Tahajjud vs EURO 2008

Tak ayal lagi sejak tangggal 7 kemarin sampai dengan akhir bulan juni ini, 
masyarakat dunia, masyarakat Indonesia dan khususnya kampung saya terutama 
kaum Adam yang gila bola dipastikan kurang tidur. Setiap malam begadang 
untuk menyaksikan perhelatan akbar sepakbola di benua Eropa lewat 5 
stasiun TV (hmmm..nggak tanggung-tanggung). Sebagian masyarakat menganggap 
inilah salah satu obat melupakan kesusahan dimana harga BBM yang baru saja 
naik dan berbagai kesulitan pokok yang menghimpit kaum menengah ke bawah 
bangsa ini.

Khusus bagi umat Islam adanya tontonan sepakbola ini tidak hanya sekedar 
sebagai hiburan olahraga emosi dan mata tetapi bisa dijadikan "Alat" untuk 
melatih dan mensukseskan ibadah kita. Kita semua tahu jam tayang dari 
Swiss & Austria itu "bentrok" dengan sepertitiga malam yang notabene jam 
ibadah mulia kita, yakni Shalat Tahajjud.

Tahajud merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. QS.17:79
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai 
suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke 
tempat yang terpuji."

Selain itu, seorang yang mengaku "benar-benar" beriman harus punya ciri 
seperti ini : QS.32:16
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada 
Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian 
dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Ibadah ini dilabeli "sangat mulia" karena juga tidak mudah untuk 
melakukannya (apalagi menjadi rutinitas). Disaat hormon-hormon tubuh 
menginginkan istirahat (karena mendeteksi kegelapan), kita harus berjuang 
melawan diri sendiri : tidak hanya membuka mata, tapi harus berjalan untuk 
wudhu dan merasakan dinginnya air untuk bersiap "bercengkrama" dengan 
Allah SWT. Disisi lain TV kita menunggu untuk dihidupkan, atau menunggu 
untuk ditonton.

Rasulullah SAW bersabda,
"Setan akan mengikat tengkuk seseorang dari kamu ketika dia tidur dengan 
tiga ikatan. Setiap satu ikatan, setan berkata, 'Atas kamu malam yang 
panjang, maka tidurlah kamu'. Jika dia bangun, lalu berzikir kepada Allah, 
lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu, lepaslah satu ikatan lagi. Jika 
dia shalat, lepaslah ikatan ketiga sehingga dia merasa segar dan hatinya 
merasa enak. Jika tidak melakukan yang demikian itu maka dia menjadi malas 
dan buruklah hatinya". (HR Bukhari dan Muslim).

Dan jangan lupa sobat!!! Allah swt memberikan bonus istimewa jika 
makhluknya mampu dengan ikhlas dan benar dalam ber-tahajjud (dimanaorang 
lain tertidur lelap dibuai mimpi). Inilah bonusnya :
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasul bersabda: "Tuhan kita (Allah) 
Azza Wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam 
terakhir". Rasul melanjutkan, "Pada saat itulah Allah SWT berfirman: 
'Barang siapa berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan; barang siapa meminta 
kepada-Ku pasti Aku beri; dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku pasti 
Aku ampuni'".

Kemudian juga,
Dari Amar bin Abas berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: 
"Sedekat-dekatnya hamba kepada Allah ialah di sepertiga malam terakhir, 
maka jika engkau termasuk golongan orang yang berzikir kepada Allah pada 
waktu itu, usahakanlah!" (HR. Tirmidzi).

Karena itu, betapa ruginya bila waktu emas tersebut terlewat sia-sia hanya 
dikarenakan dengan sesuatu yang sedikit manfaatnya (nonton EURO tentunya). 
Shalat Tahajjud terbukti melahirkan ketenangan jiwa, terkabulnya doa, 
kepekaan diri, sehat badan, dan semangat hidup yang berlipat; maka 
sebaliknya "asyiknya" nonton bola memberikan kegembiraan/kekecewaan 
sesaat, mata kurang tidur, vitalitas diri menurun, kadang shalat subuh 
kesiangan, terganggunya kesehatan, hingga buyarnya konsentrasi.

Dengan adanya tontonan bola ini, sobat termasuk kategori yang nomor 
berapa?
1. Sangat merasa terganggu. Sehingga nonton sepakbola tidak perlu karena 
mengganggu kekhusyu'an dan keikhlasan tahajjud
2. Siap atur waktu sehingga Tahajjud jalan, nonton bola juga jalan. 
Menganggap sebagai latihan bangun malam untuk diteruskan di kemudian hari
3.Yang penting nonton bola. Tahajjud adalah sunnah dan bisa dilaksanakan 
lain waktu

Demikian pentingnya waktu sepertiga malam dan waktu subuh, maka kita harus 
jadi ummat yang cerdas. Tentunya sobat tidak menginginkan ini bukan? 
karena terlalu asyik/hanyut menonton sepakbola ternyata tahajjud tidak 
dilaksanakan, subuh ketinggalan, bangun kesiangan dan terganggu 
produktifitas dan berkarya.

Bagi sang istri...bantu suami ya! biar bisa dan tidak lupa shalat tahajjud 
sama-sama

Semoga bermanfaat.

by yuda


---------------------------------------------------------------------------
This message (including any attachments) is confidential and may be privileged. 
If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail 
and delete this message from your system. Any unauthorised use or dissemination 
of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that 
e-mails are susceptible to change. ABN AMRO Bank N.V, which has its seat at 
Amsterdam, the Netherlands, and is registered in the Commercial Register under 
number 33002587, including its group companies, shall not be liable for the 
improper or incomplete transmission of the information contained in this 
communication nor for any delay in its receipt or damage to your system. ABN 
AMRO Bank N.V. (or its group companies) does not guarantee that the integrity 
of this communication has been maintained nor that this communication is free 
of viruses, interceptions or interference.
---------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke