ternyata ada seekor kucing yang sedang usai buang kotoran (baca;hajat). 
Dan saat itu ia sedang menutupi kotorannya yang sudah ia hempaskan dari tubuh 
di pelataran rumah saya. Saya yang melihat situasi seperti itu timbul dalam 
pikiran saya dan bertanya-tanya. Seandainya itu adalah aib saudara saya apakah 
saya bisa menutupi sedemikian rupa?” gumam saya meanologikan—yang dilakukan 
oleh seekor kucing di pagi hari itu.
   
   
  Seandainya itu aib saudara saya? Itulah pertanyaan pada diri saya saat itu. 
Apakah saya harus seperti itu? Menutupi sedimikian rupa walau pun hal itu buruk 
halnya dilakukan seekor kucing yang ada di pelataran rumah saya. Seperti 
diungkapkan oleh Rasulullah,” Barang siapa  yang menjauhkan seseorang dari 
mengumpat diri saudaranya, maka adalah suatu kepastian dari Allah, bahwa Allah 
akan membebaskan dia dari Neraka.” (Riwayat Ahmad dengan sanad Hasan). Padahal 
bila saya lihat dan saya mendengar sendiri betapa banyak insan di muka bumi ini 
tak memiliki rasa apa yang dilakukan seekor kucing. Ia bisa menutupi aibnya 
sendiri dan juga bisa menutupi aib saudara sendirinya walau pun itu buruk—demi 
keselamatan diri maupun saudara kita. 
   
   
  Kenapa hal itu dilakukan oleh seekor kucing? Konon agar seekor anjing tidak 
mengetahui di mana persembunyian dirinya. Itulah cerita konon—yang sempat saya 
dengar dan membacanya di buku-buku fabel. Entah benar atau mitos bagi saya jika 
itu baik dilakukan kenapa tidak dilaksanakan? Toh, bila kita mau melakukannya 
kita (jangan) merasakan dan beranggapan bahwa diri kita seperti seekor kucing 
yang sedang menutupi kotoran? Kerdil sekali hati kita jika berasumsi seperti 
itu! Bukankah kita tahu bahwa kita adalah makhluk yang mulia diantara yang 
lainnya. Andai saja kita mau berpikiran legowo dan tawadhu. Betapa mulianya 
kita?
   
   
  Tak terasa saya larut di dalam situasi itu hingga tak menyadari kucing itu 
sudah sampai—masuk ke dalam rumah saya. Menghampiri saya. Dan kucing itu adalah 
diantara salah satu peliharaan hewan yang di pelihara oleh adik laki-laki saya. 
Yang suka memilhara kucing. Bukan hanya satu saja yang ia pelihara melainkan 
tiga ekor sekaligus. Ia pelihara dengan kasih sayangnya. Kadang ia 
memandikannya setiap seminggu dua kali serta memberi makan kepada peliharaannya 
itu. Sungguh mulia sekali adik laki-laki saya itu memelihara kucing. Binatang 
yang sangat dimuliakan oleh Nabi Muhammad SAW serta sahabatnya, Abu Huirairah, 
Bapak diantara kucing—julukan yang melekat pada dirinya.
   
   
  Ya, hanya dari seekor kucing saya akhirnya menadapatkan pelajaran yang sangat 
berharga. Pelajaran di pagi hari saat saya enggan untuk keluar dari rumah. 
Pelajaran dari seekor kucing rumah. Peliharaan adik laki-laki saya itu.
   
  Ulujami, 10 Maret 2008
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke