Maaf, saya tidak hendak mengomentari isi artikel.
Hanya mengomentari format tulisan..

Artikel dengan model seperti ini sulit sekali dibaca.
(note: saya baca di yahoo web)
Perpindahan paragraf dan alineanya kurang jelas.
saya jadi inget soal pikiran utama kalimat..:)

Sekedar usul, barangkali format tulisan juga perlu diperhatikan 
dalam menulis sebuah artikel, sehingga memudahkan pembaca untuk 
mengerti isi artikelnya.

wasalam
-dwip-

--- In [email protected], Didin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- On Tue, 27/5/08, Didin [EMAIL PROTECTED] wrote:
> From: Didin [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [surau] Fw: [forumpembacanebula] Pertanian Pendidikan
> To: "surau" [EMAIL PROTECTED]
> Cc: "untukmuesq" [EMAIL PROTECTED]
> Date: Tuesday, 27 May, 2008, 9:55 AM
> 
> 
> 
>  --- On Fri, 23/5/08, khoirul anwar &amp;lt;[EMAIL PROTECTED] 
co.id&amp;gt; wrote:
>  From: khoirul anwar &amp;lt;[EMAIL PROTECTED] co.id&amp;gt;
>  Subject: [forumpembacanebula ] Pertanian Pendidikan
>  To: MailingListPendidik anNetwork@ yahoogroups. com
>  Cc: forumpembacanebula@ yahoogroups. com
>  Date: Friday, 23 May, 2008, 6:06 PM
> 
>  Pertanian Pendidikan dan Barisan di Pintu Surga  Catatan: Cak 
Anwar Bagaimana kalau sekolah di kota ini kita usulkan dibuat mahal 
semua. Mulai TK sampai SMA. Biayanya dibuat lima kali lipat sekolah 
negeri. Gedungnya dibangun yang megah. Sudahlah, tak apa-apa 
sesekali utang bank. Kan tiga empat tahun nanti sudah BEP.Misalnya, 
uang gedungnya Rp 10 juta-an aja per siswa. Jadi kalau tahun ini 
menerima 120 siswa dengan empat kelas, sudah ada dana segar Rp 1,2 
miliar. Untuk menambah lagi, kita sediakan kelas cadangan. Satu 
kelas saja. Nah yang kelas terakhir ini, cobalah minta kesadaran 
orang tua siswa untuk ikut memikirkan mengembangkan sekolah. Ya, 
mohon keikhlasan mereka untuk membayar Rp 20 juta-an. Jangan lupa 
katakan; ’’Ini kelas khusus bu... pak. Jadi ya mohon 
bantuannya.’’Kalau sudah jadi, jangan lupa, konsepnya harus 
jelas. Kurikulumnya harus beda, biar ada alasan kuat pada wali siswa 
untuk menarik biaya tinggi. Fasilitasnya harus lengkap
>   pula. Minimal ada lab. IT-nya. Biar tidak ketinggalan zaman dan 
tidak dikatakan sekolah ndeso. Jika sudah kelar semua, mari kita 
itung-itungan. Bangunan  gedung menelan biaya Rp 4,5 miliar. 
’’Uang yang sudah masuk berapa?’’ Sudah ada Rp 1,2 miliar 
plus Rp 600 juta. Jadi totalnya Rp 1,8 miliar. ’’Masuk…masuk. 
Berarti tiga tahun kita sudah bisa lunasi utang 
bank.’’’’Lalu biaya operasional sehari-harinya dari mana pak?
’’. Alah itu gampang. Kan ada biaya SPP. Coba itung, berapa 
biaya operasional sebulan. ’’Empat puluh tujuh juta pak!”Lha 
kecil. Biaya SPP per bulan Rp 350 ribu. Kalikan 150 siswa,  kan 
dapatnya Rp 52,5 juta. Coba hitung, masih surplus itu. Kalau masih 
kurang, ya kita naikkan lagi SPP-nya nanti. Ingat itu hanya dari 
siswa baru saja. Coba itung siswa kelas 2, 3, 4, dan 5. Sudah berapa 
itu.  ***Itu pembicaraan kelas pengelola. Kita menonton dan 
menikmatinya saja, meski kalau dicermati benar hitung-hitungannya
>   kayak petani yang mau turun sawah. Hanya saja namanya ada beda, 
kalau di desa pertanian pada atau  palawija, jika disini kita 
sepakati saja pertanian pendidikan. Lahannya, berupa sekolah beserta 
gedung megah itu. Padinya, siswa-siswi. Pupuknya, promosi yang 
banyak biar gemuk dan hasilnya besar. Agak diberi ’’kecap’’ 
juga masih afdhal. Any times, kalau pertaniannya sudah berhasil dan 
dapat laba banyak, jangan lupa pasang iklan ucapan di Radar Malang; 
’’Selamat Atas Suksesnya Pertanian Pendidikan di Sekolah Ini, 
Semoga Tahun Depan Panennya Lebih Bagus dengan Laba yang Lebih Besar 
Lagi.’’Terminologi pertanian pendidikan muncul pada awal 1990. 
Kala itu muncul beberapa sekolah eksklusif dengan biaya tinggi. 
Waktu itu industri pendidikan juga mulai muncul. Awalnya hanya 
berupa bimbingan belajar, membuat alat peraga pendidikan, dan segala 
macam yang berkaitan dengan pendidikan. Pemainnya juga masih 
beberapa orang saja. Dalam kurun lima tahun
>   kemudian, bermunculanlah pebisnis-pebisnis pendidikan. 
Penerjemahannya pun lebih luas. Tidak sekadar fisik, tapi juga non 
fisik. Bukan hanya bimbingan belajar, tapi mendirikan sekolah plus-
plus juga sudah ada yang masuk kategori ini. Maka jika era 90-an 
baru muncul beberapa sekolah eksklusif, pada era 95-an menjamurlah 
sekolah-sekolah itu. Fenomena tersebut semakin tidak karuan pada 
tahun 2000 ke atas. Seperti sudah tak terbendung, sekolah favorit 
plus dengan biaya tinggi bermunculan tak hanya di kota-kota besar, 
tapi juga kota-kota kecil. Memang ada nilai plus di lembaga itu. 
Selain plus kurikulum dan metodologi pembelajarannya, juga plus 
biayanya. Seiring dengan perkembangan waktu, sekolah favorit itu 
justru yang dicari masyarakat. Di sekolah itu pula memberikan segala 
hal yang dibutuhkan orang tua meski bukan semata-mata sengaja 
diciptakan. Tapi terjadi secara alamiah. Apa itu? Gengsi dan keakuan 
orang tua.  So, selain membidik siswa, kadang
>  sekolah
>   juga membidik orang tua siswa. Aji mumpung pun dipasang. Maka, 
kun…’’Apa berarti sekolah-sekolah swasta semua berpikiran 
begitu?’’ tanya seseorang pada saya. Lagi-lagi saya dibuat 
kesulitan menjawabnya. Mau dikatakan iya itu ya relatif, kalau tidak 
kenyataannya juga begitu. Tapi kira-kira begini: Syahdan, di depan 
pintu surga nanti ada dua baris orang yang antre masuk. Baris 
pertama berisi pengelola sekolah-sekolah mahal. Yang kedua adalah 
barisan pengelola sekolah yang  murah. Dari sisi jumlah, barisan 
pertama jumlah orang banyak sekali. Sementara barisan kedua cuma 
satu orang. Timbullah niat salah seorang dari barisan pertama 
bertanya pada satu orang di barisan kedua. ’’Eh mas, sekolah 
sampean biayanya rendah ya, kok berada di sini,’’ 
tanyanya.Dengan wajah kesal, orang di barisan kedua ini menjawab; 
’’Barisan depan wes gak muat mas!’’ ([EMAIL PROTECTED] co.id)
  Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download
>   sekarang juga.
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger .yahoo.com
> 
>  [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke