KACAMATA HIDUPKU Fiyan Arjun http://sebuahrisalah.multiply.com ID YM:paman_sam2
Kamis, tertanggal 10 April 2008 di sebuah kamar mandi. Kecil. Sumpek dan bergantungkan cermin berbentuk segi empat. Diam. Tak berdaya. Dan hanya mampu melihat setiap anak manusia yang mematut kepadanya. Begitu juga aku pernah mematut kecongkakanku pada benda yang mematul diriku yang lainnya. Nisbi. Di tempat itulah hidupku dimulai dengan kenestapaanbisa jadi mungkin akan menjadi kenangan selamanya. Aku dirundung duka. Kacamata, kacamata hidupku pecah dalam keadaan tak bernyawa. Pecah. Sepecah halnya diriku saat itu. Aku tak bisa memandang lagi kehidupan seperti sedia kala. Normal. Yang ada hanya fatamorgana yang kini aku lihat. Kadang pula aku terjebak oleh tipuannya saat aku tak memakai benda itu. Benda yang selama ini menemaniku. Menuntun aku di jalan yang hak. Mengajariku memandang kehidupan luar. Serta membantu mendidikku agar aku bisa melukiskan dan merangkaikan kehidupan nasib anak manusia melalui penayang sekarang ini aku jalani. Nuun wal qalami wa maa yasturun. Maa anta binimati rabbika bimajnuun. Wa innalaka la ajraan ghaira mamnuun. Demi pena dan apa-apa yang mereka tulis dan sesungguhnya bagi engkau pahala yang tidak putus-putusnya.(Al-Qalam: 1-3) Bukan. Bukan, aku terlalu mempercayai dan mengagun gkan benda yang selama ini menemani separuh hidupku. Itu salah! Walau pun aku tahu benda yang aku miliki tak akan kekal. Terlebih akan menemaniku kelak bila nyawa tercabut dari ragaku. Hanya Tuhanku, Tuhan yang Maha Pencipta yang ada di kalbuku sampai kapan pun. Dan itu harus ada di setiap sujud-sujudku bila sepertiga malam telah tiba. Masya Allah! Pekikku ketika benda itu terlepas dari saku pakaianku. Saat aku menaruhnya jatuh di lantai kamar mandi saat aku hendak mensucikan diriku untuk mensyaratkan salah satu syarat sah kwewajibanku. Shalat dzuhur. Yakni, dengan berwudhu. Aku lunglai dan tak bersemangat ketika benda yang aku miliki sebagai teman hidupku sudah tak berfungsi seperti semula. Tak dapat aku gunakan lagi. Hilang sudah apa yang aku impikan bahwa benda itu akan selalu menemaniku selalu kemana saja. Tetapi tidak. Dirinya hanya sampai di tempat itu, kamar mandi. Ya, sampai di tempat itu tugasnya usai untuk menemaniku. Aku pun tak bisa berkata apalagi untuk meratapi nasibnya itu lebih lanjut. Sudah tak memiliki nyawa. Entahlah, apakah aku harus meratap dan mengutuk Tuhanku kenapa ujian itu datang kepadaku. Dan benda satu-satunya yang kumiliki dan berharga dalam hidupku pecah. Tak dapat kugunkan lagi. Hempas sudah. Kuambil benda itu dari bawah lantai. Kutatap dirinya. Kupantulkan diriku ke arahnya. Ia hanya diam. Membisu. Tak dapat bercengkerama lagi denganku. Tak seperti saat-saat masih bersamaku selama ini. Kulihat lagi dirinya dan sesekali mematutkan dirinya di cermin kamar mandi. Tempat dirinya terluka. Ternyata cermin itu menertawaiku dan menyoraki dengan kegembiraannya atas kenestapaanku serta dirinya. Kacamataku. Benda yang aku ambil dari lantai. Hai, cermin jika kau manusia kau juga akan seperti diriku. Meratap. Berduka atas apa yang kau cintai. Aku terus menceracau ke arah cermin yang ada dihadapanku. Astgahfirulahaldzim! Kenapa aku menceracau tak karuan dengan benda mati di depanku. Aku pun sadar. Usai aku mengambil air suci itu dengan gontai kakiku memasuki tempat kerjaku yang sudah kualaskan dengan permadani Tuhan untuk kubermunajat dengaNya. Aku terunduk lesu melihat permadani yang sudah terbujur dengan tenang. Siap untuk menerima sujudku dari kesalahan dan kekeliruanku di dalam kamar mnadi. Tempat benda yang aku miliki itu pecah. Aku telah melupakan Tuhanku. Begitu pun benda yang kumiliki yang sudah tak bernyawa. Ia pasti akan melupakanku. Antara Ciputat dan Ulujami, 10 April 2008. Ketika kacamataku pecah di kamar mandi di tempat kerjaku. Dan kini aku bagaikan manusia cacat. Tak memiliki kacamata hidupku! __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
