Seringkali dalam hidup, Kita berada pada persimpangan jalan dimana Kita
harus memilih salah satu jalan tersebut. Masing-masing jalan akan
membawa Kita ke suatu tempat yang berbeda dan apapun pilihan Kita, Kita
mungkin tidak dapat kembali ke persimpangan jalan itu lagi untuk memilih
jalan yang lain. Hidup layaknya seperti jalan tol, one way only, no
return, no regret. Kalau mau kembali memutar, ada jalan khusus di depan
sana.

Alangkah mudahnya apabila hidup memberikan marka jalan yang terlihat
jelas yang dapat menunjukkan jalan mana yang terbaik yang harus Kita
pilih. Walaupun tidak sesederhana ini, tetapi kehidupan telah melengkapi
Kita petunjuk yang tersamar berupa pesan-pesan yang biasa disebut
sebagai indera keenam, naluri, insting, ilham, atau apalah, tetapi saya
menyebutnya sebagai "Kata Hati"

Hampir setiap kali sahabat saya (si A) bertanya kepada sahabat saya yang
lain (si B), tentang apa yang harus mereka lakukan terhadap masalah
mereka, maka biasanya hal pertama yang si B  tanyakan adalah "Apa
kata hati loe?". Kata hati adalah pesan-pesan yang muncul pertama
kali dari hati kecil Kita. Kata hati mengandung suatu kejujuran,
ketulusan dan tidak bertentangan dengan hati nurani.

Akan tetapi manusia seringkali menyalahartikan kata hati dengan apa yang
sedang dipikirkannya. Saya pernah membaca suatu penelitian yang
menyatakan bahwa otak dapat berpikir ratusan hal dalam waktu satu menit,
sehingga sangat sulit membedakan antara kata hati dengan kata-kata yang
keluar dari pikiran Kita. Pikiran Kita menilai suatu hal apakah itu baik
atau buruk, sedangkan kata hati mengatakan suatu hal yang harus
dilakukan, mengandung kejujuran dan sejalan dengan hati nurani. Kita
adalah guru Kita yang paling bijak.

Jauh di dalam hati Kita, Kita sudah tahu semua yang perlu Kita ketahui.
Terkadang menuruti kata hati Kita sangat bertentangan dengan cara
pemikiran Kita, dan mungkin juga akibat dari menuruti kata hati, hanya
akan membawa penderitaan sesaat, sama seperti yang saya alami. Akan
tetapi, percayalah, kata hati tidak pernah salah dan kata hati selalu
membimbing Kita ke jalan yang terbaik bagi kehidupan Kita, dan suatu
saat nanti ketika Kita mengerti maknanya, Kita akan mensyukuri semuanya.
Namun respon hati juga dipengaruhi kualitas hati kita.

" ...fa alhamaha fujuroha wa taqwaha, qod aflaha man zakkaha .."
– "..Dan telah kuilhamkan jalan kejahatan dan ketaqwaan, dan
beruntunglah orang-orang yang mensucikannya.."  (Asy-Syams)

Ingatlah selalu ketika Kita berada di persimpangan jalan, apapun jalan
yang Kita pilih dan apapun konsekuensinya, selama Kita mendengarkan kata
hati Kita, maka jalan manapun yang Kita pilih adalah jalan terbaik bagi
diri Kita

Saat di persimpangan jalan :

1.Ketika Kita harus memilih di antara dua pilihan atau lebih, cobalah
untuk berhenti berpikir. Otak dapat berpikir seratus hal yang berbeda
dalam satu menit, kosongkan semua pikiran Kita, dengarkan suara kecil
yang muncul dalam hati Kita.

2. Tidak mudah untuk mendengar suara hati, butuh suatu pemahaman, dan
keyakinan. Latihan "meditasi" dapat membantu Kita lebih peka terhadap
pesan-pesan yang muncul. Bentuk meditasi seperti apa..? tak semua orang
memilih metode yang sama, missal : Archimedes dg `Eureka..',
Enstein dengan `Aha..' nya (CMIW), tp setidaknya punya makna
sama dengan `jeda', dan ada juga yg lebih memilih dengan Bish
shobri wa Sholah. Berdoa dan menenangkan pikiran sangat membantu untuk
mendengarkan kata hati. Close to God, brings good impacts

3. Kata hati mengandung kejujuran, ketulusan, dan tidak bertentangan
dengan hati nurani. Perlu didakan pesan antara kata hati dengan
bisikan-bisikan yang tidak memberdayakan (QS. An-Naas)

4. Menolak untuk mendengarkan kata hati dapat menimbulkan akibat negatif
seperti depresi atau ketidakpuasan. Sama seperti banyak tentara yang
kembali dari perang dan mengalami gangguan jiwa, yang disebabkan karena
membunuh orang bertentangan dengan hati nurani mereka. Sekalipun kita
tidak terbuka tehadap kata hati Kita, pesan-pesan yang benar mempunyai
cara untuk menemukan Kita dimana pun Kita berada.

5. Namun kalimat yang pasti benar adalah "...Qod aflaha man zakkaahaa.."
- "...Beruntunglah orang-orang yang mensucikannya..", karena ini
mempunyai makna dan imbas yang luas, mudah-mudahan...

"Listen to your heart when he's calling for you. Listen to your heart,
there's nothing else you can do. I don't know where you're going and I
don't know why, but listen to your heart..--Listen to your heart by
Roxette—

Tulisan lama, sebuah renungan untuk diri sendiri

Ralat : Kata ganti `kita' pada tulisan diatas seharusnya
`saya'

Kirim email ke