Ikut belasungkawa yaa, teman saya se-ruangan juga barusan kemalingan, bahkan si maling ternyata ngumpet di lantai dua ketika si empunya rumah masuk setelah bepergian. Setelah yg punya rumah lelap, si maling pun beroperasi. HP dan uang tunai pun diembatnya. Besuk pagi baru ketauan. Eh, teman lain (masih se-ruangan) berkomentar gini : " kalau dimintai sumbangan masih mikir-mikir dulu, tapi kalau diminta sumbangan maling, oke ajee...." Saya ketawa geli dalam hati, trus mikir2......masa iyaa...yaaa...???? Salam [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
----- Pesan Asli ---- Dari: Dani Ardiansyah <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [EMAIL PROTECTED]; FLP PUSAT <[EMAIL PROTECTED]>; Penulis Lepas <[EMAIL PROTECTED]>; Reza Ervani <[email protected]>; Pembaca Asma Nadia <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Kamis, 29 Mei, 2008 09:55:43 Topik: [rezaervani] [CATHAR] Damn!! Maling Kep***T Maling Kep***T Subuh tadi saya mendapat telpon dari istri saya di Bogor, seperti biasa tentunya setelah beberapa kali dia me-redial nomor saya. Kantuk selalu membuat saya jadi tuli. Untungnya, Endah tidak pernah putus asa untuk selalu membangunkan saya dengan panggilan telponnya. Tidak seperti biasa, setiap kali saya mendengar suarnya di pagi hari, dia selalu terdengar ceria, dan agak sedikit manja. Begitu juga saya, saya selalu membalasnya dengan manja. Tapi pagi tadi, keceriaannya sama sekali tidak tampak, bahkan cenderung sedih. "Assalamualaikum. ., Bi" Sapanya diseberang. "Wa'alaikumusallam" . Saya menjawab salamnya, serak. "Bi.. Ada maliiing! Hiks" Sambung Endah. "Astaghfirullah. ., maliing? Dimana? Kok bisa?" Tanya saya bertubi-tubi. Hilang sudah kantuk saya saat itu juga. "Iya, masuk ke rumah" Isaknya mulai terdengar. Saya emosi, ingin rasanya mengumpat saat itu juga, tapi pada siapa? Percuma. "Terus, apa aja yang hilang?" Tanya saya lagi, suara Endahsudah mulai kabur. Isaknya terdengar jelas... "Tabungan dek Lip... bla..bla..bla. ." Kebun binatang sudah menguasai saya, tapi untung masih dalam hati. Ampuni ya Rabb.. saat ini hamba hanya ingin mengumpat maling sia**n!! itu. Sore sebelumnya, Endah, Alief, Ibu dan keponakan saya memang menginap di rumah kakak saya, (kakak iparnya Endah). Pasalnya, di rumah saya susah sekali mendapatkan sinyal GPRS untuk koneksi internet. Sementara update pekerjaan Endah sudah mulai numpuk, dan banyak sekali email pekerjaan yang harus segera ditarik di outlook. Nah, dirumah Kakak saya, ternyata lumayan lancar sinyalnya meskipun kadang ajep-ajep. Jadi Ibu saya memutuskan menginap di sana malam itu. Sebetulnya ini keputusan yang kurang tepat mengingat kondisi rumah kakak saya tidak terlalu kondusif. Apalagi buat Alief. Saya sudah melarang sebelumnya, ketika tadi malam Endah menghubungi saya untuk memberitahukan bahwa mereka menginap. Tak kuasa menolak, Endahpun ikut menginap. Dan taraaaaaaaa, pagi ini kabar buruk itu datang. Rumah yang sepi karena ditinggalkan penghuninya dibobol maling. Uang tunai, meski tidak banyak, CINCIN KAWIN (hiks), Token BCA (Maling norak, gaptek, kuper, GO***K), Celengan receh Alief (Maling tak berprikebayian) Dan tahukah apa yang paling menggelikan? Dasar maling lapar.. Kayu bakar didepan rumahpun tak luput jadi korban. Sakit hati saya, apalagi cincin bersejarah itu ikut raib. Endah memang melepas cincin itu dari jarinya, karena masih terasa sempit pasca hamil. Untung saja, (masih unutung?) beberapa barang berharga lain tidak ikut hilang karena dibawa, HP, Laptop. Saya ingin mengutuknya berkali-kali, ingin mengumpatnya, ingin menghajarnya. Dan itulah amarah. Endah mengakhiri telponnya dengan salam yang masih terisak. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya masih di Jakarta, tidak bisa menguatkannya dengan pelukan. Setelah sholat subuh, saya berusaha menenangkan hati dengan membaca surat-surat cinta-Nya. Dan benar, itu adalah obat hati yang paling ampuh. Seumpama gerimis yang membasahi sekam yang terbakar. Saya marah, tentunya pada maling. Dan menyesalkan keputusan menginap yang setengah memaksa dari ibu saya. Tapi sudahlah, mingkin ini teguran, atas lalai yang sering kali kami lakukan, mungkin. Saat ini saya belum bisa mendo'akan yang baik-baik buat si maling. Saya masih hanya ingin mengumpatnya. Damn..!! Jakarta, 29 Mei 2008 Dani Ardiansyah HP : 085694771764 http://edumuslim. org http://catatankecil .multiply. com http://hamasahputri .multiply. com ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
