Mengesakan Allah swt

Mengesakan Allah merupakan jalan yang lurus (Shirotal Mustaqim) ( QS 6 : 
161-162, QS 43 : 64, QS 36 : 60-61,     QS 6 : 151-153. QS 19 : 36,    QS 3 : 
51, Samuel 12 : 23-24)

Syarat Mengesakan Allah :

1. Al-Ilmu artinya mengetahui makna kalimat ini. (Az-Zukhruf:86)

Hadits dari Utsman bin Affan Radhiallahu 'Anhu, katanya Rasulullah Shallallahu 
'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Barangsiapa mati dan dia mengetahui bahwasanya Laa ilaaha illallah ,maka dia 
akan masuk surga.” (HR. Muslim)

2. Al-Yaqin artinya meyakini sepenuhnya kebenaran kalimat ini tanpa ragu dan 
bimbang sedikitpun. (Al-Hujurat: 15)

Hadits dari Abu Hurairah (yang artinya):
“Tidaklah bertemu Allah seorang hamba yang membawa kedua kalimat syahadat dan 
dia betul-betul tidak ragu-ragu kecuali dia masuk surga.” (HR. Muslim)

3. Al-Ikhlas artinya ikhlas tanpa disertai kesyirikan sedikitpun. Inilah 
konsekuensi pokok Laa ilaaha illallah.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
”Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha 
illallah dengan semata mengharap agar mendapat ridha Allah ‘Azza wa Jalla.” 
(HR. Bukhari-Muslim)

4. Ash-Shidqu artinya jujur tanpa disertai sifat kemunafikan. (Al-Baqarah:8-10)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tiadalah seseorang bersaksi secara jujur dari hatinya bahwa tiada sesembahan 
yang haq selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, kecuali orang 
tersebut diharamkan dari neraka.” (Bukhari-Muslim)

5. Al-Mahabbah artinya mencintai kalimat ini dan segala konsekuensinya serta 
merasa gembira dengan hal itu, hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan 
orang-orang munafik. (Al-Baqarah:165)

Dalam hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiallahu 'Anhu, katanya Rasulullah 
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Tiga perkara, jika dimiliki oelh seseorang, ia akan mendapat manisnya iman, 
yaiut: mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada yang lain, mencintai 
seseorang karena Allah semata, dan membenci kembali kepada kekafiran setelah 
diselamatkan oleh Allah dari kekafiran seperti ia membenci jika dicampakkan ke 
dalam api neraka..”

6. Al-Inqiyad artinya tunduk dan patuh melaksanakan hak-hak kalimat ini, dengan 
cara melaksanakan kewajiban atas dasar ikhlas dan mencari ridha Allah. 
(Lukman:22)

7. Al-Qobul artinya menerima apa adanya tanpa menolak, hal ini dibuktikan 
dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah. (Ash-Shofat:35)

Rukun mengesakan Allah (Al Baqarah:256):

1. An-Nafyu (peniadaan) artinya membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan 
mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah.

2. Al-Itsbat (penetapan) artinya menetapkan bahwa tidak ada yang berhak 
disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya.


Salam
Alex Kibadachi
(Semoga Berlanjut)


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke