BER-EMPATI ITU SANGAT DIPERLUKAN!
Fiyan Arjun
http://sebuahrisalah.multiply.com
ID YM:paman_sam2
 
 
Bagaimana perasaan Anda bila rekan bisnis Anda bangkrut? Tetangga dekat 
mengalami musibah? Dan kawan Anda sedang mendapatkan masalah? Sedangkan mereka 
itu adalah orang-orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap Anda khususnya. 
Dan pada umumnya kepada orang lain. Apa yang Anda lakukan? Mungkin dibenak Anda 
akan timbul rasa untuk membalasnya. Mensyukuri dan tidak peduli dengan apa yang 
mereka alami. Lebih familiarnya sering para anak ABG katakan atau yang 
dinyanyikan oleh duo MAIA yang lagi naik daun itu dengan hitsnya EGP : Emang 
Gue Pikirin!
 
 
 
Apabila hal itu terlintas dibenak Anda, saya tidak menyalahkan Anda dan tidak 
terlalu naif. Itu lumrah sebagai seorang manusia yang pernah “dilukai” oleh 
mereka. Saya pun juga akan melakukannya dan itu tidak akan saya ma’afkan sampai 
ajal menjemput. Terlebih jika ada yang membuat diri saya merasa dibuat sebagai 
kelinci percobaan (tumbal) dalam suatu event. Sampai kapanpun saya tak 
mema’afkan mereka walaupun mereka meminta ma’af. Karena kata ma’af mudah 
diucapkan tapi susah merealisasikan terhadap perbuatan mereka. (Kok jadi curhat 
ya?).  
 
 
Namun hal itu janganlah menjadi bumerang Anda dan larut dalam diri Anda. Begitu 
juga saya. Itu sangat tak terpuji! Biar bagaimana pun mereka adalah bagian dari 
Anda. Bagian Anda sebagai makhluk sosial yang perlu saling membantu dan memberi 
pertolongan. Itu tak bisa dipungkiri! Karena sebagai seorang makhluk ciptaan 
Tuhan rasanya rasa kepedulian Anda masih tersimpan disanubari Anda. Bukankah 
begitu?
 
 
 
Eugene Benge pernah mengatakan hal itu.”Belajarlah sebagai orang yang dapat 
memberikan perhatian, maka Anda pun segera menerima manfa’atnya. Orang yang 
hanya menerima tidak pernah menerima apa-apa—sedangkan orang yang mau memberi 
justru akan selalu menerima sesuatu.”
 
Untuk itu mari Anda cermati tentang empati itu sendiri. Apa itu empati? Apakah 
ia makanan penuh protein? Atau, nutrisi pununjang kesehatan Anda yang sedang 
lemah? Entahlah Anda simak dan cermati sendiri saja sendiri apa itu empati?
 
 
Menurut Daniel Goleman yang menulis buku Kecerdasan Emosional empati adalah 
kemampuan memahami dan turut merasakan perasaan orang lain. Dengan kata lain 
empati sudah termasuk simpati, tetapi simpati belum tentu empati. Karena walau 
kata tersebutt sangat erat kaitannya tetapi berbeda pemaknaannya. 
 
 
 
Apakah itu penting? Penting atau tidak sebagai mahkluk yang berbudi luhur 
tentunya manusia memiliki hati nurani. Bahwa itu sangat penting dan sangat 
diperlukan! Dalam hubungan sesama manusia (hablumminnas) kalau Anda tidak bisa 
berempati dengan orang lain, amat besar kemungkinan orang lain tidak akan sudi 
dan tidak betah berlama-lama menjalin relationship dengan Anda. Bagaimana 
tidak? Lha wong saat mereka tertimpah musibah dan cobaan, justru Anda bahagia 
diatas penderitaan orang lain dan saat mereka bahagia Anda seperti cacing 
kepanasan. Geleser sana geleser sini! Mencari kambing hitam (kasihan tuh 
kambing hitam sering dibawa-bawa). Manusia mana pun pastinya ingin berkawan 
dengan yang bisa diajak happy (ini sih jangan dibilang siapa sih tidak mau 
diajak hapyy fun. Iya tidak?) dan terutama sedih bersama-sama kalau ini sih 
sepertinya sangat langkah.
 
 
 
Seperti anekdot peribahasa yang saya sering dengar. Berat sama dipikul, ringan 
sama dijinjing. Bukan ringan sama dijinjing, kalau berat elo aja yang pikul 
sendirian seperti dikejar maling.” Seberapa penting Anda berempati pada orang 
lain, maka sejauh itulah Anda bisa menjadi orang baik untuk mereka.
 
 
 
Empati adalah perwujudan kasih sayang sesama manusia. Imajinasikan sendiri oleh 
Anda bila didunia ini wajah-wajah yang tidak memiliki tirani (diktator) dan 
tidak peduli dengan sesama bahkan bengis bangkit ke dunia ini yang penuh 
kedamaian ini. Semacam : Adolf Hitler (Jerman), Ferdinad Marcos ( Filiphina) 
bahkan Raja Fir’aan yang mengakui dirinya sebagai Tuhan itu kembali datang ke 
muka bumi ini. Dunia ini tidak akan ada memiliki rasa empati, tidak ada 
persahabatan, keakraban, kasih sayang, cinta dan keadilan. Anda akan tumbuh 
menjadi manusia yang kaku, strict, intoleran, bahkan tak memiliki rasa 
kemanusiaan sedikitpun. Naudzubillahi mindzalik! Semoga- manusia-manusia itu 
tidak ada didunia ini yang penuh dengan rasa kasih sayangnya.
 
 
 
Pastinya berempati saja baik untuk ukuran manusia, tapi juga dipandang baik 
oleh agama. Bahkan ini lebih utama. Buat apa Anda berbuat baik bila dipandang 
buruk oleh Tuhan. Anda menanamkan sikap empati tidak lain sebagai bagian dan 
menghiasi diri dengan perbuatan terpuji sesuai perintah agama.
 
 
 
Lydon Johson pernah mengungkapkan,” Anda dapat mengusir begitu saja, tetapi 
kenyataannya cukup sulit meminta ia pergi dari benak atau hati Anda.”
 
 
 
Empati itu wujudnya luas. Tidak iri kepada orang lain juga bentuk empati Anda 
pada sesorang. Empati janganlah diartikan sebagai basa-basi, tapi harus datang 
dari lubuk hati. Keikhlasan hati Andalah yang akan memastikan kwalitas diri 
Anda dihadapan Tuhan.
 
 
 
Mari milikilah segera rasa empati sekarang juga. Pupuklah rasa care dan 
attention terhadap orang lain disekitar Anda, baik yang Anda kenal maupun yang 
belum. Karena kebaikan akan membuat semua menjadi kawan Anda dan juga 
menjadikan Anda manusia cinta terhadap sesama. Semoga!
 
 
 
Kebayoran Lama, Juni 2008
 
http://sebuahrisalah.multiply. com
Ketika rasa emapti didunia ini sangat langkah!
 
 


      

Kirim email ke