Maaf, saya tidak hendak berkomentar tentang korupsi.
Saya hanya ingin berkomentar tentang obyek dalam artikel ini.
Tidak penting memang, tapi boleh dong kalo saya curahkan uneq-uneq..
Jadi tidak perlu dikomentari.. :)

Saya merasa artikel ini kurang adil.. Kok seakan-akan, anak & 
istrinya yang disalahkan.. sudut pandangnya sepihak :)
Padahal saya cukup yakin, alasan utama korupsi itu adalah karena 
gengsi si koruptor.. 
Laki2 itu cenderung addict to electronic stuff atau automotive..
Rengekan anak istri itu memang memberikan kontribusi, tapi rasanya 
bukan yang utama..

wasalam
-dwip-

--- In [email protected], Danni Azzam Ferianto 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jaminan Hidup
>  
> Korupsi
> adalah penyakit kronis yang melanda negeri ini. Banyak faktor yang 
mendorong
> seseorang melakukan korupsi. Salah satunya adalah tekanan 
keluarga, seperti
> tuntutan anak dan istri. Seorang ayah terpaksa mengorbankan 
kejujuran .demi melihat
> anak-istrinya bahagia. Seringkali orang-orang beriman terlalaikan 
dari
> mengingat Allah karena perhiasaan kebahagiaan hidup dunia ini. Al-
Qur'an menyitir hal ini dalam: 
>  
> " Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di
> antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh 
bagimu maka
> berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan 
tidak memarahi
> serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun 
lagi Maha
> Penyayang " (QS.64: 14)
>  
> Adakalanya seseorang terjerumus berbuat maksiat,
> berkhianat kepada Allah SWT karena kecintaannya kepada isteri dan 
anak-anaknya.
> Kecintaan kepada mahluk yang tidak bersandarkan kepada Allah SWT 
seperti inilah
> yang bukan merupakan karakter Aqidah Tauhid.  
>  
> " Dan
> kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan 
untuk-Nya-lah
> ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada 
selain Allah? " (QS.16:52)
>  
> Padahal harta korupsi itu tidak membawa kebaikan dan
> keberkahan. Suapan makanan dari hasil korupsi akan menumbuhkan 
daging yang
> jelek. Bisa jadi ini akan melapangkan ruang gerak syaitan dan 
menimbulkan
> keburukan. Seorang suami dan ayah yang melakukan kejahatan korupsi 
demi istri
> dan anak-anak mereka, sebenarnya sedang menebar benih-benih 
kejahatan dalam
> diri anak-istrinya. Sesungguhnya harta korupsi tersebut bukanlah 
warisan
> berharga, melainkan racun yang mencelakakan kehidupan mereka di 
kemudian hari. 
>  
> Allah SWT mengingatkan bahwa takwa dan kebaikan
> merupakan sebaik-baiknya warisan. Adalah ketakwaan Nabi Ibrahim AS 
bisa menjadi
> suatu teladan, bagaimana takwa seorang ayah merupakan jaminan 
kehidupan bagi
> isteri dan anak-anaknya.  Suatu waktu
> beliau harus meninggalkan Hajar dan Ismail AS di sebuah padang 
yang tandus karena panggilan keimanan dari Robbnya. Nabi Ibrahim 
tidak meninggalkan
> apapun untuk Hajar dan Ismail, selain wasiat tauhid. Allahlah yang 
menjamin
> kehidupan Isteri dan anaknya tersebut dengan karunia-Nya. 
>  
> " Dan hendaklah
> takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan 
dibelakang mereka
> anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap 
(kesejahteraan) mereka.
> Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan 
hendaklah mereka
> mengucapkan perkataan yang benar " (QS.4: 9)
>  
> Sesungguhnya Allah SWT akan menjamin kehidupan istri
> dan anak-anak kita dengan rahmat dan karunia-Nya bila kita benar-
benar bertakwa
> kepada-Nya. Allah mempunyai kekuasaan untuk memberikan kelapangan 
dan kemudahan
> rizki untuk mereka dalam menghadapi kehidupan sepeninggal kita. 
Insya Allah. 
>  " Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang
> anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan 
bagi mereka
> berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu 
menghendaki agar
> supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan 
simpanannya itu,
> sebagai rahmat dari TuhanmuÂ…." (QS.18:
> 82)
>


Kirim email ke