Wiiih, aku juga sudah ngisi Mbak.
Kata websitenya aku mirip :

1. Immanual Kant,
2. William Shakespeare,
3. Ludwig Beethoven,
4. Pearl Buck,
5. Arthur C. Clark

He he, iya nggak sih ?

Salam,
Reza Ervani


--- In [email protected], endah sriredjeki <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Thanks kiriman webnya.  Lumayan buat slimuran  Setelah coba2 ngisi,
eh..karakterku mirip2 : Bruce Willis, Jane Fonda, King David and Elvis
Stojko.  Coba aja deh jika lagi santai, siapa tau...ada yg mirip
Obama, pembela Israel
>
>
> Indah"rezaervani.com
>
>
>
>
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: Aunul Bari <[EMAIL PROTECTED]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Rabu, 4 Juni, 2008 22:24:48
> Topik: [rezaervani] Re: [CATHAR] Tipe Kepribadian Apakah Anda Ini ?
>
>
> atau mau coba test berikut ;
>
> http://www.humanmet rics.com/ cgi-win/JTypes2. asp
>
> salam kenal.
>
> ab
>
> 2008/6/4 fiyan arjun <[EMAIL PROTECTED] com>:
>
> oke deh ane cari ya positifnya tentang tipe kepribadian yg positif
> kan buat pembelajaran aja
> benar gak?
> tfs
>
> --- On Tue, 6/3/08, Nurdin Wahyudi <[EMAIL PROTECTED] org> wrote:
>
> From: Nurdin Wahyudi <[EMAIL PROTECTED] org>
> Subject: [rezaervani] Re: [CATHAR] Tipe Kepribadian Apakah Anda Ini ?
> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Date: Tuesday, June 3, 2008, 4:44 PM
>
>
> Ehm....
> Dari semua itu koq menurut saya negatif terus..... semua.
> Terus kalo kita mau baik pakai yang mana ya ? atau asal jangna
berlebihan begitu ?
> Ada yang kasih saran.....
>
> Tulungaugng, 4 Juni 2008
>
>
> ----- Original Message -----
> From: fiyan arjun
> To: sekolah-kehidupan@ yahoogroups. com
> Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com
> Sent: Tuesday, June 03, 2008 2:49 PM
> Subject: [rezaervani] [CATHAR] Tipe Kepribadian Apakah Anda Ini ?
>
>                          TIPE KEPRIBADIAN APAKAH ANDA INI
>                                              Fiyan Arjun
>
>
> Sejak saya (dulu) masih bekerja disebuah perusahaan agrobisnisâ€"dan
saya menjadi seorang administrasi dan juga menjadi office boy saya
selalu bekerja sesuai dengan profesionalisme bagi para pekerja pada
umumnya. Walaupun saya bekerja dengandouble job dengan mendapatkan
salary yang cukup kecil setiap bulannya. Tapi itu bukan masalah bagi
sayaâ€"hingga akhirnya saya mengundurkan diri.
>
> Namun yang menjadi masalah disini, saya mersa terdzalimi oleh sikap
si bossy yang sering kali memperolok-olok dan mengkritik say  tanpa
sebab yang pasti. Entah, apa pun saya kerjakan dimatanya pasti saya
selalu dipandang salah. Bukan itu saja saya sering mendaptakan
kritikan yang membuat "down"  diri saya. Akhirnya saya berpikir kalau
saya tiap hari di perlakukan seperti iniâ€"sebagai manusiawi rasanya
ingin "memusnahkan" orang semacam seperti itu dimuka bumi.
>
> Hingga saya teringat pada masa-masa kuliah saat OSPEK. Dimana saya
sering dengar dari kakak kelas (baca: senior) saya bilang," senior
selalu benar…! Boleh jadi itu benar, meski saat berada pada posisi
sebagai peserta atau bawahan tapi pastinya akan berontak. Memang sulit
untuk menjelaskan seseorang mudah disukai orang lain termasuk si bossy
dan si senior  tadi. Dilain pihak cukup mudah bagi kita untuk
mengetahui seseorang tidak disukai oleh orang lain disekitarnya.
Dibawah ini ini saya akan menunjukan tipe kepribadian negatif yang
selalu timbull kepada saja yang menjadi penyandangnya. . Celakanya
sampai pada batas-batas tertentu, semua ternyata sama-sama kita
miliiki sifat seperti itu.
>
> 1. Pengkritik
>
> Dunia ini benar-benar penuh dengan orang-orang yang hobinya
mengkritik.Anda mau tidak mau harus menerima keberadaan mereka. Bahkan
Anda sendiri mau membayar mereka untuk menujukan film apa yang harus
Anda tonton, buku mana saja yang harus dibaca, dan tempat shoping mana
yang harus dikunjungi.
>
> Pengkritik professional dan konstruktif memang bisa memberikan
pelayanan yang berharga. Saya juga tidak menyesali keberadaan mereka,
namun kalau mereka tidak memanfaatkan kekuatan atau pengaruh mereka
untuk mengeksploitir orang lain! Itu baru saya setuju, tapi kalau
seperti itu juga tindakannya. Maaf saja perlu diwaspadai.
>
> Pengkritik yang sering Anda jumpai adalah pengkritik yang berdiri
disetiap sudut jalan, disetiap kantor dan juga dirumah. Berbeda dari
para pendapat negatif terhadap segala hal baik itu menyangkut sesuatu
yang ingin Anda dengar atau tidak. Pengkritik seperti ini sering
merasa serba tahu dan paling pintar. Mereka mengumbar kritik, tidak
peduli apakah orang yang mendengannya sesungguh mau mendengarkan atau
tidak
>
> Sebagaimana telah saya uraikan sebelumnya, hampir semua pengkritik
pada dasarnya adalah orang-orang yang mengalami frustasi dihantui oleh
rasa takut terhadap kegalalan. Karena dalam menilai diri sendiri
hasilnya serba getir maka mereka sengaja meluangkan waktunya untuk
melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan berkesempatan untuk
memetik kepuasaan karena telah memberikan "pandangan yang amat brilian
terhadap kejelekan dunia dan kesalahan orang lain." Brendan Behan
mengatakan dengan tepat," Para pengkritik adalah seperti pria yang
di-kebiri oleh sang harem-nya. Mereka merasa tahu bagaimana cara
melakukan sesuatu , merasa melihat segala hal yang perlu dikerjakan,
tetapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Cepat atau lambat Anda
pasti akan muak terhadap pengkrtik dan menginginkan mereka untuk
segera menyingkir. Biasanya mereka akan sakit hati dan bersiap-siap
melemparkan kesalahan kepada Anda, begitu ada sesuatu yang tidak
beres. Mereka merasa layak
>  mendapatkan perlakuan yang lebih baik, karena mereka merasa berniat
membantu Anda!
>
> Yang terakhir sebelum melancarkan kritik kepada orang lain,
pastikanlah bahwa perilaku And sendiri sudah benar. Louis Nizer sang
penulis pernah menulis perimngatan yang baik kepada semu, antara lain
berbunyi," Apabila seseorang mengarahkan jari telunjuknya kepada orang
lain, perlu diingat bahwa keempat jarinya yang lain justru mengarah
kepada dirinya sendiri." Seperti pepatah lama yang sering Anda dengar,
"Senjata Makan Tuan." Jadi berhati-hatilah menunjuk seseorang  dengan
krtikan Anda sebelum Anda berkaca diri!
>
> 2. Si Agresif
> Orang-orang yang agresif cenderung mengejar pemenuhan suatu tujuan
bagaikan seekor badak liar yangâ€"maafâ€"nafsu birahinyaâ€"meluap-
luap. Seperti penganjur falsafah Lombardi yang familiar yaitu,"
Kemenangan bukan segal-galanya didunia, melainkan 'satu-satunya' hal
penting di dunia ini." Mereka begitu mudah meng-identifikasikan
dirinya sebagai pahlawan seperti Teddy Roosevelt, Jenderal George
Patton dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang bersikap "tidak seorang
pun akan mampu melebihi saya."
>
> Orang yang terkenal agresif senantiasa mempunyai hasrat
menyala-nyala dan hampir tidak pernah puas untuk menguasai dan
mengendalikan orang lain. Taktiknya yang cenderung bersifat kasar dan
memaksa, biasanya terpancar secara jelas dari wajah kerasnya. Orang
yang bersikap agresif hanya dapat mencapai tujuan melalui kekerasan
dan biasanya mereka tidak ragu-ragu untuk bersitegang  leher dan
ber-konfortasi  dengan orang lain. Padahal orangâ€"orang lain
memnadang orang bersikap agresif itu sebagai gangguan dan percerminan
sikap negatif yang sebenarnya tidak perlu ditampakan. Orang yang
agresif tidak pernah mengetahui perbedaan sikap agresif dengan sikap
tegas!
>
> Seorang Charlotte MacDonald pernah mengatakan," Sikap agresif
merupakan senjata ampuh untuk berperang, tetapi sikap tegas merupakan
suatu keterampilan yang lebih unggul guna memenangkan suatu situasi
apabila bisa dipraktekan secara efektif, dan akan membantu  semua
orang yang terlibat didalamnya."
>
> 3. Tukang Gosip
> "Ssstt…jangan bilang siapa-siapa ya kalau si  anu, si informasi
ini sama siap itu ternyata begitu lho?" Dan bla…bla…bla….Eh,
ingat ya jangan dibocorkan -siap. Janji lho!"
>
> Orang yang suka bergosip selalu mengkhayalkan dirinya ebagai sumber
informasi. Mereka merasa mengetahui aneka cerita yang sebenarnya yang
paling rahasia, mengenai segala sesuatu yang telah terjadi dan merasa
puas memberikan sesuatu kepada Anda apabila Anda berjajnji tidak
membocorkannnya kepada siapapun juga. Intinya, mereka itu tau segal
hal tentang berita yang tak pasti. Namun ketahuilah bahwa sesunguhnya,
satu-satunya informasi penting dari orang-orang yang gemar bergosip
adalah bahwa mereka biasanya tidak memngetahui cerita atau pun masalah
yang sebenarnya!
>
> Cepat atau lambat orang-orang yang senang bergosip akan menemui
kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang  lain. Pada akhirnya akan
terungkap bahwa segala hal informasi tidak dapat dibuktikan kebenarnya
atau bahkan akhirnya berkembang menjadi berita yang tidak benar.
Orang-orang yang senang bergosip itu sebenarnya memandang segala
sesuatu kedalam hanya dari kulit permukaaan saja atau dari luar saja!
>
> Mark Tawin pernah mengatakan," Suatu kebohongan dapat merajalela
sampai merambah separuh lingkaran dunia, sedangkan kebenarannya hanya
terletak pada bidang tanah dibawah sepatunya."
> 4. Sang Moralis
> Orang semacam ini mulai beraksi dengan menceritakan orang lain
tentang bagaimana seseorang harus hidup ideal. Dari sudut pandangan
seorang moralis, hidup didalam dunia yang serba mutlak dan
segala-galanyanya yang dikuasai.
>
> Keberadaan seorang moralis biasanya mudah diketahui. Salah satunya
yakni ketika memberikan nasehat tentang bagaimana harus bersikap,
berpakaian, cara bicara, merapikan meja kantor, memilih reakn-rekan
kantor atau teman-teman se-level-nya. Keyakinannya begitu teball
terhadap "kebenaran" dan berbagai hal yang serba ideal sehingga
gagasan hidup dan memberikan hidup secara sederhana sama sekali tidak
sesuai dengan pandangannya.
>
> Hampir semua orang akan mendaptkan giliran dicerca oleh par moralis.
Ejekannya yang halus adalah," Anda rupanya tidak mampu membuat
keputusan sehingga saya terpaksa mengambil alih membuat keputusan ini
untuk Anda. Kalau Anda tidak mengikuti saran saya ini Anda akan
mendapatkan malu!"
>
> 5. Si Martir
>
> Seorang martir adalah orang yang senang dimanipulir oleh orang lain
dengan suka rela menempatkan dirinya sebagai anak domba yang
dipersembahkan dimeja altar sebagaii persembahan. Sebagaimana halnya
para moralis, senjata utama seorang martir adalah kesalahan.
Perbedaannya adalah bahwa moralis mendorong Anda untuk merasa
bersalah, sedangkan martir  memanfaatkan kesalahan orang lain lain
menurut  cara terselubung. Baik dengan ucapan-ucapan atau tindakan
seorang martir sengaja menunjukan kepada Anda merek rela mengorbankan
kebutuha dan dirinya demi kepentingan Anda bahwa Anda adalah orang
yang terlalu mementingkan diri sendiri, sembrono. Acuh tak acuh
apabila Anda tidak bersedia melakukan ssesuatu sesuai dengan keinginannya.
>
> Meskipun seorang martir senantiasa menonjolkan jeritan dan bobot
pengorbannya, mereka sesungguhnya adalah orang yang paling
mementingkan diri sendiri. Sudah barang tentu seorang martir tidak
benar-benar berkorban. Mereka menikmati semacam kepuasaan tersendiri
karena mereka berkesempatan memetik keuntungan tertentu di dalam
taktik anak domba yang dikorbankannya tadi. Jadi begitu Anda mengenali
orang semacam ini dan acuhkan jeritan kepedihannya. EGP ajalah!
Mengapa tidak! Kalau Anda tidak memperhatikan nanti Anda sendirii yang
akan menjadi "tumbal" berikutnya. Menaruh perhatian kepada seorang
martir hanya akan membuang waktu secara sia-sia saja.
>
> 6. Si Tuan Perfeksionis
> "Saya selalu sempurna dalam segal hal?"Banyak diantara kita yakin
bahwa falsafah semacam itu merupakan kunci untuk dapat hidup secara
efektif ; tetapi ketahuilah bahwa kenyataan sebenarnya tidak demikian!
>
> Berhadapan dengan orang- orang perfeksionis seringkali hanya
merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Jelas apabila Anda tidak
berhati-hati, waktu dan tenaga Anda pun akan hilang tanpa hasil yang
memadai sebagaimana yang diharapkan. Jika Anda lengah Anda akan
terdorong membuat suatu kesalahan yakni sama saja bekerja sama dengan
orang perfeksionis. Salah satu diantara mereka  yaitu orang yang
selalu bertepuk dada meyombongkan dirinya sebagai orang perfeksionis,
terus menerus menulis kembali naskahnya, memeriksa, mengkritik dan
selalu menekankan kepada kedua rekannya untuk turut mengikiuti
caranya. Ibarat "setali tiga uang!"
>
> Banyak orang yang membayangkan dirinya sebagai perfeksionis ternyata
adalah pemimpi yang presrtasinya kurang atau bahkan tidak berprestasi
sama sekali!
>
> 7. Penggemar Hal-Hal Sepele
> Mereka yang selalu mengerjakan hal-hal yang sepele biasanya
senantiasa sibuk dan menyibukan orang lain. Pada kenyataannya,
satu-satunya tujuan adalah menyibukan orang lain itu sendiri dan
membuat sibuk dirinya sendiri. Mereka adalah korban klasik dari
teori-teori usang yang mengatakan "aktivitas itu sama dengan
produktivitas".
>
> Semua orang pada akhirnya akan merasa jemu, muak dan ilfil
memberitahukan kepadanya bahwa sesorang yang tengah melompat dan
memercik-mercik air tidak berarti mereka sedang berenang.
>
> 8. Si Sumbu Pendek
>
> Orang semacam ini bisanya bereaksi secara berlebih-lebihan dan
terlalu cepat mengambil tindakan tanpa berhenti memikirkan situasi
yang sedang dihadapi. Akibatnya mereka sering menjadikan sutau masalah
lebih rumit atau menimbulkan konflik tanpa guna yang sesungguhnya
tidak perlu terjadi. Bertolak dari dari sudut pandangan mereka, setiap
masalah baru adalah suatu masalah yang sangat mendesak dan penting
sekali. Perasaannya selalu dibaluti semangat yang meluap-luap dan
mereka mudah kehilangan kendali perasaannya, . Karena tidak memiliki
wawasan sebagai masalah yang sebenanya tidak perlu diurus sehingga
mereka sebagai akibatnya justru seruingkali menciptakan kesulitan
untuk dirinya sendirinya maupun orang lain
>
> 9. Si Pembual
>
> Satu-satuunya hal yang dilakukan oleh para pembula tidak lain adalah
meyakinkan orang bahwa mulut mereka adalah lelebih besar, citra diri
mereka lebih kecil dan kehadirannya selalu memuakkan. Wilson Mizner
pernah mengingatkan kita,"Jangan berbicara mengenai diri sendiri,
karena sifat-sifat Anda yangasli akan muncul dengan  sendirinya
setelah Anda masuk ke liang kubur."
>
> 10. Orang-Orang Yang Berlaku Sinis
> HL Mencken suatu ketika mengatakan," bangkai." Orang yang bersikap
sinis biasanya adalah orang yang apabila mencium bau wangi bung, malah
mencari bau busuk."
>
> Inilah sifat orang yang selalu mencari-cari sisi negatif. Mereka
selalu berusaha mengganggu kesenangan orang lain. Sebagian besar orang
yang bersikap sinis ternyata adalah kaum idealis yang kecewa. Harry
Emerson Fosdick memberi saran yang mujarab umtuk menghadapi
orang-orang semcam itu yaitu," Perhatikan orang yang selalu bersikap
sinis, maka Anda akan segera mengetahui kelemahan mereka."
>
> 11. Seniman Yang Meremehkan Orang Lain
>
> Sebagaimana halnya dengan pembual, maka orang yang selalu meremehkan
orang lain dengan cara merendahkan diri sendiri biasanya merasa lebih
hebat dari orang lain. Tetapi tindakannya itu itu dilandasi oleh
asumsi yang keliru bahwa dengan meremehkan orang lain lewat
merendahkan diri sendiri akan menjadikan dirinya serba  lebih baik.
>
> Orang yang selau meremehkan orang lain kadang-kadang melakukan
pendekatan yang agak halus sehingga apabila Anda tidak berhati-hati,
Anda pun akan terjebak ditengah-tengah permainan mereka. Misalnya ;
Orang akan meminta saran Anda, tetapi kemudian menolak samua usulan
pemecahan masalah yang Anda kemukakan. Disamping itu orang yang
merendahan diri acapkali sengaja bertujuan mempermainkan Anda dan
orang lain. Apabila Anda tidak segera mengambil tindakan yang tepat
untuk menyingkirkan mereka, akibatnya waktu dan tenaga akan banyak
terbuang begitu saja hanya untuk terlibat didalam pertengkaran sengit
yang sebenarnya sama sekali tidak perlu terjadi.
>
> 12. Penipu
> Ingat film "Liar-liar" yang diperankan oleh Jim Carrey. Dimana
seorang aktor komedi ternama Jim Carrey memerankan seorang pengacara
yang jago berbohong dari segi apa pun. Walau ia tahu bahwa kilennya
itu bersalah dan memanipulasi kejahatannya.
>
> Orang semacam ini berpenampilan berbagai bentuk dan ukuran, semua
penipu sama-sama menujukan satu cirri khas yang menonjol yaknia tidak
memiliki integritas. Dengan jalan apapaun mereka senantiasa berusaha
keras menipu orang-orang lain untuk kepentingan pribadi mereka
sendiri. Bergaul dengan seorang penipu biasanya sulit karena susannya
selau penuh dengan tipu muslihat dan menyita waktu, terutama apabila
Anda tidak cukup mengenal sifat-sifat mereka maka resiko bahaya dari
orang semacam ini Anda akn terima akibatnya..
>
> Ketahuilah bahwa cukup banyak penipu yang berkelairan disekitar
Anda. Namun dengan mengendalikan perilaku diri sendiri, Anda akan
mmapu mengurangi dampaknya yang negatif terhadap efektifitas Anda
sampai seminimal mungkin. Obat yang paling mujarab guna mengatasii
sifat kasarnya adalah dengan berusaha untuk tidak imut-ikutan nmenjadi
orang kasar.
>
> Demikianlah segala yang saya uraikan tentang tipe-tipe kepribadian
seseorang dari karakter, sikap dan sifapnya. Jadi saya berpesan kepada
Anda semua, khususnya diri saya sendiri semoga kita jangan mempunyai
skak dan sifat seperti yang saya uraikan dan menghindari sifat yang
(berkeripadian) yang sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Semoga!
>
>                                                         Ulujami,
Juni 2008
>
>
>
>
>
>       Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download
sekarang juga.
> http://id.toolbar.yahoo.com/
>


Kirim email ke