Dinamika Mentoring
Berangkat dari Al Quran
Oleh : Reza Ervani
(versi pdf dengan huruf arab yang lebih lengkap dapat diunduh di
http://artikel.rezaervani.com <http://artikel.rezaervani.com> )

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu
mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya"
(Al Quran Al Karim Surah Ali Imran ayat 73)

Banyak mentor yang bingung mencari materi untuk disampaikan kepada
adik-adik mentornya. Lalu merekapun mulai mengkoleksi berbagai materi
keIslaman untuk menjadi bahan pertemuan rutin tiap minggunya.

Terkadang, karena mungkin semangat bergerak yang sudah tumpah ruah, juga
bagian dari proses pembelajaran, materi-materi yang dikumpulkan sedikit
"terlanjur" tinggi. Koleksi buku di rak kamar lebih banyak yang
berbau harokah daripada diniyah. Disadari atau tidak, imbasnya terasa
dalam usroh mingguan. Seusai tilawah sebagai pembuka, materi langsung
bergeser pada permasalahan politik, dinamika perebutan kekuasaan mulai
dari kampus hingga kepala daerah, tak jarang terselip pula sedikit
"su'udzon" nakal pada sahabat seiman.

Robbanaghfirlana …

***

Tapi ada satu halaqoh sederhana …
Mereka mulai dengan Quran … kadang lama sekali … lebih dari satu
jam, sesekali sang murobbi meluruskan makhorijul hurf yang keliru,
panjang yang menjadi pendek, atau pendek yang kepanjangan …

Selepas itu, mereka mulai lagi dengan Quran.
Diambilnya satu ayat pendek dari kitab suci yang fisiknya mulai lusuh
karena terus-menerus dibuka. Dibacanya berulang-ulang, kemudian dia
sampaikan terjemahannya … Tidak ada materi …, karena seusai itu
ia tulis nash suci itu di papan kecil di sebelah kanannya. Lalu ia
pimpin sahabat-sahabat di lingkaran kecil itu membacanya bersama-sama.
Berulang-ulang bersama. Lalu satu persatu … sehingga semua beroleh
giliran.

Dia hapus papan tulis kecil itu … Dan dia mulakan lagi dengan Al
Quran.
Dia coba mengulang tanpa melihat mushaf. Sampai lancar …, lalu ia
pimpin sahabat-sahabatnya melakukan hal yang sama … hingga hafal
….

Selepas itu barulah ia keluarkan selembar kertas kecil, sebuah salinan
tafsir Ibn Katsir tentang ayat yang barusan mereka baca dan hafalkan
bersama … Jika ada hadits yang termaktub di dalamnya, disalinnya
kembali ke papan tadi, atau dibagikan fotokopinya satu persatu, sebagai
tugas hafalan untuk minggu depan ...

Terkadang ada diskusi tentang ayat yang dimaksud, dibumbui sedikit
curhat tentang keseharian. Ada yang lucu, tak sedikit pula yang
mengharukan dan membuat air mata menitik.

Subhanallah … tak terasa 3 atau 4 jam berlalu … Saatnya berpisah
untuk berjumpa lagi …

Subhanakallahuma wabihamdika, Asyhadu anla illaha ila anta, astaghfiruka
wa atubu ilaik.

Mereka berjabat tangan ... penuh kehangatan.

Wajah-wajah segar itu kemudian berpamitan, dengan satu lagi ayat suci
yang dihunjamkan ke dalam dada mereka.

Ayat-ayat yang menyiapkan mereka untuk hadapi tantangan yang tidak
ringan di medan perjuangan hidup dan kehidupan.

Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan
menurunkan kepadamu perkataan yang berat.
(Al Quran Al Karim Surah Al Muzzamil ayat 4 dan 5)

Allahumarhamna bil Quran ...

Amin

Muntok-Bangka Barat, 8 April 2008


Kirim email ke