Pendidikan
Anak Muslim

Berdasarkan survey pada salah satu SD, ternyata 75 % anak
telah memiliki mental model pornografi. Ketika mereka disuruh untuk membuat
pertanyaan, ternyata pertanyaan yang mereka buat sungguh mencengangkan !

Contohnya:
1-Apakah seks itu?
2-Apakah seks swalayan itu?
3-Berapa kali melakukan seks dalam seminggu?

Ironisnya, ini terjadi pada sebuah SD Islam, ternyata
pengaruh guru dalam mendidik masih terkalahkan oleh pengaruh lingkungan yang
sangat dahsyat di zaman ini! Lalu bagaimana dengan SD Negeri dengan pengaruh 
lingkungan
yang sama tapi pelajaran agama hanya 2 jam seminggu?


MENTAL MODEL PORNOGRAFI
Mental Model Pornografi merupakan perpustakaan porno yang
dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh anak. Menurut ahli Psikologi UI,
ketika anak membaca 10 detik maka akan membekas (tertanam) dalam otaknya selama
10 tahun.

Media informasi dan komunikasi baik cetak ataupun
elektronik juga berperan membuat rusaknya generasi penerus bangsa. Hampir
setiap hari stasiun TV kita menyiarkan program yang berisi praktek atau
rekonstruksi perkosaan anak balita/SD/SMP/SMA. Program itu ditayangkan pada
waktu yang sangat sesuai dengan waktu senggangnya anak, yaitu sepulang sekolah.
Perilaku seks benar-benar diperlihatkan, misal buka baju, menyentuh dan
memegang, dan seterusnya. Ada lagi film yang kelihatannya Islami yaitu pemainnya
bertaubat setelah melakukan kesalahan dan dosa. Akan tetapi, perilaku bagaimana
berselingkuh diperlihatkan di sana. Secara tidak langsung, ini mengajari
anak-anak ataupun pelajar yang melihat film tersebut untuk melakukan tindakan
yang sama.

Masih banyak lagi yang mempengaruhi anak-anak dalam
mengenal pornografi. Di dalam Play Station, ada games yang memiliki
gambar-gambar porno. Setelah mencapai level 9 dan 10, yang diambil bukanlah
bola lagi tetapi wanita telanjang. Kemudian di komik banyak pula gambar-gambar
yang tidak pantas dilihat, padahal konsumen buku komik sebagian besar adalah
anak-anak. Lagipula komik-komik itu harganya dapat dijangkau oleh uang saku
anak, seharga ribuan rupiah sudah bisa didapatkan. Semestinya televisi, radio,
internet, koran, komik, dan majalah itu punya badan sensor yang benar-benar
independen.


PENDIDIKAN ANAK MUSLIM
Hak-hak yang harus dipenuhi supaya seorang anak muslim
berada pada keadaan yang cocok untuk pendidikan Islam yang benar banyak sekali,
beberapa di antaranya:

[1] Memilih calon
ibu yang baik,dalam
hal ini mengamalkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Lihatlah agama calon istri supaya engkau tidak celaka” [Muttafaqun ‘alaihi]

2.
Hendaknya kedua orang tuaberdo’a dan merendahkan diri
kepada Allah agar berkenan memberi rezki anak yang shalih kepada keduanya.

Dan orang-orang yang berkata : “Ya Rabb kami,
anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa” 
[Al-Qur’an Al-Karim
Surah Al-Furqon : 74]

”Ya
Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya 
Engkau Maha Pendengar doa” [Al-Qur’an Al-Karim Surah Ali-Imran
: 38]

Maka usaha apapun tanpa pertolongan Allah dan taufiq-Nya
pasti akan berakhir dengan kegagalan. Berapa banyak seorang ayah sengat
menginginkan agar anaknya menjadi baik, ia sediakan hal-hal yang menunjang
untuk kebahagiaan dan pendidikan anaknya, akan tetapi usahanya berakhir dengan
kegagalan.

3. Memberi Nama yang Baik
Salah satu hak anak yang wajib ditunaikan seorang ayah
adalah memberi nama yang baik serta sesuai dengan syariat agama. Dan syariat
agama Islam menganjurkan seorang muslim untuk memberi nama anak-anaknya dengan
nama-nama tertentu, dan nama yang paling dicintai oleh Allah adalah : Abdullah,
Abdurrahman. Dan nama yang paling benar adalah : Hammam dan Harits.

Kalau misal nama anaknya ”Sholeh” dengan harapan anaknya menjadi
hamba Allah yang sholeh, maka orang tua harus berusaha sebisa mungkin agar
anaknya menjadi sholeh dengan pendidikan yg benar. Jadi ada usaha dari
kedua arang tuanya bagaimana agar anak yg mereka kasih nama sholeh tersebut
bisa menjadi sholeh. Tentu saja nama punya arti dan doa, nama = do'a.

4. Salah satu hak anak yang wajib
ditunaikan orang tua adalah hendaknya anak melihat
dari orang tuanya dan dari masyarakatnya akhlak yang bersih, jauh dari
hal yang merubah fitrah dan menghiasi kebatilan, baik akhlak yang dibenci itu
berupa kekafiran atau bid’ah atau perbuatan dosa besar.

Sesungguhnya perbuatan yang menyelisihi fitrah itu
memberi pengaruh terhadap kejiwaan seorang anak dan merubah fitrah yang telah
dianugrahkan kepadanya. Fitrah seorang anak adalah iman kepada Allah Sang
Penciptanya dan beriman terhadap seluruh keutamaan, membenci kekafiran,
kedustaan dan penipuan

Dalam hatinya terdapat cahaya fitrah yang senantiasa
menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, hanya saja wahyu Allah
menambahi fitrahnya dengan cahaya diatas cahaya. Dasar
landasan hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

”Setiap
anak dilahirkan diatas fitrahnya, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi,
nashrani atau majusi” [Muttafaqun Alaih]

5. Diantara hak-hak seorang anak yang
wajib ditunaikan orang tuanyahendaknya seorang anak
tumbuh bersih, suci, ikhlas dan menepati janji

Dan hendaknya dia dijauhkan dari orang-orang yang
melakukan perbuatan syirik dan kesesatan, dan perbuatan bid’ah serta
maksiat-maksiat, serta perbuatan-perbuatan yang memperturutkan hawa nafsu. 
Karena
orang yang demikian itu terhadap seorang anak yang bersih dan suci hatinya
serta baik jiwanya adalah ibarat teman duduk yang membawa racun yang mematikan
dan penyakit kronis, dan itu semua merupakan penghancur keimanan dan
perangainya yang baik.

Berapa banyak manusia rusak disebabkan bergaul dengan
orang-orang yang pandir. Dan berapa banyak manusia dalam kebingungan disebabkan
jauh dari orang-orang yang bijaksana dan ulama

Di dalam Al-Qur’an dan hadits telah disebutkan larangan
bergaul dengan orang-orang jahat. Dan juga dari
perkataan-perkataan Salafush Shalih banyak kita jumpai tentang hal itu.
Kalaulah sekiranya dalam masalah ini tidak ada hadits yang menjelaskannya
kecuali hadits An-Nu’man.

“Artinya
: Permisalan teman duduk yang baik dan yang buruk adalah seperti pembawa minyak
kasturi dan peniup api…” [Muttafaqun ’Alaih]

Tentulah hadits ini sudah mencukupi.

Ringkasannya adalah bahwa bahaya perangai jelek ini sangat
besar, tidaklah orang-orang menjadi rusak melainkan disebabkan berteman dengan
orang-orang yang jahat. Engkau akan melihat seorang sahabat yang berperangai
buruk akan mengajak sahabatnya untuk nonton film, pergi ketempat-tempat
minuman keras, melakukan perbuatan hina dan mengajaknya untuk menyukai
gambar-gambar wanita yang terbuka auratnya serta mengajaknya untuk menyukai
melihat majalah-majalah porno yang merusakkan kemuliaan akhlak dan menyebabkan
penyimpangan dan kemunafikan, lalu seorang sahabat mengajak sahabatnya untuk
mengikuti golongan-golongan dan pemahaman-pemahaman yang menentang dan
menyimpang dari agama.

Akan tetapi, seorang teman duduk yang baik memberi
petunjuk kepada teman duduknya untuk menghadiri majelis-majelis ulama dan
mengunjungi orang-orang yang shalih, bijaksana dan beradab. Dan dia akan 
mengajak
temannya ke masjid serta mencintai orang-orang yang melakukan
ruku’ dan sujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga hatinya itu
menjadi cinta dan selalu terpaut dengan masjid hingga dia menjadi orang yang
shalih.

Masjid adalah tempat hatinya....
mushaf Al-Qur’an adalah teman yang
selalu menyertai dalam kesendiriannya,
dan kitab yang berfaedah adalah teman duduknya.

Wallahu a’lam bishshowab wa ’afwu minkum

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke