Alaikum salam,
Hayooo Mas Didi,
Kita bisa manfaatkan jaringan FORISTIC-RUMAH ILMU INDONESIA yang sudah
mencapai 36 sekolah. Apalagi tanggal 8 Juni 2008 ini rekan-rekan Rumah
Ilmu Indonesia Jabodetabek ngumpul di Al Azhar, sehingga ide ini bisa
dilemparkan dan langsung dieksekusi juga di sana. Pak Didi bisa datang ?

Aa Gun, gimana kalau Pak Didi juga dimasukkan ke dalam runut acara
KopDar Rumah Ilmu Indonesia Jabodetabek, 8 Juni 2008. Di bayangan
saya, KopDar pertama Jabodetabek ini sarat dengan "sharing" konsep
pendidikan yang bisa langsung diaplikasikan di lapangan.

Jika nanti kita sudah punya pilot project, insya Allah rekan-rekan
coba maju juga ke Diknas dan LPMP Jawa Barat untuk legalisasi Radio
Sekolah sebagai salah satu ekskul produktif.

Atau ada ide lain ?

Ibu Eli & Pak Rangga di Departemen Broadcast komentar dooong ....

Salam,
Reza Ervani


--- In [email protected], "Mardiyanto - Didi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
>
>
>
> Bikin Radio Sekolah Yuk … !
>
>
>
>
>
> Radio adalah media yang sudah pasti kita kenal dengan baik.  Banyak
dari kita yang  mengenalnya sebagai media hiburan semata melalui
pemutaran lagu-lagu yang sedang hits.   Pada beberapa tahun terakhir,
beberapa radio sudah mencoba merubah konsep pengelolaan radio yang
semula hanya sebagai radio berbasis musik, menjadi radio yang berbasis
informasi, berita, dan bisnis.    Sejalan dengan perkembangan
tersebut, radio yang berbasis komunitas juga banyak bermunculan.
Beberapa Radio Komunitas tetap membawa misi hiburan, namun tidak
sedikit pula yang mengusung misi informasi dan pendidikan.  Sekolah
yang juga merupakan suatu komunitas, dapat memanfaatkan Radio sebagai
media untuk mengembangkan komunitasnya.  Pada kesempatan ini, penulis
ingin mengajak membangun Radio Sekolah.
>
>
>
> Keberadaan Radio Sekolah diharapkan dapat dijadikan sebagai media
untuk aktualisasi para siswa, baik secara individu maupun organisasi
yang ada di sekolah.  Selain media aktualisasi siswa, Radio Sekolah
juga dapat dimanfaatkan oleh Para Guru sebagai media Praktek untuk
beberapa mata ajar tertentu.
>
>
>
> Pada setiap sekolah, umumnya terdapat beberapa unit kegiatan yang
diikuti oleh siswa sebagai kegiatan ekstra kurikuler, misalnya  Unit
kegiatan Seni, Unit kegiatan Olah Raga, Unit kegiatan Ilmiah, Unit
kegiatan Theatre, Unit kegiatan Fotograpi, Unit kegiatan Jurnalistik,
Unit kegiatan Pramuka, Unit Kegiatan PMR, Unit Kegiatan Paskriba dan
beberapa lainnya.  Semua jenis unit kegiatan siswa tersebut dapat kita
disatukan dengan menggunakan media Radio Sekolah.   Bagaimana bisa ?
Ya, melalui radio, semua unit kegiatan siswa dapat secara bersama-sama
melakukan pengelolaan Radio Sekolah yang berbasis pendidikan,
pengetahuan dan informasi.
>
>
>
> Untuk Para guru, Radio Sekolah dapat dimanfaatkan untuk media
praktek bagi para siswa.  Misalnya untuk Mata Ajar Bahasa Indonesia,
para guru dapat memberikan tugas praktek berpidato bagi para siswa
atau membuat suatu karya sastra atau cerita yang kemudian dibacakan di
depan corong radio. Hal yang sama juga dapat dilakukan oleh guru
bahasa inggris.  Bagi guru Pendidikan Agama, Radio Sekolah dapat
dimanfaatkan untuk media praktek Ceramah Agama atau praktek pembacaan
ayat suci Al-Quran dan terjemahannya bagi para siswa.
>
>
>
> Aktivitas Radio tidak terlepas pula dengan kata siaran dan penyiar.
 Untuk banyak kalangan, aktivitas siaran adalah aktivitas yang
dianggap tidak semua orang mampu untuk melakukannya.  Begitu pula
dengan kata Penyiar, yang hingga saat ini masih dianggap sebagai
sebuah profesi yang memiliki prestise karena tidak semua orang
berkesempatan untuk menjadi seorang penyiar.  Nah .. , melalui media
Radio Sekolah, kita jungkirbalikkan pendapat banyak kalangan tersebut
dengan menunjukkan bahwa siapa saja bisa siaran, siaran bisa tentang
apa saja, dan semua orang bisa jadi penyiar.  Melatih keberanian, rasa
percaya diri, dan kreatifitas siswa untuk berbicara di depan
microphone radio, adalah target awal dari pendirian Radio Sekolah yang
pengelolaannya berbasis kepada siswa, guru, dan sekolah selaku institusi.
>
>
>
> Dari banyak pengalaman dalam pendirian Radio yang berbasis
komunitas, nantinya pasti akan banyak ditemui kejutan-kejutan kecil
yang kadang membuat kita berdecak.  Misalnya kita akan menggelengkan
kepala ketika ada orang yang pada kesehariannya terlihat pendiam dan
kalem, ternyata bisa begitu enerjik dan bersemangat ketika melakukan
kegiatan siaran.  Ada juga kejadian dimana ada orang yang kita kenal
sebagai orang yang dikenal pintar secara akademik, ternyata tidak
dapat berkata sepatah katapun ketika berada di depan microphone radio.
 Hal seperti ini akan juga kita jumpai dalam pengelolaan radio
sekolah, yang tentunya akan bermanfaat bagi kita dalam mengembangkan
potensi dan memperkuat kelemahan yang ada di diri setiap siswa.
>
>
>
> Melalui Radio Sekolah, kita dapat mengajarkan kepada para siswa
bagaimana mengelola suatu Unit Kegiatan yang berbasis  pada kegiatan
harian,  yang sekaligus didalamnya harus termuat program kegiatan yang
bernuansa informasi, edukasi, sekaligus hiburan.
>
>
>
> Melalui Radio Sekolah pula, kita dapat mengcover seluruh unit
kegiatan yang ada di sekolah dalam bentuk pembagian tugas siaran,
misalnya :
>
>
>
> Unit Kegiatan Seni, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program
Siaran yang mengandung muatan seni.  Misalnya Ruang Puisi, Cerita
Kami, Ruang Sastra, dan lainnya.
>
>
>
> Unit kegiatan Olah Raga, yang diberikan tanggungjawab mengelola
Program Siaran yang mengandung muatan informasi seputar Dunia Olahraga,
>
>
>
> Unit kegiatan Ilmiah, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program
Siaran Edukasi, misalnya Program Seputar IPTEK, Info Komputer, dan lainnya
>
>
>
> Unit kegiatan Jurnalistik, yang diberikan tanggungajwab mengelola
Program Siaran Informasi yang memuat beragam informasi seputar
kegiatan sekolah, kejadian di sekitar sekolah dan lainnya.
>
>
>
> Unit kegiatan Pramuka, yang diberikan tanggungjawab mengelola
Program Siaran Edukasi Seputar Kepanduan
>
>
>
> Unit Kegiatan PMR, yang diberikan tanggungjawab mengelola Program
siaran Edukasi seputar dunia kesehatan.
>
>
>
> Begitu pula halnya dengan para Guru yang dapat memanfaatkan Radio
Sekolah untuk membuat materi ajar dalam bentuk audio.  Caranya tentu
saja dengan melakukan siaran yang materinya adalah menjelaskan tentang
topik tertentu.  Selama proses siaran, komputer melakukan proses
perekaman.  Selesai siaran, hasil siaran dapat langsung diambil dari
komputer, diburning ke CD, atau didownload ke Handphone siswa untuk
didengarkan di rumah.  Guruku – Penyiar .... pasti jadi Sesuatu yang
menarik bukan ?
>
>
>
> Berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun Radio Sekolah ? jawabnya
relatif, tergantung dengan perangkat yang kita inginkan.  Untuk
perangkat yang minimalis, biaya yang dibutuhkan cukup 5 jutaan rupiah
kita sudah punya radio.  Biaya pengelolaannya juga hanya seratus
ribuan perbulan.
>
>
>
> Bahasan lebih lanjut tentang bagaimana teknis mendirikan Radio
Sekolah, Aspek Perijinan, Aspek Pengelolaan, Aspek Pelatihan dan
Kerjasama program, Aspek Siaran berjaringan serta aspek keberlanjutan
Radio Sekolah, akan kami sampaikan pada posting milis berikutnya .....
yang akan diposting BILA HANYA ADA YANG TERTARIK UNTUK MENGETAHUI
KELANJUTAN  POSTING INI ...
>
>
>
>
>
> Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
>
>
>
>
>
>
> Didi Mardiyanto  SP.MM
>
> Ketua BPPK Radio Komunitas Suara Kencana FM – Bogor
>
> www.suarakencanafm.info
>
> www.anakcerdaskreatif.com
>


Kirim email ke