Assalamualaykum wr wb
Pak Syarif apa kabar ? dan bagaimana juga kabar sahabat semua ? Pak Reza sehat
? semoga selalu ada dalam lindungan Allah SWT, amin.
Akhirnya muncul juga ya posting Pak Syarif di milis
Tentang puisi Tuhan Sembilan Senti itu, terus terang saya pernah membacanya di
salah satu milis yang saya menjadi anggotanya di sana, namun di milis itu tidak
disebutkan nama penciptanya. Saya sempat mensave puisi itu, dan saya berfikir,
siapapun yang menulisnya, pastilah seseorang yang memiliki kepekaan hati ,
kecerdasan berfikir, dan kelihayan merangkai kata yang mumpuni.
Sungguh ketika itu saya mengira salah seorang teman saya di milis tersebutlah
yang menulisnya , sampai tibalah posting dari pak Syarif dengan puisi yang
sama, namun kali ini dengan jujur mencantumkan nama penciptanya. Hmm, Pak
Taufik Ismail, ya ? no wonder ....
Saya adalah ibu guru di sebuah SMA Islam yang siswanya 100% laki-laki.
Alhamdulillah, saya bukan perokok, keluarga saya bukan perokok, dan semua warga
di lingkungan sekolah kami ( kepala sekolah, guru, murid, karyawan ) juga bukan
perokok. Di sekolah kami, siswa yang merokok diberi peringatan keras, harus
menandatangani pernyataan tertulis tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, dan
dikenakan skorsing 1 minggu. Jika mengulangi lagi, dikeluarkan. Tidak ada tawar
menawar, take it or live it. Dalam hal merokok, mencontek, dan pacaran, sekolah
kami memang "galak". Kami harus setengah "memaksa" mereka untuk meninggalkan
kebiasaan - kebiasaan yang oleh kebanyakan remaja, dikira sebagai sebuah
kelaziman. Bukan perkara mudah memang, menghentikan kebiasaan merokok yang
dibawa para siswa kami semenjak mereka duduk di bangku SMP. Namun dengan
kesabaran, dengan kasih sayang, dengan contoh yang nyata dari para guru
(pembina) dan semua orang dewasa yang ada di
sekitar mereka, alhamdulillah dalam waktu relatif singkat mereka dapat total
berhenti merokok. Oh ya, shaum nabi Daud atau shaum Senin - Kamis bolehlah
ditambahkan sebagai salah satu kiat-kiat dalam mengentikan kebiasaan merokok di
kalangan pelajar/ ramaja pada umumnya.
Tak hanya itu, di lingkungan sekolah kami, dalam proses rekruitmen guru, syarat
yang tidak bisa ditawar adalah : tidak merokok ( baik di lingkungan rumah
apalagi di lingkungan sekolah ). Kebetulah di sekolah kami para guru bermukim
di rumah dinas, sehingga kami dapat mengetahui apakah tetangga kami merokok
ataukah tidak.Dengan demikian kami dapat saling menasehati dan mengingatkan
satu sama lain. Bagaimana dengan para suami guru perempuan ? alhamdulillah,
para suami guru perempuan yang tinggal di luar kompleks sekolah, juga tidak
merokok. Sungguh sebuah kebetulan yang penuh rahmat, bukan ?
Tak putus-putusnya kami bersyukur, pembiasaan kami kepada para siswa untuk
tidak merokok terbawa hingga mereka duduk di bangku perguruan tinggi. Kali ini
mereka tidak merokok tentu bukan karena paksaan dosen, melainkan saya rasa,
karena mereka sudah lebih dewasa dalam menentukan apa yang terbaik bagi
hidupnya ( semoga juga karena mereka memang telah memetik manisnya buah dari
"pemaksaan" kami selama mereka bersekolah di SMA ).
Dari pengalaman kami ini dapat disimpulkan, tak terlalu sulit sebetulnya
memutus mata rantai perilaku merokok di sekitar kita, kalau memang kita
berkeinginan kuat untuk memutusnya. Kata kuncinya adalah : komitmen, istiqomah,
ketegasan, teladan, dan tentu, berdoa mohon diberi kekuatan dan kesabaran.
Kalau memang berniat ingin menghentikan kebiasaan merokok, lakukan dengan
seketika, tak perlu ada proses sedikit demi sedikit ( buktinya ketika para
perokok itu melakukan ibadah shaum, mereka bisa tidak merokok seharian, bukan
?). Dan yang paling mudah tentu dimulai dari diri kita, dan lingkungan terdekat
kita. Soal cara, saya hanya sekedar berbagi. Selebihnya, tentu sahabat semua
memiliki metode yang berbeda-beda dan insyaallah efektif.
Semoga bermanfaat.
Wassalamualaykum,
bu anni - Sukabumi
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ