MISTERI ALAM LAIN
Pernahkah suatu saat kita bayangkan bagaimana kelak kehidupan
setelah kehidupan di dunia ini….?
Barangkali kita tidak pernah mampu untuk berpikir ataupun sekedar
menghayal tentang kehidupan di akhirat baik itu di Surga ataupun di
Neraka……..kecuali dari apa yang kita tahu dari Ummul kitab
AL-QURAN dan AL-HADITS ataupun mungkin dari dongeng guru ngaji kita
waktu kecil dulu. Mungkin juga kemampuan manusia seperti kita memang
sudah dibatasi oleh Sang Khaliq untuk “tidak mampu” berpikir
tentang urusan akhirat, sebab hal itu sudah menjadi hak veto
dari-NYA. Tapi daripada kita diam dan tidak berpikir sama sekali,
alangkah lebih bergunanya kita sedikit memeras khayalan kita untuk
itu, sebab ALLAH sama sekali tidak melarang kita untuk melakukannya.
Mungkin bisa kita mulai dari deretan pertannyaan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah kehidupan di alam Barzah nanti…?
2. Masih ingatkah kita akan alam dunia kita pada waktu kita berada
di akhirat nanti…?
3. Masih saling mengenalkah kita di akhirat nanti layaknya kita
hidup di dunia…?
4. dll…dll…
Saya pribadi sama sekali tidak tahu jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan diatas selain dari apa yang di Firmankan oleh
ALLAH dan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. (itupun hanya
sebagian kecil he…he…)
Yang jelas logikanya alam barzah dan alam akhirat nanti akan
sangat berbeda dengan alam kita saat ini. Di alam barzah kita
nantinya akan dalam posisi menunggu hari akhir, entah berapa tahun,
berapa ratus, ribu juta, trilyun tahun lagi hari itu akan terjadi.
Tapi yang pasti hari itu akan tiba dan selama proses menunggu itu
kita nantinya akan menerima sedikit gambaran tentang alam berikutnya
yaitu alam Akhirat, dan itu berhubungan dengan apa yang kita perbuat
dan jalani pada waktu kita di dunia. Jika kita melakukan ibadah
dengan istiqomah dan kita melakukan hubungan sosial dengan baik maka
dalam proses menunggu itu kita akan disuguhi “film” yang
menggambarkan alam akhirat dengan segala kenikmatan, kemewahan serta
berbagai kemudahan fasilitasnya, plus tempat yang VIP di alam Barzah.
Akan tetapi jika kita melakukan hal-hal yang dilarang oleh Sang Maha
Pencipta, maka kita akan disuguhi “tontonan 4 Dimensi” yang
menggambarkan suasana yang mengerikan di akhirat nanti plus sedikit
siksaan dari malaikat yang lagi duty di alam barzah itu, (hii…
sereeem…) dan itu berlangsung terus menerus selama hari akhir belum
tiba.
Yang kedua tentang masih ingatkah kita tentang kehidupan di dunia,
pada waktu kita di Akhirat? Jawabnya mungkin “TIDAK” dalam arti
apa yang kita perbuat di alam dunia satupun kita tidak mengingatnya
selain dampak yang ditimbulkannya, dan selain dari apa yang dicatat
oleh malaikat secara detail di “buku catatan pribadi kita”,
sebagai gambaran, orang yang melakukan keburukan di dunia maka akan
dibangkitkan dalam keadaan hina dan sengsara, sebaliknya orang yang
di dunia melakukan perbuatan yang mulia dan selalu bertaqwa, maka
akan dibangkitkan dalam keadaan mulia dan dalam lindungan-NYA. Dan
yang paling jelas nantinya bahwa orang yang Taqwa akan masuk surga
dalam keikhlasan dan rahmat-NYA, sedangkan orang yang buruk
kelakuannya akan masuk neraka. Tentang apa yang kita perbuat di alam
dunia, kita tidak akan mampu mengelak dari pengadilan yang super adil
yang membawakan super bukti dan super saksi dan semuanya
“sakti-sakti”.
Yang ketiga, apakah kita masih saling mengenal di akhirat nanti
layaknya didunia? jawabnya mungkin juga “TIDAK”, dalam arti kita
tidak akan mengenal atau mengurusi lagi urusan orang lain bahkan
saudara, orang tua maupun anak. Di dalam Al-Quran telah dijelaskan
bahwa pada hari akhir nanti setiap orang akan sibuk dengan urusannya
sendiri-sendiri, bahkan seorang ibu yang menyusui anaknya pun
melepaskan susuannya karena dahsyatnya hari akhir tersebut. Dari situ
kita dapat menyimpulkan bahwa semua orang nantinya akan mengurusi
dirinya sendiri-sendiri. Pun di akhirat nanti setiap orang akan di
hisab sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Tanpa mengenal
suku, kasta, pangkat ataupun gelar, setiap anggota tubuh orang itu
akan bersaksi baik melawan ataupun mendukung orang tersebut.
Lantas kalau kita tidak mengenal satu sama lain, bagaimana dengan
amalan yang menyangkut pribadi orang lain? Hal itulah yang perlu kita
pikirkan. Barangkali jawabannya adalah bahwa setiap amalan yang
menyangkut hajat orang lain maka akan diperhitungkan dan diungkapkan
melalui catatan yang ada pada kita, sebab database malaikat itu
“super link” dan “super online” dan keputusannya adalah
mutlak di tangan “Sang Khalik”.
Coba saja bayangkan kalau kita mengenal satu sama lain, maka akan
ruwet jadinya, sebab andaikata saya masuk “surga” (he…he…
amiiiin) trus orang tua saya masuk neraka, maka apakah saya tidak
menangis meraung-raung untuk memohon kepada Allah untuk memasukkan
orang tua saya ke dalam surga, ataupun kebalikannya saya masuk
neraka, trus istri atau anak saya masuk surga, apakah mereka tidak
akan meronta dan menangis tiada henti melihat hal itu?
Trus satu hal lagi kalau kita saling mengenal satu sama lain di
akhirat nanti, jika kita dimasukkan oleh ALLAH ke surga, dan kita
diberikan bidadari-bidadari yang “semlohe” dan always “nawarep”
(perawan) maka apakah istri kita tidak akan cemburu melihat hal itu?
atau bahkan sebaliknya jika istri kita masuk surga juga dan diberikan
suami yang “ngguaaaanteng” maka apakah kita tidak akan cemburu
melihat hal itu? bahkan ALLAH dalam salah satu Firmannya di Al-Qur’an
menjelaskan bahwa kita akan dibangkitkan dalam keadaan paling fit,
paling jantan, paling ganteng dan paling sempurna di surga nanti maka
logikannya umur kita pada waktu itu kira-kira antara 25th - 35th,
maka semua manusia pada waktu itu akan dibangkitkan pada umur segitu,
bukan mustahil kita akan lupa dengan siapa kakek, nenek, bahkan orang
tua kita sendiri.
Terakhir perlu juga kita garis bawahi bahwa bumi dan akhirat
tidaklah “sama”, ibaratnya bumi itu hanya sebesar debu jika
dibandingkan akhirat nanti. Lebih pasti lagi bahwa ilmu yang kita
miliki tentang “alam lain” hanyalah sebesar air di ujung jarum
sedangkan “alam lain” itu sendiri seluas dan sedalam lautan.
wallahu’alam bi shawab
“segala kebenaran datangnya dari ALLAH SWT, segala kesalahan
datangnya dari penulis pribadi“
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/