hm,,,, bahkan televisi pun sekarang mungkin lebih "dituhankan" dari pada "Tuhan" itu sendiri
saya ingat ketika suatu hari Bang Reza cerita tentamh seorang ibu-ibu diu suatu pengajian yang bertanya "Ustad, kalau sholat di jamak pas lagi nonton SUPER MAMA (yang sedang booming di Indosiar) boleh enggak???" sang ustad ampe heran, demi nonton acara TV tersebut sang ibu ampe rela sholat di jamak,,, heheh,,, heran... ----- Original Message ---- From: aa gun <[EMAIL PROTECTED]> To: reza ervani <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; al-azhar yisc <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 11, 2008 8:32:27 AM Subject: [rezaervani] [RENUNGAN] tuhan itu bernama bola tuhan Itu Bernama Bola By: Aagun http://aagun2010. multiply. com Ratusan juta orang kini mulai mengalihkan perhatian pada si bulat bundar ini. Ratusan juta pasang mata seakan tersihir oleh kekuatan magis yang dimilikinya. Inilah sebuah fenomena yang telah berlangsung ratusan tahun. Tak pernah kita sadari ketika kesadaran dan emosi kita hanyut menyaksikannya. Ketika si bulat bundar mulai beraksi, ratusan ribu atau mungkin jutaan orang rela meluangkan waktu tidurnya untuk idolanya yang satu ini. Melek mata, bertanding suara, beradu emosi bahkan menjadikannya sebagai barang taruhan, sungguh luar biasa daya hipnotisnya. Dalam dunia nyata, ratusan ribu orang rela mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk menyaksikan langsung kehadirannya. Ratusan orang juga seakan rela mati berdesakan mengantri karcis masuk yang laris bak kacang goreng. Ratusan orang juga seakan rela mati karena beradu emosi dengan kelompok yang berbeda dengannya. Ada yang saling melakukan kontak fisik, melakukan pengrusakan atau bertindak anarkis, bahkan saling bunuh karena perbedaan dukungan. Itulah fenomena si bulat bundar yang digemari yang kehadirannya dinantika ratusan juta manusia di dunia ini, kehadirannya seakan mengalahkan seruan seorang Nabi. Betapa tidak, berapa puluh juta manusia di dunia ini yang mau menyisakan waktu tidurnya untuk shalat tahajud? Bandingkan dengan jutaan orang Indonesia yang ikhlas melek mata di tengah malam untuk menyaksikannya, luar biasa bukan?. Jika kita mau kritis terhadap diri dan fenomena luar nampaknya hampir tak ada beda antara tuhan, agama dan penganutnya dengan bola, individu pemain dengan pengagumnya. Seperti tingkah laku itulah para suporter sepak bola yang tak jauh beda dengan “suporter” agama. Suka atau tidak suka, sependapat atau tidak, tapi bagi saya itulah realitasnya. wallaahu a'lam.
