Terima kasih atas penjelasan mengenai cerpen saya: Perempuan di Bawah Selakangan (PdBSk) Terima kasih sekali atas penjelasan! Mungkin yang baca cerpen saya ini mungkin seperti mereka beli sesuatu melihat bungkusnya dulu...toh, isinya belakangan!! Ya, tapi saya tetap menerima itu semua. Terima kasih! Wassalam Fiyan Arjun
--- On Thu, 5/29/08, dwip92 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: dwip92 <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [rezaervani] Re: Bls: [CERPEN] Perempuan dibawah ..... Protes keras! To: [email protected] Date: Thursday, May 29, 2008, 4:59 AM Itu hebatnya.. The power of word.... :) Mari kita coba lihat dari 2 sisi, biar adil. 1. Versi kontra Seperti yang pernah ditulis pak Syarif Niskala, hati-hati dengan pendapat anda.. Kalau utk kasus ini, hati-hati dengan pemilihan kata.. Interpretasi tiap2 kepala terhadap kata yang sama sangat berbeda, karena dipengaruhi culture dan pengalaman yang dialami orang tersebut. 2. Versi pro Tulisan ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua.. Jangan hanya membaca judul, biasakan membaca dari awal sampai akhir.. Apa pun itu.. apalagi buat meerka yang kerjanya tanda tangan.. :) Setelah itu, baru berikan pendapat. Jangan berikan pendapat anda sebelum anda mengerti apa yang anda baca.. Kesimpulan: Selalu ada pelajaran dibalik semua hal.. Mohon maaf jika kurang berkenan wasalam -dwip- --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, halley witheart <halley_phetry@ ...> wrote: > > maaf mbak Ika.. > > terus terang saya malah terharu baca isinya...salut saya buat si penulis... > mbak... > saya pikir ini cuma masalah rasa bahasa aja... > mbak mugkin protes karena judul memakai kata "selangkangan" > mohon maafkan saja.. > mungkin mbak bisa memberi kata lain yang sifatnya amelioratif dari kata "selangkangan" tadi ?... > > saya jadi ingat ketika pak taufiq ismail menulis buku MAJOI (malu aku jadi orang indonesia) klo kita ga baca isinya mungkin kita akan bilang buku itu provokatif > seperti contoh lagu Vic zhou (hehe..jadi bawa2 artis nih) dia mengeluarkan album yang judulnya "wo bu shi f4" (I'm not F4) ..klo kita ga denger atau mengerti isi lagunya bisa jadi kita bilang si Vic ini ga tau terima kasih pada nama "F4" yg sudah membesarkan nama dia. :) > > Chairil Anwar menulis "..aku ini binatang jalang.." klo kita ga ngerti isi dan makna pada puisi itu mungkin kita akan bilang...si penulis memaki diri sendiri.. > > jadi saya pikir ini cuma masalah rasa bahasa.. > > klo ada orang bilang kelamin pria disebut (maaf,nih) Pel*r... > maka orang yang berasumsi kata "pel*r" sebagai kata yang kasar (saru) peyoratif akan men-cap orang yg bicara seperti itu sebagai orang yg tidak sopan,kasar, kotor,porno dll... > padahal sekalipun dibilang "penis" tetap saja mengarah pada objeck yg sma.. > cuma bedanya yang satu istilah bhsa yang kadang diasumsikan ngatif > yang satu istilah intelektual yang biasa dianggap wajar/baik/sopan/ ilmiah > > klo saya ingat tulisan SCB (starji calzoum bachri) beliau pernah bilang : > kata adalah kata itu sendiri,hanya saja manusia mebebaninya dengan makna-makna baru.. > > demikian sebatas pengetahuan saya.. > mohon maaf lahir batin > *** > > waslm'alaikum > > Ika Rachmatika <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > Kepada moderator milis rumah ilmu/ reza ervani. > apakah di milis ini tidak ada standar moral sehingga cerpen dgn judul > sangat immoral seperti ini bisa masuk? > apakah milis ini cuma sekumpulan orang2 yang punya standarisasi ganda, > dan mengatas namakan demokrasi tapi lalu menginjak2 etika dengan > meluluskan cerpen yg judulnya sangat tidak etis ini? > > maaf, jika benar seperti itu > tolong hapus nama saya sebagai peserta milis. > > sebagai catatan, saya tidak membaca isi cerpen ini. > membaca judulnya saja sudha membuat saya sangat tidak enak. > > lepas dari isi naskah, sebaiknya anda (sang pengarang) menggunakan > judlu yg sopan dan bermartabat. karena tulisan anda dibaca oleh > banyak kalangan dari berbagai usia. > > > salam, > ika rais > > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: fiyan arjun <paman_sam2@ ...> > Kepada: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com > Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com; [EMAIL PROTECTED] com > Terkirim: Minggu, 25 Mei, 2008 09:27:21 > Topik: [rezaervani] [CERPEN] Perempuan dibawah Selangkanganku > > > PEREMPUAN di BAWAH SELAKANGANKU > Fiyan Arjun > http://sebuahrisala h.multiply. com > ID YM:paman_sam2 > > > > > Namaku Ben. Aku adalah lelaki sekaligus kepala rumah tangga bagi seorang perempuan yang telah aku nikahi lima tahun lalu. Tapi sayang pernikahanku dengan perempuan yang telah lima tahun bersama-samaku bagai taman tak diberi air dan pupuk. Gersang dan tandus. Begitulah hal yang kualami terhadap pernikahan dengan perempuan yang tak memberiku keturunan itu. > > > > > > Nay, begitu nama perempuan yang hidup satu atap denganku. Aku menikahinya bukan karena keinginanku apalagi nafsuku. Aku menikahinya lantaran tak bisa menolak permintaan ibuku yang sedang sakit-sakitan itu. Andai kalau aku boleh memilih lebih baik aku memilih Rey. Rey, perempuan yang selama ini telah menemanikuâ€"saat aku belum menjadi teman hidup Nay saat ini. Namun apa daya aku tak dapat menolak keinginan ibuku saat itu. Seperti buah simalakama aku disaat permintaan ibu ada dipundakku. Menolak permintaannya sama saja aku memperpendek usianya saat itu. Tragis memang! Tapi aku tak bisa menolak itu. > > > > > > â€�Ben kapan kamu akan akan menikah. Toh, usiamu sudah cukup dan pekerjaanmu juga ibu lihat sudah mapan. Kapan kau akan menikah dan memberi ibu cucu. Atau, jangan-jangan ibu yang memilih calon untuk kamu. Bagaimana kalau Nay? Anak dari rekan kerja ayahmu itu.â€� Panjang lebar ibuku menanyakan tentang pasangan hidupku. > > > > > Aku hanya diam. Tak dapat untuk lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan ibuku. Yang ada saat itu aku ingin memiliki Rey untuk menjadi pasangan hidupku. Tak ada yang dapat menggantikan Rey dalam hatiku. Siapa pun perempuan itu? Dan darimana asalnya aku tak begitu tertarik. Walau pun perempuan itu anak dari pengusaha besar. Aku tak sama sekali tak berminat untuk menikahinya. > > > > â€�Ben, kok kamu bengong. Berarti kamu setuju dengan apa yang barusan ibu katakan tadi kepada kamu,â€� lanjut ibuku sambil terbatuk-batuk yang sangat membuatku tak tega untuk menolak permintaannya itu. > > > > > â€�Baiklah, Bu aku setuju dengan apa yang ibu katakan tadi. Tapi dengan satu syarat apabila pernikahanku nanti tak seperti pikiran ibu. Aku harap ibu menerima hal tersebut,â€� jawabku terbata-bata menghindari perkataan yang membuat hatinya luka. Dan aku pun menyetujui perjodohan itu. > > > > > Bukan, bukan aku menerima segala permintaan ibuku saat itu. Tapi karena faktor kesehatan yang tak mungkin membuat sakitnya lebih parah lagi. Dan aku pun hanya bisa pasrah dan menerima permintaan itu. Walau aku saat membenci perjodohanâ€"yang dilangsungkan tanpa persetujuan sebelumnya. Hanya sepihak. Yakni, dari suara parau ibuku. > > > > > â€�Baiklah lusa ibu akan menelpon Nay untuk ibu kenalkan kepada kamu nanti,â€� lanjut ibuku dengan wajah yang begitu bahagia. Walau ia tak tahu bahwa ada sesorang yang amat terluka dari perjodohan itu nanti. Ya, orang itu tak lain aku dan Rey. Entah aku harus bicara apa nanti bila aku berhadapan dengan Rey. Ternyata aku tak akan menikahi dirinya. Aku menikahi perempuan lain. Padahal selama ini ia sudah menyerahkan segalanya. Kegadisannya telah aku renggut sebelum tali pernikahan mengikat aku bersamanya. > > > > > > Kini perjodohanku dengan Nay telah menjadi bukti dari perjodohan ibuku. Aku pun harus menjalani itu. Walau pun aku sudah memberi suatu ketegasan pada Nay bahwa aku menikahnya lantaran aku kasihan terhadap ibuku. Bukan karena aku mencinta dirinya. Terlebih aku hidup bersamanya bagai terpasung dalam kukungan waktu yang membuat aku semakin muak kepadanya. > > > > "Mas, kok kopinya tidak Mas sentuh. Nanti dingin kopinya, lho." Suara Nay menghamburkan lamunanku. Dan seketika itu pula lamunan tentang permintaan ibuku lenyap. Yang ada hanya sunggingan lekung yang menghias di bibir Nay saat aku melihat ke arahnya. Ketika sedang menaruh kopi untukku di meja teras depan rumah sebagai teman pagiku. > > > > > "Ah, kamu bikin Mas terkejut saja!" kataku dengan sedikit agak keras ketika terkejut dengan sapaannya itu. > > > > Pagi itu di luar hujan turun deras. Dan aku terpaksa hanya berdiam diri di rumah dengan perempuan yang selama ini tak aku pedulikan dengan kehadirannya selama ini. Ingin keluar untuk menyelesaikan tugas-tugas kerja di kantorku hujan deras itu menghalangiku untuk meninggalkan rumah. Bagiku bersama-sama beberapa jam dengan perempuan yang ada dihapanku ini hanya semakin membuat aku sakit. Sakit dikarenakan aku tak begitu mencintai dirinya. Dan pernikahan adalah salah satu rasa sakit yang tak ada obatnya. > > > > > > Suatu hari pernah aku berterus terang kepada Nay. Bahwa selama aku menikahinya selama lima tahun aku masih berhubungan dengan Rey dan menghasilkan benih cinta padanya. Dan kini Rey sudah memiliki anak dari benihku. Rey sekarang begitu bahagia dengan buah cintanya itu tanpa ada ikatan pernikahanku dengannya. Sedangkan aku masih dalam genggaman perempuan yang sudah bersama-sama denganku tanpa ada suara tangisan dari seorang anak manusia. Hampa. > > > *** > > > > Malam semakin pekat bulan bulat masih malu-malu untuk menutupi dirinya dibalik awan malam. Aku masih setia di dalam kamar bersama Nay. Aku tatap perempuan itu secara seksama. Ya, perempuan yang ada hadapanku ini begitu sabar menghadapi segala perilakuku yangâ€"mungkin kalau aku sebagai dirinya perceraian adalah jalan terbaik untuk dijalani. Tapi perempuan ini begitu sabar mendampingiku selama lima tahun. Dan selama itu pula aku telah mengkhianati dirinya. > > > > > > â€�Lho, Mas belum tidur?â€� tiba-tiba suara teduh itu memudarkan lamunanku malam itu. Nay menanyakan keadaanku. Kenapa aku belum tidur selarut itu. > > > > > > “Sudahlah kamu tidur saja! Aku tak apa-apa. Tidur saja kamu dulu nanti kamu kesiangan bekerja.â€� Kataku acuh. > > > > > > â€�Mas...Mas marah padaku? Atau, mungkin Mas menganggap aku perempuan mandul yang sudah lima tahun pernikahan kita belum membuahkan buah cinta kita.â€� Nay meratap atas kata-kataku yang mungkin menyakitkan baginya. > > > > > > “Sudahlah aku tak mau memikirkan itu semua. Aku di matamu bagai orang sudah tercebur di sungai dan aku harus menyelam sekalian,â€� jawabku melapiaskan segala keragu-raguan dalam hati Nay. > > > > > > Malam itu juga Nay menghiasi malam-malamku dengan airmatanya. Dan itu tak membuatku sama sekali merasa iba terhadap dirinya. Hanya satu keinginanku ia segera membenci dan memutus pernikahan ini segera. Itu yang aku impikan sebagai lelaki yang lima tahun hidup bersamanya tak merasa kebahagian yang dalam hidupku. > > > *** > > > Keesokannya aku mendapatkan telpon dari Rey bahwa Kay sakit. Kay adalah hasil buah cintaku pada Rey. Anak perempuanku- -yang masih tiga tahun itu mengalami sakit panas. Dan aku pun segera menjenguk Kay ke rumah sakit. Tapi aku bingung darimana Rey bisa tahu nomor telpon rumahku padahal aku tak pernah memberitahukannya. Aku pun bertanya-tanya > > > > > “Ada apa Mas. Kok itu seperti suara perempuan,â€� ujar Nay menanyakan suara siapa dibalik telepon itu. > > > > Aku tak menjawab sejenak. Memikirkan apakah aku harus menjawab pertanyaan Nay atu tidak. > > > > > “Baiklah Mas kalau Mas tak mau menjawab itu semua. Nay juga tak mau merusak kebahagian Mas. Kebahagian Mas juga adalah kebahagianku.â€� > > > > > Aku terkejut saat Nay berkata seperti itu. Dari mana ia tahu bahwa suara perempuan itu adalah perempuan lain dariku selain dirinya. Padahal aku sudah menyembunyikan kebusukan darinya. Atau, jangan-jangan kawanku Boy yang memberitahukan ini semua. > > > > > > â€�Mas tidak usah menyalahkan siapaa-siapa. Aku tahu bahwa perempuan itu adalh Rey. Kekasih Mas selama ini. Perempuan yang dulu pernah menemuiku sebelum pernikahan kita. Ia mengatakan bahwa selama pernikahan kita, ia telah berhubungan bersama Mas.â€� > > > > > > > â€�Sudahlah Mas pergi saja aku juga tak menyalahkan Mas. Mungkin aku yang patut dipersalahkan. Perempuan gabuk yang tak pantas membahagiakan suaminya. Cepatlah Mas jangan sampai Kay kenapa- kenapa,â€� Nay melepaskan kepergianku dengan derai airmatanya yang sudah membentuk anak sungai kecil. > > > > Akhirnya aku pun sampai di rumah sakit. Rumah sakit dimana Kay dirawat. Ternyata aku terlambat datang. Kay sudah lebih dahulu meregang nyawa sebelum tiba kedatanganku. Kulihat Rey sedang mengisak sedu sedan meratapi kepergian Kay. Dan itu kulihat dari parasnya yang sembab penuh dengan airmata yang mengenangi kelopak matanya itu. > > > > > â€�Maa’f Rey aku datang terlambat. Ini akibat percakapanku dengan Nay yang mengetahui hubungan aku bersamamu selama ini. Aku tahu ini salahku dan suatu pelajaran untukku juga.â€� > > > > > â€�Sudahlah aku tak mau membicarakan itu. Bagiku sekarang kau pulang saja. Aku tak mau lagi merusak kebahagianmu besama Nay. Aku malu sebagai sesama perempuan telah mengkhianati Nay selama ini.â€� > > > Malam itu Rey terus-menerus menyalahkan dirinya. Ia menyadari bahwa selama ia berhubungan denganku ia merasa bersalah kepada Nay, istriku. Terlebih Rey juga seorang perempuan sama dengan Nay. Merasa telah mengkhianti kaumnya. Perempuan yang merasa disakiti oleh lelaki semacam aku. Lelaki yang begitu sok suci dihadapan seorang perempuan yang bernama Nay itu. > > > > Hidup tak dapat bisa terka. Begitu juga dengan perjalanan anak manusia. Halnya perjalananku dengan Rey yang tak habis aku pikirkan. Rey telah meninggalkan diriku setelah kepergian Kay, anak perempuan dari rahimnya yang sudah tiada. Rey telah meninggalkan aku selamanya dan juga telah melupakan kehidupannya bersama-sama denganku. Hilang dari kehidupanku. > > > Kini sekarang aku berada di atas gundukan tanah merah. Dan orang yang ada ada di dalam gundukan tanah ini tak lain adalah Kay, buah hasil cintaku pada Rey. Ia lebih dahulu meninggalkanku. Aku hanya dapat pasrah, tak bisa untuk mengahalangi maut yang menghampiri Kay. Tapi satu hal yang aku sesali selama ini ternyata aku jugalah orang yang membuat orang yang ada disekelilingku pergi selama- lamanya. Terlebih ketika aku kehilangan Kay dan Rey. Mereka benar- benar meninggalkan kehidupanku selama ini. Namun aku sempat tersadar perempuan-perempuan --yang ada dalam hidupku selama ini ternyata mereka jugalah yang menyadari kekeliruanku. Terutama Nay yang selama ini telah sering aku khianati. > > > > Ciputat, 24 Mei 2008 > > > > > > > > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. >
